Nama Burung dalam Bahasa Jepang: Kosakata, Kanji, dan Romaji

Nama Burung dalam Bahasa Jepang: Kosakata, Kanji, dan Romaji

Dari 鳥 (tori) ke katakana: cara membaca nama burung tanpa tertukar dengan ayam

Di menu restoran Jepang, tori sering langsung terasa seperti ayam. Kanji-nya, , justru gambar burung — sayap, paruh, tubuh yang bisa terbang. Kebingungan itu wajar: kata yang sama bisa merujuk pada burung secara umum, unggas, atau daging ayam di piring.

Perlu diingat bahwa meskipun nama-nama burung dalam bahasa Jepang punya kanji, pada akhirnya lebih umum menulisnya dengan katakana atau kadang hiragana. Ini sering terjadi dengan nama hewan: kamus menyimpan ideogramnya, tapi di papan, buku pelajaran, dan percakapan sehari-hari yang muncul adalah トリ, スズメ, カラス.

Raja udang bertengger di cabang dengan paruh panjang menghadap ke depan

Paruh raja udang itu sempat jadi acuan bentuk kereta peluru dan raja udang — burung masuk ke desain, bukan cuma ke kamus.

Daftar isi 3

Tori, niwatori, dan kotori

Burung dalam bahasa Jepang disebut tori [鳥]. Itu payung besar: semua yang berbulu dan (pada dasarnya) bersayap. Di dapur, tori lebih sering berarti daging ayam — yakitori, toriniku — tanpa harus menyebut spesiesnya.

Ayam yang masih hidup punya nama sendiri: niwatori [鶏], secara harfiah “burung halaman”. Anak ayam adalah hiyoko [ひよこ]. Kalau yang dimaksud burung kecil di dahan, orang Jepang biasanya bilang kotori [小鳥], bukan sekadar tori.

Satuan hitung burung adalah wa: ichi-wa no tori, seekor burung. Itu beda dari satuan hewan berkaki empat, dan cukup sering muncul di teks pemula.

Daftar burung dalam bahasa Jepang

Untuk memudahkan pencarian, gunakan (CTRL + F) di peramban. Kolom Jepang mempertahankan kanji atau katakana yang biasa dipakai; romaji mengikuti ejaan yang sama.

Bahasa IndonesiaJepangRomaji
albatrosアホウドリahōdori
angsa白鳥hakuchō
angsa ternakガチョウgachō
ayamniwatori
ayam hutanキジkiji
ayam hutan Eropaヨーロッパヤマウズラyōroppa yamauzura
ayam hutan Hokkaidoエゾライチョウezo raichō
ayam hutan besarヨーロッパオオライチョウyōroppa ōraichō
ayam hutan hitamクロライチョウkuro raichō
bangautsuru
bebekkamo
branjangan雲雀hibari
bullfinchuso
burungtori
burung anis歌鶫uta tsugumi
burung anis lapanganノハラツグミnohara tsugumi
burung gerejasuzume
burung hantu bertelingaトラフズクtorafuzuku
burung hantu elangワシミミズクwashi mimizuku
burung kukuk郭公kakkō
burung nasarハゲワシhagewashi
burung storkシュバシコウshubashikō
burung tit四十雀shijūkara
burung unta駝鳥dachō
burung walettsubame
burung walet hujan雨燕ama tsubame
camarkamome
elang alaptaka
elang peregrinhayabusa
flamingoフラミンゴfuramingo
finchズアオアトリzuaoatori
gagakkarasu
gagak besar渡鴉watari garasu
gagak gunung深山烏miyama garasu
gagak tengkuk kelabuニシコクマルガラスnishikokumaru garasu
jalakムクドリmukudori
kakaktuaオウムōmu
kenari金糸雀kanaria
kolibri蜂鳥hachidori
kondorコンドルkondoru
kuntulsagi
merak孔雀kujaku
merleクロウタドリkurōtadori
merpatihato
muraikasasagi
nightingaleサヨナキドリsayonakidori
pelatukキツツキkitsutsuki
pelikanペリカンperikan
pinguinペンギンpengin
puyuhウズラuzura
rajawaliwashi
Sekelompok burung kecil bertengger rapat di ranting

Beberapa nama di atas punya “saudara” yang sering tertukar. Kamo [鴨] biasanya bebek liar; bebek ternak lebih sering ahiru [アヒル]. Tsuru [鶴] adalah bangau (crane) yang muncul di origami dan ucapan panjang umur; sagi [鷺] adalah kuntul di sawah. Karasu [鴉] adalah gagak yang di kota Jepang jauh lebih kentara daripada di banyak kota Indonesia.

Suara burung dalam bahasa Jepang

Suara hewan di Jepang punya ejaan sendiri, bukan terjemahan huruf demi huruf dari “kukuruyuk” atau “kukuk”. Kalau daftar lengkap onomatope Jepang terasa panjang, mulai dari yang paling sering muncul di buku anak dan anime.

  • berkotek — kokkotto naku [コッコッと鳴く]
  • berkokok — kokekokkō to naku [コケコッコーと鳴く]
  • berkicau — saezuru [さえずる]
  • kukuruyuk — kokekokkō [コケコッコー]
  • bunyi gagak — kākā to naku [カーカーと鳴く]
  • bunyi bebek — gāgā naku [ガーガー鳴く]
  • berbunyi — naku [鳴く]
  • mencicit — pīpī naku [ピーピー鳴く]

Verbanya hampir selalu naku [鳴く] untuk hewan; manusia “berteriak” pakai kata lain. Jadi ayam kokekokkō to naku, gagak kākā to naku, dan burung kecil saezuru ketika pagi terdengar ramai.

Kalau daftar ini sudah cukup untuk kamus saku, langkah berikutnya yang paling alami adalah nama hewan dalam bahasa Jepang secara lebih luas — dari inu sampai sakana — supaya tori tidak berdiri sendiri.

Sumber dan tautan berguna

Tentang penulis

Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.