Apakah Anda tahu arti kata ikigai? Dalam bahasa Jepang, kata ini merujuk pada apa yang memberi nilai dan arah pada hidup: kekuatan yang membuat seseorang bangun setiap pagi. Di artikel ini, kita akan menelusuri makna dan konsep ikigai, serta perannya dalam budaya Jepang.
Ikigai adalah filosofi sekaligus gaya hidup. Ada yang menerapkannya dalam pekerjaan, budaya, dan seni; ada pula yang membawanya ke sisi spiritual. Sebuah gambar yang banyak beredar merangkumnya dalam empat lingkaran, representasi yang berguna untuk merenungkan topik ini, meskipun tidak cukup untuk mendefinisikan konsepnya.
Daftar isi 16
Arti ikigai
Kata ini ditulis dengan kanji 生き甲斐. Iki (生き) berarti hidup, dan gai (甲斐), yang aslinya dibaca kai, menyatakan nilai, efek, atau sesuatu yang berharga. Melalui proses rendaku, bunyi k berubah menjadi g, sehingga pengucapannya menjadi ikigai. Dalam pemakaian sehari-hari, tulisan hiragana 生きがい juga lazim. Jadi, ikigai adalah hal yang membuat hidup terasa layak dijalani.
Meskipun tampak seperti kata Jepang biasa, maknanya cukup kuat dan tidak boleh digunakan sembarangan. Ada banyak teori tentang ikigai yang akan kita bahas di sepanjang artikel ini.
Ada orang yang mencoba mengungkap makna hidup yang sebenarnya dan menjadikan ikigai seni untuk menemukan tujuan hidup. Apakah Anda akan berhasil mengungkap artinya?
Asal dan sejarah ikigai
Menurut penelitian psikolog klinis Akihiro Hasegawa, asal mula kata ikigai bisa ditelusuri hingga periode Heian (794-1185). Kanji 甲 berasal dari kata untuk cangkang atau tempurung kerang, benda yang sangat berharga pada masa itu, sedangkan 斐 berarti indah, bermekaran, atau bermotif. Digabungkan, keduanya membentuk 甲斐, yang berarti nilai atau hasil.
Istilah ini dipopulerkan oleh psikiater Mieko Kamiya melalui buku 生きがいについて ("Tentang Ikigai", 1966). Kamiya menangani pasien kusta di sanatorium Nagashima Aiseien dan menulis tentang bagaimana perasaan memiliki alasan hidup membantu orang melewati situasi yang sulit.
Beberapa penulis menghubungkan kata ini dengan hal-hal berharga seperti gairah dan keterampilan, selain kata yarigai, nilai dari melakukan sesuatu, dan hatarakigai, nilai dari bekerja. Ideal ini terlihat di berbagai bagian budaya Jepang, seperti ketepatan waktu, rasa hormat, dan kedamaian.
Beberapa pihak mengaitkan panjang umur orang Jepang dengan konsep ikigai. Dengan mengamati kehidupan komunitas di Jepang, kita bisa memahami bagaimana tujuan yang nyata menopang orang dalam jangka panjang.
Menurut tradisi Jepang, setiap orang memiliki ikigai, sesuatu yang cukup jelas dan logis. Masalah besarnya adalah banyak orang tidak berhasil menemukan tujuan itu atau tidak hidup selaras dengannya.
Sejumlah penulis meyakini filosofi ini dapat membantu orang menjalani hidup yang panjang, memuaskan, dan sehat. Contoh yang paling sering disebut adalah penduduk Okinawa, salah satu wilayah dengan angka harapan hidup tertinggi di dunia.
Tradisi, filosofi, dan konsep ikigai
Ikigai juga sering digambarkan sebagai gaya hidup yang membawa harmoni, umur panjang, dan kepuasan di berbagai bidang kehidupan. Representasi paling populer adalah diagram empat lingkaran yang memuat sesuatu yang kita cintai, sesuatu yang kita kuasai, sesuatu yang bisa kita dapatkan bayarannya, dan sesuatu yang dibutuhkan dunia.

Persinggungan antar lingkaran membentuk empat tema: gairah, profesi, panggilan, dan misi. Tujuannya adalah menemukan jawaban atas pertanyaan seperti:
- Apa yang Anda cintai?
- Apa yang Anda kuasai?
- Apa yang dibutuhkan dunia?
- Untuk apa orang mau membayar Anda?
Diagram ini sebenarnya tidak berasal dari Jepang. Versi yang paling dikenal dibuat oleh Marc Winn, terinspirasi oleh diagram "purpose" karya Andrés Zuzunaga (2011), lalu kata "purpose" diganti menjadi "ikigai". Buku karya Héctor García dan Francesc Miralles kemudian membuat diagram ini dikenal luas di seluruh dunia. Sebagian kritikus menilainya sebagai cita-cita yang menarik, tetapi tidak realistis.
Setelah menemukan jawabannya, Anda perlu menjaga keseimbangan antara keempat bidang ini. Kedengarannya rumit, dan saya sendiri tidak berhasil memahaminya dengan baik saat meneliti topik ini, tetapi orang Jepang menganggap ikigai sebagai proses yang lambat dan membingungkan.
Ikigai dalam psikologi dan coaching
Bagi sebagian orang, ikigai tampak tidak masuk akal, sulit dipahami, atau berlebihan. Padahal konsep ini dekat dengan gagasan Jepang lain seperti metode kaizen, yang menekankan langkah kecil yang diulang secara konsisten. Di Barat, ikigai banyak muncul dalam dunia coaching dan psikologi, seputar nilai, tujuan, dan arah hidup seseorang.
Saya sendiri sudah beberapa kali berkonsultasi dengan psikolog dan psikoanalis, dan sampai hari ini saya masih belum bisa memahami nilai dan cara kerja sesi-sesi itu, meskipun saya mengakui hasilnya.
Ikigai sangat erat kaitannya dengan coaching. Banyak orang menerapkannya dalam kehidupan profesional, dan keterampilan seorang coach dapat membantu orang mencapai tujuan dalam karier maupun kehidupan pribadi. Saya rasa hampir semua coach mengenal dan mempelajari konsep Jepang ini.
Rasa hampa atau kehilangan tujuan sering menyertai depresi, dan kondisi seperti itu membutuhkan bantuan profesional; ikigai bisa memberi arah, tetapi tidak menggantikan pengobatan atau psikoterapi. Saya sendiri pernah merasakan kekosongan itu beberapa kali, sambil mencoba merenung dan mencari jalan.
Apakah Anda mengerti ikigai?
Ada banyak teori tentang ikigai, dan tidak ada satu definisi yang tunggal atau paling benar; penulis dan peneliti yang berbeda berbagi berbagai gagasan tentang tujuan hidup. Satu hal yang kita yakini adalah gagasan-gagasan dasar yang dibahas dalam artikel ini.
Para penulis berbagi bahwa rahasia penduduk Okinawa dan daerah lain di Jepang terletak pada makan ringan, istirahat yang cukup, dan aktivitas fisik. Faktor-faktor itu penting, tetapi seseorang juga butuh kegembiraan hidup, dorongan yang membuatnya terus melangkah setiap hari.
Tidak masalah apakah seseorang itu profesional, terkenal, atau kaya. Banyak orang yang mengira ketenaran dan uang dapat mewujudkan impian justru berakhir kosong dan tanpa tujuan, tanpa menemukan kebahagiaan sejati yang mungkin tersembunyi di dalam diri kita.
Tips untuk mencapai ikigai
Setelah melakukan sejumlah riset, saya mengumpulkan poin-poin dari buku dan penulis yang dibahas di bagian akhir artikel. Berikut beberapa tips dan ide yang bisa membantu kita menemukan tujuan hidup atau ikigai:
Anda perlu keluar dari rutinitas, dari mode otomatis atau hari-hari berulang yang tak terhitung jumlahnya. Berhenti dan tanyakan apakah ini benar-benar yang ingin Anda lakukan setiap hari. Jangan biarkan diri Anda tertipu oleh pikiran bahwa tidak ada alternatif atau jalan keluar. Setidaknya ambil langkah pertama menuju impian Anda, dan jangan pernah menyerah!
Kita tidak perlu membandingkan diri kita dengan orang lain atau menginginkan kebahagiaan yang sama dengan yang "seharusnya" dimiliki orang lain. Kita perlu fokus pada diri sendiri dan tidak perlu bersaing dengan siapa pun; kita cukup berlari dengan ritme kita sendiri.
Mencintai satu hal saja tidak cukup untuk memastikan kita berhasil dan mahir di dalamnya. Kita perlu menerima keterbatasan kita dan fokus pada keterampilan yang kita miliki, daripada memaksakan kemampuan yang mustahil, tetapi jangan pernah berhenti mencoba!
Gairah sangat erat kaitannya dengan profesi. Sebagian orang percaya bahwa tidak mungkin bekerja dengan sesuatu yang kita cintai, atau menganggap hal itu tidak akan menguntungkan. Bayangkan jika saya mendengarkan orang-orang di sekitar saya dan menerima pekerjaan biasa, daripada membuat situs web ini tentang hal-hal yang saya cintai? Mungkin saya sekarang menganggur...
Pekerjaan adalah hidup Anda. Mereka yang memahami hal ini dan berusaha menjadikan pekerjaan lebih dari sekadar sumber penghasilan cenderung memiliki lebih banyak motivasi, kepuasan, dan hasil. Pekerjaan kita perlu membawa kepuasan bagi kita dan bagi orang lain yang terlibat, dan hal yang sama berlaku untuk apa pun yang kita lakukan dalam hidup.
Apakah Anda sudah menemukan makna dan tujuan hidup Anda?
Saat menulis artikel ini, saya menyadari bahwa banyak orang mencari ikigai untuk menemukan tujuan atau mewujudkan impian mereka. Saya sendiri tidak punya pengalaman dengan ikigai, bahkan tidak tahu keberadaannya, tetapi saya percaya gagasan-gagasan ini benar-benar penting dalam hidup setiap orang.
Kita hidup di dunia di mana kebanyakan orang tidak menjalani jalur mereka sendiri, hanya mengikuti tren dan ikut arus. Mereka tidak punya pendapat sendiri, hidup penuh stres, kebencian, dan keluhan; bahkan saat memuaskan kesenangan egois, mereka tidak menemukan kebahagiaan, nilai, dan tujuan hidup.
Sepanjang hidup saya, saya berpikir berbeda dari kebanyakan orang. Meskipun mudah terpengaruh, saya tidak membiarkan hal itu mengendalikan tindakan dan pikiran saya. Saya tidak pernah berhenti menyukai sesuatu karena orang lain membencinya, atau mulai menyukainya karena semua orang menyukainya. Kita semua perlu punya cara berpikir dan bertindak sendiri, sambil menghormati cara orang lain.
Dengan menutup telinga dari komentar dan gagasan umum tentang bagaimana seharusnya hidup, saya berhasil mencapai tujuan saya dan masih berjuang mencapai tujuan baru yang muncul. Perjuangan berlangsung setiap hari, dan kita tidak perlu membuang waktu dengan orang-orang negatif atau yang tidak membantu tujuan kita.
Dunia membutuhkan hasil yang positif, dan tindakan kita memengaruhi orang-orang di sekitar kita. Jika Anda menerapkan setidaknya sebagian gagasan ikigai, Anda akan menemukan makna yang lebih jelas dalam hidup, sekaligus bergerak menuju impian dan tujuan Anda.
Apakah Anda sudah mencoba menemukan tujuan hidup Anda? Sudahkah Anda menerapkan sebagian gagasan dalam artikel ini? Tertarik mendalami topik ini lewat salah satu buku yang dibahas di bawah?
Ikigai untuk diisi
Bagaimana kalau Anda mengisi sendiri diagram ikigai? Seperti yang kita lihat sebelumnya, latihannya sederhana: ikuti bagan di bawah ini, tersedia dalam PNG berkualitas tinggi untuk diunduh, diwarnai, dan diisi sesuai keinginan.
Bagilah selembar kertas menjadi empat bidang: apa yang Anda cintai, apa yang Anda kuasai, apa yang ingin Anda pelajari, dan apa yang berguna bagi orang lain. Catat jawaban yang muncul di beberapa bidang sekaligus. Pilih dua atau tiga petunjuk, lalu ubah menjadi pengalaman nyata: sebuah kursus, percakapan, proyek kecil, atau jadwal tetap satu jam setiap minggu.
Setelah beberapa minggu, perhatikan apa yang berubah. Apakah kegiatan itu memberi Anda energi, kenalan baru, rasa ingin tahu, atau kemajuan? Catat juga apa yang belum berhasil: menemukan bahwa sebuah jalur tidak cocok juga merupakan hasil yang berguna.

Buku tentang ikigai
Titik awal yang baik adalah The Book of Ikigai: Untuk Hidup Seimbang, Lebih Bahagia, dan Panjang Umur karya Ken Mogi, neurosaintis Jepang kelahiran 1962 dan lulusan Universitas Tokyo. Edisi bahasa Indonesianya diterbitkan oleh Noura (PT Mizan Publika). Buku ini memperkenalkan filosofi ikigai secara utuh dan membumi, dengan lima langkah untuk menemukan makna hidup dan menjadi lebih bahagia.
Judul rujukan lainnya adalah Ikigai: Rahasia Hidup Bahagia dan Panjang Umur Orang Jepang karya Héctor García dan Francesc Miralles, buku yang membuat diagram empat lingkaran dikenal luas oleh pembaca di seluruh dunia. Kedua pendekatan ini saling melengkapi: satu berangkat dari budaya Jepang, satu lagi dari pembacaan praktis yang mempopulerkan diagram tersebut.
Okinawa dan ikigai
Okinawa sering muncul dalam pembahasan ikigai karena sebagian penduduknya hidup sangat panjang dan pulau ini dikenal dengan komunitas tetangga yang erat. Panjang umur dipengaruhi banyak faktor: pola makan, akses layanan kesehatan, kondisi sosial, aktivitas fisik, dan genetika. Ikigai berperan di dalamnya, tetapi tidak menjelaskan semuanya.
Orang Okinawa punya kebiasaan khas, seperti Hara Hachibu (腹八分), kebiasaan meninggalkan meja sebelum benar-benar kenyang, dengan perut terisi sekitar 80 persen. Kebiasaan ini diyakini berdampak baik bagi kesehatan.
Mereka juga banyak makan sayur, baik dari segi jumlah maupun variasi. Mereka minum banyak teh sanpincha, campuran teh hijau dan melati, serta jus jeruk shikuwasa, dan makan makanan pahit seperti goya.
Mereka tetap aktif bergerak, tanpa latihan berat, dan mengikuti klub bernama moai. Meditasi dan pikiran yang tenang melengkapi gaya hidup ini, yang lebih merupakan cara hidup daripada sekadar diet atau program latihan.
Penelitian menawarkan petunjuk, tanpa resep sederhana. Studi Ohsaki mengikuti 43.391 orang dewasa Jepang selama tujuh tahun: mereka yang tidak menemukan alasan hidup memiliki risiko kematian yang lebih tinggi, dengan kaitan kuat pada penyakit kardiovaskular dan penyebab eksternal, tetapi tidak pada kanker. Angka-angka ini menunjukkan hubungan, tanpa membuktikan sebab-akibat.

Pertanyaan dan jawaban cepat tentang ikigai
Selain pembahasan di atas, berikut jawaban singkat untuk beberapa pertanyaan yang sering muncul tentang ikigai.
Bagaimana cara menemukan ikigai saya?
Untuk menemukan ikigai Anda, lihat ke dalam diri dan renungkan apa yang Anda cintai, nilai-nilai yang Anda pegang, dan aktivitas yang Anda lakukan dengan begitu senang sampai lupa waktu.
Ikigai adalah kata Jepang untuk "alasan keberadaan". Dengan kata lain, ikigai adalah apa yang membuat Anda bangun dari tempat tidur setiap pagi. Untuk menemukannya, mulailah dari hal-hal sederhana, lalu bergerak menuju tujuan yang lebih besar.
Bagaimana menyusun ikigai saya?
Untuk menyusun alasan hidup Anda, jangan hanya menjawab pertanyaan di bawah ini; cobalah melakukan apa yang diminta:
- Mengapa Anda ingin menemukan tujuan Anda?
- Apakah Anda sudah membuat daftar hal yang suka Anda lakukan?
- Pernahkah Anda bertanya pada diri sendiri apa yang bisa Anda lakukan dengan baik?
- Apa yang paling penting bagi Anda?
- Apakah Anda memanfaatkan semua bakat Anda?
- Apakah Anda sudah keluar dari zona nyaman Anda?
Apakah ikigai sama dengan rencana hidup?
Kedua istilah ini dekat, tetapi tidak identik. "Rencana hidup" terdengar seperti misi besar; ikigai bisa juga berupa alasan sederhana dan konkret yang membuat hari-hari terasa berharga.
Bisakah seseorang memiliki lebih dari satu ikigai?
Bisa. Seseorang dapat menemukan makna dari beberapa sumber sekaligus, dan sumber-sumber itu bisa berubah seiring waktu. Mengetahui apa yang menopang hidup Anda pada tahap ini lebih penting daripada mencari satu jawaban yang pasti.
Ikigai sebagai praktik sehari-hari
Siapa pun yang mencari ikigai sedang mencari arah yang cocok dengan hidupnya sendiri. Konsep ini menjadi nyata dalam contoh-contoh sederhana: sebuah hubungan, sebuah pekerjaan, keterampilan baru, kontribusi untuk orang lain, atau kegiatan yang memberi ritme pada hari.
Jadikan diagram empat lingkaran sebagai sumber inspirasi, coba hal-hal kecil, dan tinjau kembali jawaban Anda dari waktu ke waktu. Setiap percobaan membuat Anda lebih jelas melihat apa yang benar-benar memberi Anda sesuatu, bahkan pada hari-hari biasa.






Komunitas
Komentar
0 komentar
Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.
Kirim komentar