Yama (山): berbagai cara mengatakan gunung dalam bahasa Jepang

Yama (山): berbagai cara mengatakan gunung dalam bahasa Jepang

Dari kanji 山 yang berarti gunung hingga nama seperti Fujisan dan Kitadake, berikut istilah, bacaan, dan contoh...

Yama (山) berarti gunung dalam bahasa Jepang dan termasuk salah satu kanji pertama yang dikenali pemula. Selain yama, bahasa Jepang memiliki beberapa istilah lain untuk gunung, puncak, dan lereng, serta bacaan berbeda ketika kanji ini menjadi bagian dari nama gunung.

Gunung memegang peranan penting dalam geografi dan budaya Jepang. Sekitar 73% wilayah negara ini berupa pegunungan, dan kanji 山 sendiri adalah piktogram, aksara bergambar yang bentuknya meniru gunung.

Dalam budaya Jepang, gunung adalah simbol penting dan sering dipandang sebagai tempat suci, tempat para dewa dan roh disembah. Jejaknya terlihat pada banyak nama tempat di Jepang yang memakai kanji 山, seperti 富山 (Toyama) dan 山口 (Yamaguchi).

Daftar isi 3

Kanji 山 (yama)

Kanji 山 termasuk salah satu kanji tertua dan terpenting, dan sering dipakai untuk mewakili gunung dalam bahasa Jepang.

Bentuk kanji 山 adalah piktogram tiga puncak gunung yang berasal dari aksara tulang ramalan, dan kini dipakai sebagai radikal dalam aksara lain yang berkaitan dengan batu dan tebing, seperti 岩 (iwa, batu).

Selain gunung, kanji ini membentuk banyak kata majemuk: 火山 (kazan), gunung berapi; 冬山 (fuyuyama), gunung di musim dingin; dan 高山 (kōzan), gunung tinggi.

Kanji ini juga muncul dalam ungkapan umum, seperti 山積み (yamazumi), yang berarti bertumpuk seperti gunung, dan 山彦 (yamabiko), gema yang terdengar di daerah pegunungan.

Gunung Fuji adalah contoh yang paling dikenal. Selama berabad-abad lerengnya menjadi subjek lukisan dan puisi Jepang, dan puncaknya kini ramai dikunjungi wisatawan serta pendaki.

Puncak-puncak Pegunungan Alpen Jepang terpantul di permukaan danau pada musim gugur

Berbagai istilah untuk gunung dalam bahasa Jepang

Ada beberapa bentuk untuk merujuk pada gunung dan bukit dalam bahasa Jepang. Berikut adalah beberapa yang utama:

  1. 山 (yama): bentuk yang paling umum untuk merujuk pada gunung dalam bahasa Jepang. Kata ini dipakai untuk menggambarkan jenis gunung apa pun, dari bukit kecil hingga puncak besar.
  2. 岳 (dake): kata untuk gunung yang tinggi dan megah, sering ditambahkan pada akhir nama gunung untuk menunjukkan bahwa gunung itu penting atau menantang. Contohnya 北岳 (Kitadake) di Pegunungan Alpen Jepang: dengan ketinggian 3.193 m, gunung ini menempati urutan kedua tertinggi di Jepang setelah Gunung Fuji, sekaligus puncak tertinggi di Jepang yang bukan gunung berapi. Gunung Fuji sendiri disebut Fuji-san atau Fujisan.
  3. 峰 (mine): puncak atau ujung tertinggi sebuah gunung. Puncak Gunung Fuji bernama 剣ヶ峰 (Kengamine) dan berada di ketinggian 3.776 m. Pendakian ke sana bisa dipersiapkan lewat panduan mendaki Gunung Fuji.
  4. 坂 (saka): tanjakan atau lereng. 雲母坂 (Kirarazaka) adalah jalur lama dari Kyoto ke puncak Gunung Hiei.
  5. 隆起 (ryūki): istilah dalam geologi untuk pengangkatan permukaan daratan, proses yang membentuk banyak pegunungan di Jepang.

Banyak kuil dan tempat suci dibangun di lereng gunung, dan mendaki menjadi cara populer untuk menikmati alam. Salah satu tujuan yang teramai adalah Gunung Fuji, dan lokasi terbaik untuk melihatnya tersebar di sekitar lima danau di sebelah utara.

Gunung Fuji dilihat dari jalan desa, di belakang rumah kaca dan ladang jagung

Gunung yang disebut "San"

Mengapa beberapa gunung di Jepang disebut "San"? Dalam nama gunung, san adalah bacaan Sino-Jepang (on'yomi) dari kanji 山, bacaan yang muncul dalam banyak kata majemuk. Akhiran ini berbeda dari -san pada nama orang, yang merupakan gelar kehormatan seperti pada Watanabe-san.

Selain nama terkenal Fujisan, beberapa gunung lain juga memakai bacaan ini pada namanya:

  • 筑波山 (Tsukubasan): gunung di Prefektur Ibaraki yang terdiri dari dua puncak, 男体山 (871 m) dan 女体山 (877 m).
  • 白山 (Hakusan): gunung berapi di perbatasan Prefektur Gifu, Fukui, dan Ishikawa, serta salah satu dari Tiga Gunung Suci Jepang bersama Gunung Fuji dan Gunung Tate.
  • 羊蹄山 (Yōteizan): gunung berapi di Hokkaido yang juga dijuluki "Ezo Fuji".

Jadi, Fujisan berarti "Gunung Fuji", sedangkan "Gunung Fujiyama" mengulang kata yang sama karena yama sudah berarti gunung. Nama gunung di Jepang bisa dibaca dengan pola ini: kanji terakhir 山 biasanya berbunyi san atau zan (Fujisan, Tsukubasan, Yōteizan), sementara 岳, 峰, dan 坂 menunjuk gunung tinggi, puncak, dan lereng. Dengan begitu, sebuah nama di peta atau papan penunjuk jalan tidak lagi membingungkan.

Sumber dan tautan berguna

Tentang penulis

Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.