Okinawa: kepulauan multi budaya

Sebuah perjalanan melalui sejarah, budaya, dan keindahan alam gugusan pulau di selatan Jepang

Dalam artikel hari ini kita akan mengenal kepulauan Okinawa (沖縄県) dan budayanya yang sangat berbeda dari Jepang secara keseluruhan. Kepulauan ini membentang di selatan Jepang hingga Taiwan, dengan total 169 pulau.

Daftar isi 3

Sejarah Okinawa

Hingga abad ke-19, Okinawa dikenal sebagai Kepulauan Ryukyu — sebuah kerajaan yang independen dari Jepang. Dengan demikian, kepulauan ini mengembangkan tidak hanya bahasa, tetapi juga budaya sendiri.

Setelah berakhirnya Perang Dunia II, Okinawa terus dikelola oleh Amerika Serikat selama 27 tahun, dan pada tahun 1972 dikembalikan ke administrasi Jepang.

Kepulauan ini dibagi menjadi tiga kelompok pulau yang lebih kecil: Miyako, Yaeyama, dan Kepulauan Okinawa, di mana ibu kota Naha berada. Masing-masing memiliki arsitektur yang berbeda dan variasi dalam bahasanya sendiri.

Naha adalah ibu kota Prefektur Okinawa, dengan sekitar 320 ribu penduduk — menjadikannya kota terbesar di prefektur tersebut. Di sana terdapat dua kelompok Yakuza, yang terbesar adalah "Okinawa Kyokuryu-kai".

Budaya Okinawa

Tanabata, juga dikenal sebagai hari yang tepat untuk pembersihan, adalah saat orang Okinawa membersihkan makam dan butsudan (altar keluarga) untuk menghindari kontaminasi energi negatif. Menurut tradisi, keluarga membersihkan makam sebagai tanda bagi leluhur mereka bahwa Obon semakin dekat.

Obon adalah semacam hari arwah, di mana keluarga berkumpul untuk menghormati leluhur mereka. Dipercayai bahwa pada hari ini roh-roh kembali ke Bumi untuk mengunjungi orang-orang yang mereka cintai.

Eisa (エイサー) adalah tarian yang berasal dari nyanyian dan doa Buddha yang diiringi melodi. Tarian ini dimainkan dengan Taiko (gendang) sebagai penghormatan kepada roh-roh leluhur.

Penari Okinawa menampilkan tarian Eisa dengan gendang Taiko

Sanshin (三線) adalah alat musik yang terdiri dari tiga senar, dengan kotak akustik yang dilapisi kulit ular. Dipercayai bahwa alat ini berusia lebih dari 4.000 tahun, dan penciptaannya diceritakan melalui Legenda Akainku.

Alat Sanshin tradisional dengan kotak akustik berlapis kulit ular

Tempat-tempat menarik di Okinawa

Istana Shuri dianggap sebagai warisan dunia oleh UNESCO.

Pulau utama Okinawa memiliki akuarium terbesar kedua di dunia, dengan beberapa toko dan restoran, sehingga Anda dapat memanfaatkan waktu sebaik-baiknya tanpa harus keluar untuk mencari makan. Di situs web Akuarium Churaumi Okinawa, Anda dapat mengakses berbagai jenis panduan, peta, dan informasi.

Akuarium besar berisi ikan tropis dan kehidupan laut

Tempat wisata lainnya adalah Okinawa World, di mana terdapat tanaman, kerajinan, hewan, makanan, dan berbagai pertunjukan tradisional.

Prefektur Okinawa memiliki sekitar 1.800 hotel, yang sangat diminati karena pantai pasir putihnya dan warna air yang bervariasi dari biru kristal hingga turquoise. Prefektur ini juga menjadi tempat yang bagus untuk melihat kembang api perayaan tahun baru, karena wilayah ini memiliki polusi cahaya yang sangat sedikit.

Air turquoise jernih dan pasir putih di sebuah pulau Zamami

Desa Zamami, yang menyambut para wisatawan, terletak dekat dengan Naha.

Gerbang tradisional Istana Shuri di Okinawa

Shisa adalah patung yang berasal dari Tiongkok, digunakan sebagai jimat pelindung yang tersebar di seluruh penjuru kota. Dipercayai bahwa dengan menempatkan Shisa di atas atap, rumah terlindungi dari bencana alam.

Okinawa memiliki iklim subtropis; oleh karena itu, di sana banyak ditanam tebu, nanas, pisang, jambu biji, jamblang, dan buah-buahan seperti buah naga serta manggis. Bagi siapa pun yang berada di Jepang — atau yang merencanakan perjalanan ke sana — dan ingin memuaskan kerinduan akan buah-buahan tropis, Okinawa adalah pilihan yang sangat baik.

Buah naga, dibudidayakan di Okinawa

Ada banyak lagi yang bisa dieksplorasi di surga ini. Okinawa telah melahirkan sebuah kancah musik yang kaya, dengan penyanyi seperti Gackt dan Namie Amuro, serta grup seperti Da Pump dan band Begin.

Sumber
Kevin Henrique

Tentang penulis: Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.