Kita tahu bahwa dalam bahasa Jepang ada berbagai cara untuk berterima kasih, seperti arigatou [ありがとう]. Tapi pernahkah kamu memikirkan bagaimana cara membalas ucapan terima kasih dalam bahasa Jepang? Dalam artikel ini, kita akan melihat berbagai cara mengatakan "sama-sama" dalam bahasa Jepang.
Setelah seseorang mengatakan arigatou [ありがとう], respons yang paling umum, sopan, dan formal adalah douitashimashite [どう致しまして] — padanan yang paling dekat dalam bahasa Indonesia mungkin "sama-sama" atau "kembali-kembali". Tapi bahasa Jepang punya banyak cara lain untuk menjawab, dan pilihan yang paling pas sangat bergantung pada situasi dan lawan bicara.

Daftar isi 3
Asal Kata Douitashimashite
Kata douitashimashite secara harfiah berarti kira-kira "saya benar-benar tidak melakukan apa pun dengan cara apa pun, jadi tolong jangan khawatir". Asal kata douitashimashite bisa dijelaskan dari dua bagian:
- dou [どう] berasal dari ekspresi donoyouni [どの様に], yang berarti "dengan cara apa" — dan di sini dipakai dalam makna yang lebih longgar, kira-kira "bagaimanapun juga" atau "tetap saja";
- itashimashite [いたしまして] berasal dari kata kerja itasu [致す], bentuk keigo (敬語, bahasa hormat) dan sopan dari kata kerja suru [する], yang berarti "melakukan".
Maka, douitashimashite juga menyampaikan nuansa "kapan saja", "tentu saja", "jangan khawatir", "tidak masalah", "itu tidak ada apa-apanya", "suatu kehormatan bagi saya", dan "senang bisa membantu". Dalam beberapa situasi sehari-hari, kamu bisa menghilangkan dou-nya dan cukup mengatakan itashimashite [いたしまして] saja — versi yang sedikit lebih lembut dan kasual dari ide yang sama.
Untuk konteks lebih lanjut soal sisi kultural kesopanan dalam bahasa Jepang, lihat juga pembahasan kami tentang pertanyaan apakah orang Jepang benar-benar sopan atau hanya berpura-pura, dan panduan kami mengenai kesempatan-kesempatan di mana kita perlu membungkuk di Jepang.
Cara Lain Mengatakan "Sama-Sama" dalam Bahasa Jepang
Meskipun douitashimashite adalah cara paling formal dan sopan untuk membalas "sama-sama" dalam bahasa Jepang, ada cukup banyak ekspresi lain yang lebih informal atau kasual, yang bisa kamu pakai bersama teman atau bahkan kenalan. Berikut daftar singkatnya:
| Arti dalam bahasa Indonesia | Bahasa Jepang | Romaji |
|---|---|---|
| Justru saya yang berterima kasih (formal, sering di antara rekan kerja) | こちらこそ | kochirakoso |
| Tidak, tidak / tidak masalah, santai saja (informal, dengan rekan kerja) | いえいえ | ie ie |
| Tidak apa-apa, hubungi saya saja kapan saja | ううん、いつでも声かけて | uun, itsudemo koe kakete |
| Jangan terlalu formal dengan saya | 遠慮しないで | enryoshinaide |
| Senang bisa membantu (di antara teman) | 助けになれて 良かった | tasukeni narete yokatta |
| Itu memang kewajiban saya (saat menjawab atasan atau klien) | 恐縮です | kyoushukudesu |
| Tidak masalah, jangan khawatir | 大丈夫 | daijoubu |
| Sama sekali tidak masalah | 全然 | zenzen |
| Tidak ada apa-apanya [yang spesial] (informal, bisa terkesan singkat) | 別に | betsuni |
| Tidak apa-apa (di antara teman, bisa juga terkesan singkat) | いいよ | iiyo |
Tonton video singkat berikut ini yang merangkum beberapa cara membalas "sama-sama" dalam bahasa Jepang:
Dalam Situasi Kasual
Di antara teman dekat, kamu bisa membalas ucapan terima kasih dengan hai (はーい) atau un (うん). Kadang kamu juga bisa menyelipkan candaan, misalnya kore takaiyo (これ高いよ) — yang secara harfiah berarti "ini mahal, lho!" — sebagai cara bercanda untuk mengatakan "kamu utang satu budi ke aku".
Selalu ada untungnya membaca situasi sebelum menjawab: tergantung siapa yang kamu ajak bicara dan konteksnya, pilihan ungkapan yang keliru bisa terdengar dingin, atau bahkan singkat. Kamu juga bisa menggabungkan beberapa ekspresi — misalnya iie, kochirakoso ("tidak, justru saya yang berterima kasih") — untuk melembutkan atau menyesuaikan nadanya.

Kamu juga bisa menjawab sebuah ucapan terima kasih dengan ucapan terima kasih lain, seperti arigatou — hal ini sering terjadi di toko-toko, di mana pelanggan dan penjaga kasir saling berterima kasih satu sama lain. Dan kadang, kamu tidak perlu mengucapkan apa-apa sama sekali: membungkuk sekilas, tersenyum, lalu berlalu.
Yang terutama, jangan lupakan senyumnya — senyum membuat semua jawaban di atas terdengar lebih hangat. Dari daftar di atas, manakah yang paling sering kamu pakai? Dan kalau kamu pernah tinggal atau sering berinteraksi di Jepang, pernahkah kamu mendengar salah satu jawaban ini terlontar dalam percakapan sungguhan?
Komunitas
Komentar
0 komentar
Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.
Kirim komentar