Apakah Anda pernah mencoba "unagi"? Itulah kata bahasa Jepang untuk belut air tawar. Bahan ini cukup umum dalam kuliner Jepang, dan di artikel ini kita akan membahas sedikit tentang belut, berbagai hidangan yang diolah darinya, dan cara penyajiannya, yang sangat disukai oleh karakter seperti Genta dari Detective Conan. Untuk belut air asin, namanya adalah anago (穴子).
Belut adalah ikan yang bermigrasi jarak jauh. Meskipun disebut belut air tawar, mereka menghabiskan banyak waktu di laut sebelum bermigrasi ke sungai. Produksi belut di Jepang sayangnya masih terbatas, dan sebagian besar unagi yang disajikan di restoran berasal dari budidaya, terutama dari China. Unagi kaya akan protein, vitamin A, B1, dan kalsium, dan menjadi hidangan populer di musim panas karena nutrisi di dalamnya dipercaya membantu melawan kelelahan akibat panas.
Bagi sebagian orang, tekstur belut yang licin bisa menjadi tantangan. Untungnya, orang Jepang tahu cara mengolah unagi menjadi hidangan yang lezat. Salah satu penyajian yang paling populer adalah dibakar di tusuk sate, disiram saus khusus. Rasa dan teksturnya mengejutkan: dagingnya meleleh di mulut dan memberikan sensasi yang unik. Bagi banyak orang Barat, pertemuan pertama dengan unagi biasanya terjadi melalui sushi.

Berbagai cara menikmati unagi
Selain versi bakar yang biasanya disajikan bersama acar dan nasi, ada unadon: mangkuk nasi yang ditutupi unagi. Dalam kotak lak, ide yang sama disebut unajū. Belut tidak pernah disantap mentah, karena ikan air tawar mentah dianggap tidak aman. Dalam sushi, kombinasi unagi matang dan mentimun disebut unakyu, sering dibungkus nori.
Ada beberapa teknik pengolahan. Ketika belut difilet, dibuang tulangnya, lalu dibakar dengan saus, ia disebut kabayaki. Jika dimasak hanya dengan garam, tanpa saus, namanya shirayaki. Penyajian populer lainnya adalah umaki: irisan tipis unagi yang digulung dalam telur dadar Jepang.
Orang Jepang bahkan memakan tulang belut dalam hidangan bernama hone senbei. Tulang punggung unagi yang panjang digoreng atau dibakar hingga renyah, ringan, dan sedikit asin. Hati belut bakar, kimoyaki, dan sup hati yang disebut kimosui juga digemari.

Ada ribuan cara lain untuk menikmati unagi, baik sebagai hidangan utama maupun sebagai bagian dari resep lain. Belum lagi variasi daerah yang tersebar di seluruh Jepang.
Fakta menarik tentang belut Jepang
Unagi sering disajikan bersama nasi dan termasuk hidangan yang mahal. Bukan sesuatu yang bisa disantap setiap hari tanpa menguras kantong, sebagian karena sulitnya mendapatkan unagi berkualitas dan mengolahnya dengan benar. Tidak cukup hanya pergi ke pasar, membeli belut segar, lalu langsung mengolahnya tanpa teknik yang tepat.
Unagi adalah makanan musim panas. Bahkan ada tanggal khusus dalam kalender Jepang yang diperuntukkan baginya: Doyō no Ushi no Hi (土用の丑の日), hari Sapi dalam periode panas yang mendahului musim gugur. Tanggalnya bergeser dari tahun ke tahun mengikuti siklus dua belas hari. Sejak zaman Edo, banyak orang Jepang mempertahankan tradisi makan belut pada hari itu.

Di Jepang ada restoran-restoran khusus yang menyajikan unagi, disebut unagi-ya (うなぎ屋), tempat belut sering difilet dan dibakar sesuai pesanan. Beberapa tempat terkenal di Tokyo antara lain Ishibashi, Godaime Nodaiwa, dan Unagi Uomasa.
Jika Anda sedang di Jepang, manfaatkan kesempatan untuk mencoba unagi. Sudah pernah mencobanya? Ceritakan pengalaman Anda di kolom komentar.






Komunitas
Komentar
0 komentar
Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.
Kirim komentar