Merokok di Jepang: aturan, etiket, dan fakta tabako

Merokok di Jepang: aturan, etiket, dan fakta tabako

Dari ritual shogun sampai kotak kaca di stasiun: tabako di Jepang punya aturan sendiri.

Jepang pernah punya reputasi sebagai surga perokok. Hari ini, orang yang ingin menyalakan tabako [たばこ] lebih sering masuk ke kotak kaca di pojok stasiun daripada menyalakannya sambil berjalan di trotoar Shinjuku.

Nama itu terdengar akrab, tapi aturannya tidak main-main. Usia legal merokok tetap 20 tahun — tidak turun bersama usia dewasa sipil ke 18. Ada etiket yang sangat Jepang: asbak saku, ruang khusus, dan rasa sungkan terhadap orang di sekitar. Sejarahnya sempat meniru formalitas upacara teh, lengkap dengan urutan siapa yang menyala lebih dulu.

Daftar isi 5

Sejarah merokok di Jepang

Mengapa kita berbicara tentang tembakau? Jepang lama sekali penuh perokok, sampai sempat disebut surga bagi perokok. Angka merokok orang dewasa pernah di atas 25 persen. Survei Kementerian Kesehatan dan Japan Tobacco pada 2022 sudah mencatat sekitar 14,8 persen — 24,8 persen pria dan 6,2 persen wanita — yang terendah sejak pencatatan modern dimulai.

Merokok sudah ada selama berabad-abad di Jepang. Shogun bahkan punya gagasan untuk merapikan kebiasaan itu menjadi semacam ritual formal, mirip upacara teh. Merokok di sini memang punya banyak kebiasaan dan aturan, bukan hanya “boleh atau tidak”.

Asbak portabel hitam dengan rokok, area merokok di luar ruangan, dan ruang merokok kaca bertanda kitsuen-shitsu

Di masa lalu, ketika tuan rumah menawarkan tembakau, tamu tidak merokok sampai tuan rumah masuk ke ruangan. Saat pipa atau tabako disodorkan, ucapan seperti “silakan lebih dulu” mengikuti etiket yang sama dengan chanoyu. Tuan rumah bisa menawarkan pipa tradisional kiseru [キセル]; yang sopan adalah menunjukkan kerendahan hati dan rasa terima kasih, bukan langsung menghabiskan isi pipa seolah itu hak sendiri.

Pemerintah Jepang memegang monopoli tembakau sampai tahun 1985. Setelah itu muncul Japan Tobacco. Kementerian Keuangan masih memegang sekitar sepertiga saham perusahaan, dan JT tetap pemain utama di pasar rokok dalam negeri, termasuk beberapa merek yang dikenal di Asia.

Fakta menarik tentang tembakau dan rokok di Jepang

Selama beberapa dekade, pemerintah dan Japan Tobacco memasang poster tentang perilaku perokok. Jepang juga membuat berbagai undang-undang dan saran seperti:

  • Gunakan asbak portabel, jangan buang puntung di jalan;
  • Merokok merusak kesehatan, dan itu ditulis terang-terangan di kemasan;
  • Ada tata krama sosial tentang cara merokok di dekat orang lain;
  • Dilarang merokok di banyak jalan utama kota besar, kecuali di area yang ditandai;
  • Di bawah 20 tahun tidak boleh merokok atau membeli rokok — tanpa izin orang tua;
  • Ada area khusus untuk merokok, termasuk di luar ruangan;
  • Merokok di tempat terlarang bisa kena denda;
Perokok di jalan Tokyo, asbak saku kain biru, dan smoking area Shibuya dengan peta serta asbak logam

Rokok bisa dibeli di toko serba ada, toko tembakau, atau mesin penjual. Bungkus merek besar sekarang biasanya di kisaran 580 sampai 650 yen. Asbak portabel (携帯灰皿, keitai haizara) mudah ditemukan di konbini.

Mesin penjual rokok masih terlihat di banyak sudut kota, tapi sejak 2008 pembelian di mesin itu butuh kartu pintar Taspo. Kartu itu memverifikasi usia 20 tahun ke atas dan pada praktiknya dikeluarkan untuk penduduk Jepang. Wisatawan biasanya membeli di kasir konbini: rokok ada di belakang meja, kasir menanyakan usia, dan paspor bisa diminta.

Beberapa bar malam dan izakaya kecil masih punya ruang atau kursi untuk merokok, terutama tempat yang memenuhi syarat pengecualian. Jangan mengira semua restoran masih mengizinkan seperti sepuluh tahun lalu.

Yang sering dikira “rokok elektrik” di Jepang biasanya bukan vape nikotin ala negara lain. Penjualan rokok elektrik bernikotin sebagai barang konsumen dibatasi ketat. Yang laku adalah tembakau yang dipanaskan — IQOS, Ploom, glo — dan di jalan aturan tempatnya mengikuti rokok biasa. Ada ruang khusus yang hanya mengizinkan tembakau panas; di situ rokok konvensional tidak boleh.

Aturan dan etiket untuk perokok di Jepang

Sejak April 2020, amendemen Undang-Undang Promosi Kesehatan berlaku penuh: merokok di dalam ruangan fasilitas publik pada dasarnya dilarang. Pengecualiannya adalah rumah pribadi, kamar hotel yang memang ditandai merokok, ruang merokok khusus, dan sebagian bar atau restoran kecil yang memenuhi syarat. Di ruang merokok khusus untuk rokok biasa, makan dan minum biasanya tidak diperbolehkan.

Usia legal merokok dan membeli tembakau di Jepang adalah 20 tahun. Tidak ada celah “izin orang tua”. Orang di bawah 20 juga tidak boleh masuk ruang merokok, meski hanya menemani.

Di Jepang tidak boleh merokok di kereta, bus, dan pesawat. Sejak Maret 2024, ruang merokok di dalam Shinkansen pun sudah dihapus. Yang tersisa biasanya ruang atau sudut di stasiun besar, bukan di dalam gerbong.

Banyak kota — Tokyo, Osaka, Kyoto, Yokohama, Fukuoka — melarang merokok sambil berjalan di distrik ramai. Denda lokal sering di kisaran beberapa ribu yen. Membuang puntung di jalan bisa kena sanksi terpisah. Cari papan Smoking Area atau 喫煙所, masuk ke dalam garis, dan padamkan di asbak yang disediakan.

Rokok di Jepang tidak berbahaya?

Penelitian lama yang sering dikutip menunjukkan paradoks: orang Jepang merokok dalam jumlah yang tidak kecil, tetapi angka kanker paru pada perokok tercatat lebih rendah daripada yang biasa disebut di Amerika dan Eropa. Risiko relatif yang sering dikutip sekitar 4 di Jepang, dibanding kisaran 8 sampai 19 di Amerika dan Eropa.

Peneliti menunjuk beberapa kebiasaan: banyak perokok Jepang mengisap lebih pendek, dan sebagian besar mulai setelah usia 20 tahun. Sementara itu, sekitar 70 persen perokok Amerika mulai sebelum usia 20. Makanan sehari-hari dan kebiasaan minum teh juga sering disebut sebagai faktor yang meredam sebagian kerusakan — itu observasi, bukan jaminan.

Mesin penjual rokok dengan iklan mentol Inaba dan kabin kaca Smoking Area di Jepang

Jangan biarkan paradoks itu membuat Anda menyerah berhenti merokok. Ada banyak kerugian selain kesehatan: ketergantungan, bau di pakaian, dan pengeluaran untuk mempertahankan kebiasaan. Aturan Jepang ketat justru karena asap orang lain dianggap masalah sosial, bukan hanya pilihan pribadi.

Kata-kata terkait merokok dalam bahasa Jepang

Untuk menutup, berikut kosakata yang muncul kalau Anda membaca kemasan, papan, atau percakapan tentang tabako.

IndonesiaJepangRomaji
menyalakan rokokタバコに火を付けるtabako ni hi wo tsukeru
puntung rokok煙草の吸い残りtabako no sui nokori
pemegang rokokシガレットホルダーshigaretto horudā
pipaパイプpaipu
kotak korek apiマッチ箱macchi bako
cerutu葉巻hamaki
kotak rokokシガレットケースshigaretto kēsu
rokokタバコtabako
abuhai
asbak灰皿haizara
filterフィルターfirutā
perokok喫煙者kitsuen-sha
merokok喫煙するkitsuen suru
asapkemuri
korek apiマッチmacchi
pemantikライターraitā
bungkushako
tembakauタバコ[煙草]tabako
merokok (kebiasaan)喫煙kitsuen
pipa tradisionalキセルkiseru
Sumber dan tautan berguna

Tentang penulis

Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.