Apakah Anda pernah berpikir tentang nama Jepang? Nama-nama itu terasa jauh dari nama yang biasa terdengar di Indonesia. Tidak umum menemukan seseorang bernama Maria atau Budi di Jepang, tetapi mudah menemukan Tanaka, Satō, Sasaki, dan Yamada. Tapi... lalu? Dari mana nama-nama itu datang, dan apa artinya?
Nama Jepang, disebut jinmei [人名], disusun dengan nama keluarga di depan dan nama depan di belakang. Nama tengah tidak ada, dan setiap orang memiliki nama keluarga. Nama depan biasanya dipakai di antara orang yang sudah dekat. Di luar lingkaran itu, yang terdengar lebih dulu adalah nama keluarga. Nama keluarga Jepang seperti Tanaka atau Yamada punya asal sendiri, terpisah dari nama depan yang dipilih orang tua. Di antara orang dekat, nama depan juga bisa dipotong menjadi nama panggilan.
Daftar isi 5
Bagaimana cara kerja nama Jepang?
Nama Jepang biasanya ditulis dengan kanji. Satu kanji bisa punya lebih dari satu bacaan, jadi bentuk tertulis yang sama tidak selalu diucapkan dengan cara yang sama. Satu kanji juga bisa membawa lebih dari satu makna. Bunyi yang sama bisa menunjuk ke arti yang berbeda, tergantung kanjinya.
Dalam suasana santai, sebagian orang menulis namanya dengan hiragana. Di koseki dan di dokumen resmi, nama tetap dalam kanji, dengan furigana di samping untuk cara bacanya.
Akhiran lama sering mengarah ke jenis kelamin. Banyak nama laki-laki berakhiran -rō, -to, atau -ta. Banyak nama perempuan berakhiran -ko, -na, atau -mi. Pola ini lebih kuat pada generasi yang lebih tua. Pada nama baru, akhiran -ko sudah jauh lebih jarang.
-san dan -kun menandai jarak. -san lebih umum. -kun lebih akrab, sering untuk teman atau untuk laki-laki yang lebih muda. Kanji itulah yang membedakan bunyi sebuah benda dari nama orang.

Arti nama Jepang
Pernahkah Anda menemukan nama yang bunyinya sama dengan buah, bunga, angka, atau warna? Bunyi itu bisa mengingatkan pada benda. Artinya diputuskan oleh kanji yang tertulis. Beberapa bunyi yang sering muncul:
- Ichigo: stroberi, jika ditulis いちご
- Sakura: bunga sakura
- Tsukushi: tunas ekor kuda (Equisetum)
- Nana: tujuh
- Jūichi: sebelas
- Hisoka: tersembunyi, rahasia
- Kuro: hitam
Bayangkan memanggil seseorang dengan stroberi atau hitam. Persediaan suku kata bahasa Jepang lebih sempit daripada bahasa Indonesia, jadi banyak bunyi bertabrakan dengan kata sehari-hari. Ichigo sebagai いちご adalah stroberi. Ichigo sebagai 一護 memakai 一 (satu) dan 護 (melindungi). Keduanya hanya berbagi bunyi.
Dalam tulisan, kebingungan ini biasanya tidak terjadi, karena nama paling sering memakai dua kanji atau lebih:
- Sawako 爽子: 爽 (sawa, segar) dan 子 (ko, anak)
- Naomi 直美: 直 (nao, jujur atau lurus) dan 美 (mi, keindahan)
Satu bunyi, beberapa tulisan
Nama yang bunyinya umum bisa ditulis dengan kanji lain, dan hanya satu tulisan yang benar untuk orang itu. Haruma pada 春馬 dibaca dari 春 (haru, musim semi) dan 馬 (uma, kuda). 春間 juga bisa dibaca Haruma, dengan 間 (ma, jarak atau waktu).
Haruka muncul, antara lain, sebagai 晴香, 春香, 遥, dan 遥香. 香 adalah aroma. 春 adalah musim semi. 晴 adalah cuaca cerah. 遥 adalah jarak.
Hajime sering ditulis 始 (mulai) atau 初 (awal). Pada orang tertentu, kanji lain juga dipakai.
Saitō dan empat tulisan yang beredar
Nama keluarga Saitō [さいとう] biasa beredar dalam empat tulisan: 斎藤, 斉藤, 齋藤, dan 齊藤. Peneliti nama Morioka Hiroshi mengaitkan akarnya dengan jabatan 斎宮頭 di keturunan Fujiwara. Bentuk lama 齋 sulit ditulis, lalu muncul 斎 yang lebih sederhana. 斉 masuk karena bentuknya mirip, dan 齊 adalah bentuk lama dari 斉. 斎 berarti menyucikan diri dan, dalam hitungan goresan yang umum, punya 11 goresan. 斉 berarti sejajar atau sama dan punya 8 goresan.
佐藤 [Satō, さとう] adalah nama keluarga yang berbeda. 陽翔 sering dibaca Haruto, dan pasangan kanji yang sama masih menerima bacaan lain. Untuk orang itu, yang dipakai adalah bacaan yang tercatat.
Kepala Anda pasti bingung, sangat bingung. Karena itulah bacaan nama perlu ditulis dengan jelas, dan laporan kelahiran punya aturan untuk karakter serta cara bacanya.
Apa yang masuk ke koseki
Pasal 49 undang-undang koseki [戸籍法] mewajibkan laporan kelahiran dalam 14 hari. Jika bayi lahir di luar Jepang, batasnya tiga bulan. Pasal 50 menambahkan bahwa nama anak harus memakai aksara yang umum dan mudah. Yang boleh dipakai adalah hiragana, katakana, 2.136 kanji jōyō, dan kanji jinmeiyō. Pada 26 Juni 2026, Kementerian Kehakiman menambahkan 勒 ke daftar jinmeiyō. Daftar itu menjadi 864 karakter. Bersama jōyō, kanji yang boleh dipakai di nama anak menjadi 3.000.
Sejak 26 Mei 2025, koseki mencantumkan furigana. Bagi orang yang sudah tercatat, kotamadya mengirim bacaan yang akan ditulis. Jika pemberitahuan itu benar, bacaan tersebut masuk ke koseki mulai 26 Mei 2026, tanpa laporan tambahan. Jika salah, koreksi harus masuk paling lambat 25 Mei 2026. Bayi yang didaftarkan sejak sistem ini berjalan melaporkan bacaan bersama laporan kelahiran. Bacaan itu harus sudah dikenal umum untuk kanji yang dipakai. Bacaan yang membalik makna karakter tidak diakui. Penjelasan resmi memberi contoh 高 yang dibaca hikushi.
Meski sulit dipahami pada awalnya, saya tetap merasa cara ini indah. Satu nama membawa arti, bacaan, dan tulisan sekaligus. Jika saya harus memilih nama Jepang, saya ingin Kyouma [凶真]. 真 berarti benar atau asli, dan 凶 berarti bencana atau malapetaka. Tentu saja ini candaan. Memilih nama butuh waktu, dengan banyak pilihan, dan saya akan perlu bertahun-tahun untuk memutuskan yang terbaik. Dan Anda? Nama apa yang akan Anda pilih?





Komunitas
Komentar
0 komentar
Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.
Kirim komentar