Yasui dan Nikui: Mengungkapkan Kemudahan dan Kesulitan dalam Bahasa Jepang

Yasui dan Nikui: Mengungkapkan Kemudahan dan Kesulitan dalam Bahasa Jepang

Stem kata kerja + やすい/にくい, contoh praktis, dan nuansa yang sering tertukar di kelas N4.

Kalau kamu baru mulai menulis kalimat sendiri dalam bahasa Jepang, ada momen aneh: kamu sudah tahu kata mudah dan sulit, tapi rasanya kaku kalau terus bilang “sederhana” atau “susah” tanpa menyentuh tindakan-nya. Di situlah muncul pasangan やすい (yasui) dan にくい (nikui) — sufiks yang menempel di batang kata kerja dan mengubah penilaian menjadi sifat: mudah dilakukan, atau justru sulit disentuh.

Artikel ini tetap di jalur praktis: cara membentuk pola, contoh yang sering muncul di kelas N4, beda nuansa dengan づらい (zurai), plus jebakan homofon 安い (murah) yang bunyinya mirip tapi kanjinya beda. Kalimat lengkap, romaji, dan arti bahasa Indonesia mengikuti setiap contoh.

Daftar isi 8

Cara membentuk ~やすい / ~にくい

Keduanya menempel pada bentuk stem kata kerja: ambil bentuk ます, buang ます, lalu tambahkan sufiks. Hasilnya berperilaku seperti kata sifat-i (bisa menjadi やすく / にくく, lampau, negatif, atau menerangkan kata benda).

  • 読む → 読みます → 読み + やすい / にくい → 読みやすい / 読みにくい
  • 使う → 使います → 使い + やすい / にくい → 使いやすい / 使いにくい
  • 食べる → 食べます → 食べ + やすい / にくい → 食べやすい / 食べにくい
  • Kata kerja する: 勉強します → 勉強し + やすい / にくい → 勉強しやすい / 勉強しにくい

Partikel penting: saat kamu bilang “X mudah/sulit dilakukan”, subjek biasanya ditandai (atau untuk kontras), bukan objek seperti di kalimat aktif biasa. Jadi bukan 本を読みやすい, melainkan 本は読みやすい.

Loket tiket diskon transportasi di Jepang, ilustrasi nuansa murah dan mudah

Cara menggunakan やすい (yasui)

やすい menyatakan bahwa suatu tindakan mudah dilakukan — entah secara fisik, praktis, atau psikologis — sebagai sifat dari benda, orang, atau situasi yang kamu bicarakan, bukan sekadar “saya pandai melakukannya”.

ひらがなは読みやすいです。
Hiragana wa yomiyasui desu.

Hiragana mudah dibaca.

この携帯は使いやすい。
Kono keitai wa tsukaiyasui.

Ponsel ini mudah digunakan.

彼女は話しやすい。
Kanojo wa hanashiyasui.

Dia mudah diajak bicara.

Dalam percakapan, 使いやすい dan わかりやすい muncul sangat sering: UI aplikasi, penjelasan guru, sepatu yang nyaman dipakai — semuanya “mudah” karena karakteristik objeknya, bukan karena kamu sedang pamer kemampuan.

Cara menggunakan にくい (nikui) dan づらい (zurai)

Untuk “sulit”, ada dua sufiks yang sering disandingkan:

  • にくい (nikui) — kesulitan yang terasa lebih objektif atau praktis: huruf susah dibaca, alat susah dipegang, sinyal susah masuk.
  • づらい (zurai) — kesulitan yang lebih subjektif atau emosional: susah bilang kebenaran, susah memutuskan, rasa tidak nyaman secara mental.

Cara menempel sama: stem + にくい / づらい.

Contoh dengan にくい:

この教科書はわかりにくい。
Kono kyōkasho wa wakarinikui.

Buku pelajaran ini sulit dipahami.

Contoh dengan づらい:

本当のことを言いづらい。
Hontō no koto o iizurai.

Sulit (secara emosional) mengatakan kebenaran.

Suasana sekolah di Jepang, konteks belajar tata bahasa dan penjelasan di kelas

Dalam praktik, perbatasan にくい dan づらい bisa tumpang tindih. Kalau kesulitan fisik atau kejelasan yang menonjol, pilih にくい. Kalau yang terasa berat adalah hati atau relasi sosial, づらい sering terdengar lebih pas. Ada juga がたい untuk “hampir tak terbayangkan / sangat sulit” dalam register lebih formal — jarang di percakapan santai N4, tapi berguna dikenali saat membaca.

Contoh kalimat dengan yasui dan nikui

Beberapa pola yang sering muncul di latihan dan di kehidupan sehari-hari:

もっと歩きやすい靴がほしいです。
Motto arukiyasui kutsu ga hoshī desu.

Saya ingin sepatu yang lebih nyaman untuk berjalan.

ここは滑りやすいから気をつけてください。
Koko wa suberiyasui kara ki o tsukete kudasai.

Di sini licin, jadi harap berhati-hati. (secara harfiah: “mudah terpeleset”)

もっとわかりやすく教えてください。
Motto wakariyasuku oshiete kudasai.

Tolong jelaskan dengan cara yang lebih mudah dipahami.

文庫本は小さくて持ちやすい。
Bunkobon wa chiisakute mochiyasui.

Buku saku (bunkobon) kecil dan mudah dibawa.

この字は読みにくいですね。
Kono ji wa yominikui desu ne.

Huruf ini sulit dibaca, ya.

Perhatikan bentuk adverbial: わかりやすく = “dengan cara yang mudah dipahami”. Karena やすい / にくい adalah kata sifat-i, konjugasinya mengikuti pola yang sama dengan 高い → 高く.

Jangan tertukar: やすい “mudah” vs 安い “murah”

Dalam hiragana, keduanya bisa ditulis やすい. Maknanya beda total:

  • 易い / ~やすい (setelah stem kata kerja) → mudah dilakukan
  • 安い → murah (harga)

Konteks dan kanji (saat ada) yang membedakan. Kalimat この本はやすい tanpa kanji bisa membingungkan; dengan kanji 安い jelas “buku ini murah”, sementara 読みやすい jelas “mudah dibaca”. Di kelas pemula, biasakan melihat apa yang menempel di depan: kalau ada stem kata kerja, itu hampir selalu “mudah/sulit dilakukan”.

Nuansa tambahan: “cenderung” dan “mudah terjadi”

Selain “mudah dilakukan”, ~やすい sering dipakai untuk kecenderungan atau sifat bawaan: sesuatu “gampang terjadi” pada orang atau benda itu.

このおもちゃは壊れやすいです。
Kono omocha wa kowareyasui desu.

Mainan ini mudah rusak. (rawan rusak)

私は惚れやすい。
Watashi wa horeyasui.

Saya mudah jatuh cinta. (cenderung cepat jatuh hati)

Di sisi sebaliknya, 壊れにくい bisa berarti “tahan banting / sulit rusak”. Jadi pasangan ini bukan hanya penilaian usaha (“susah dikerjakan”), tapi juga karakter objek di dunia nyata.

Tips singkat agar terdengar alami

  • Latih stem dari kata kerja yang sering kamu pakai: 使う、読む、書く、話す、歩く、分かる.
  • Ubah ke lampau atau pejalan: わかりやすかった, 使いにくくなった.
  • Gunakan sebagai pewatas kata benda: わかりやすい説明, 履きやすい靴, 答えにくい質問.
  • Bandingkan dengan 簡単 / 難しい: pasangan itu menilai “mudah/sulit” secara umum; ~やすい / ~にくい menempel di tindakan konkret dan sifat objek.

Kesimpulan

Dengan やすい dan にくい, kamu menilai kemudahan atau kesulitan sebuah tindakan langsung dari stem kata kerja — dan hasilnya hidup sebagai kata sifat-i di kalimat sehari-hari. Latih pola ini berdampingan dengan bentuk lain yang sering muncul di N4, seperti ~てみる (temiru) untuk “mencoba” dan ~ながら (nagara) untuk dua aksi bersamaan. Kalau masih goyah di bentuk dasar, tinjau dulu bentuk kamus dan bentuk masu sebelum menempelkan sufiks.

Salin contoh kana + romaji di atas ke kartu Anki, ganti kata kerjanya, dan uji di percakapan: “aplikasi ini…”, “penjelasan ini…”, “topik ini…”. Setelah beberapa putaran, pola itu terasa seperti refleks, bukan rumus di papan.

Sumber dan tautan berguna

Tentang penulis

Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.