Kata kasar dalam anime Jepang: arti, nada, dan jebakan terjemahan

Kata kasar dalam anime Jepang: arti, nada, dan jebakan terjemahan

Satu kata Jepang, tiga intensitas: kamus, subtitle, dan adegan.

Di subtitle, temee sering jadi “brengsek”. Di kamus, kadang cuma “kamu”. Di adegan, itu nada perkelahian. Jebakan umpatan anime ada di situ: satu kata Jepang, tiga intensitas yang berbeda.

Saat menonton, terasa seolah orang Jepang meledak dengan kata kasar setiap kali marah. Di kereta atau kantor, hampir tidak. Ada juga artikel tentang hinaan dan kata kasar dalam bahasa Jepang secara umum; di sini yang dibahas adalah yang paling sering terdengar di anime, dan di mana terjemahan biasanya berlebihan.

Daftar isi 15

Kuso - 糞 - Sial, kotoran

Kuso berarti kotoran, sampah, sial. Ini salah satu kata paling serbaguna: informal, kasar, tapi juga pas saat kamu membenturkan jari kelingking di sudut sofa atau menumpahkan jus ke kemeja baru. Di anime, itu sering muncul sebagai seruan ke keadaan, bukan selalu sebagai hinaan ke orang.

Kanji [糞] secara harfiah menunjuk kotoran. Variasi yang lebih sering di layar adalah bentuk pendek kuso! dan gabungan seperti kusogaki (anak brengsek). Subtitle yang menuliskan “tai” atau “brengsek” untuk setiap kuso biasanya membesarkan nada yang, di Jepang, lebih dekat ke “sial”.

Sepatu boots tertempel permen karet di aspal, momen sial yang cocok dengan seruan kuso

Uzai - ウザイ - Menjengkelkan

Uzai secara harfiah berarti menjengkelkan atau berisik. Saya sering melihatnya dipakai saat karakter perempuan kesal pada seseorang yang ribut. Itu umum, tapi bukan satu-satunya cara.

Penulisan yang tepat adalah うざい / ウザイ, bukan オザイ. Kata ini kependekan dari uzattai (うざったい), “menyebalkan, mengganggu”. Di anime sering tumpang tindih dengan urusai (berisik), tapi uzai lebih ke orang atau sikap yang bikin capek, bukan hanya volume suara.

Catatan: uzai kadang dipakai seperti “diam, menyebalkan”. Damare (黙れ) adalah perintah “diam” yang lebih agresif. Tidak semua “berisik” di subtitle adalah damare; banyak yang cuma urusai.

Karakter anime memakai topeng kepala kuda di kamar, sementara gadis lain menatap kaget

Chikushou - 畜生 - Sial, binatang

Chikushou, dalam pemakaian sehari-hari di layar, hampir selalu seruan tiba-tiba: sial, brengsek, gagal lagi. Mirip kuso saat sesuatu tidak berjalan. Itu contoh umpatan yang jarang “ditujukan” ke seseorang seperti nama ejekan.

Ditulis dengan [畜] (ternak, hewan) dan [生] (hidup): secara harfiah, makhluk di alam binatang dalam kosakata Buddhis, atau “binatang / biadab” jika benar-benar dilempar ke orang. Yang tidak dilakukan kata ini: menjadi daftar arti acak seperti zina atau sumpah serapah lain. Di anime, yang kamu dengar hampir selalu luapan ke situasi.

Baka - バカ - Bodoh, dungu

Baka adalah kata Jepang yang cukup umum. Dipakai ke orang, artinya bodoh, tolol, idiot. Saya percaya ini yang paling dikenal, karena saya belum menonton anime di mana kata ini tidak muncul setidaknya lima kali.

Setelah mendengar hinaan ini begitu sering, saya bahkan menggunakannya sehari-hari dan tidak sadar sudah mengucapkannya. Sederhana, cepat, mudah, dan sangat berguna. Kenapa tidak?

Bakayarou kelihatan mirip kalau dilihat dangkal, tapi bedanya terasa. Bakayarou bukan cuma idiot: idiot yang lengkap. Bisa dibilang ini versi naik tingkat dari baka. Hal-hal yang kelihatan mudah justru yang paling sulit dijelaskan.

Rusa dan kuda di padang rumput, dua kanji yang membentuk 馬鹿 (baka)

Aho - 阿呆 - Idiot

Bahasa Jepang memang punya banyak cara memanggil seseorang bodoh. Aho berarti idiot, lamban, atau bego. Mirip baka, meski kanjinya berbeda. Perbedaan utamanya: aho biasa di wilayah Kansai, sementara baka lebih kental di Kanto, termasuk Tokyo.

Lucunya, di daerah yang tidak memakai kata itu sehari-hari, yang “asing” justru terdengar lebih keras. Aho di Tokyo bisa lebih menusuk daripada di Osaka; baka di Kansai kadang terasa lebih kasar daripada di Kanto. Nada dan wilayah yang bicara, bukan kamus, yang menentukan seberapa menyakitkan.

Yatsu - 奴 - Orang itu

Bahasa Jepang penuh halus-halusan, dan sebagian hinaan terbentuk di situ. Yatsu secara harfiah “orang itu”, tapi membawa aura negatif. Kamu tidak selalu menghina secara terbuka: kamu menaruh orang itu di tingkat lebih rendah, merujuk mereka seperti “itu” (yatsu juga dipakai untuk benda).

Di bahasa Indonesia, bayangkan “si itu” atau “orang itu” yang diucapkan dengan meremehkan. Terjemahan yang membesar menjadi “bajingan” untuk setiap yatsu bisa menyesatkan: kadang yang kasar justru jaraknya, bukan kosakatanya.

Fuzakeru na - ふざけるな - Jangan bercanda!

Fuzakeru berarti bercanda, dan partikel na menolak kata itu. Artinya: jangan bercanda dengan saya. Dipakai agresif, ini biasanya peringatan, intimidasi, atau ancaman.

Mungkin bukan hinaan eksplisit, tapi referensi tersirat di arti dan cara pakainya. Karena itu saya suka mengklasifikasikannya sebagai kata agresif. Bagaimana bisa bukan kata agresif ketika seseorang mengintimidasi kamu dengan cara ini?

Kata fuzakeru [巫山戯る] secara harfiah berarti bercanda dalam arti menipu, mengejek, tertawa atas sesuatu, membuat lelucon dengan orang. Terdiri dari [巫] (dukun), [山] (gunung) dan [戯] (bercanda, bermain).

Sosok berjubah dengan tangan rangka di samping kuda hitam di bawah bulan purnama

Shinee - 死ねえ - Mati!

Secara harfiah: mati. Tidak perlu banyak penjelasan, karena katanya sendiri sudah mengatakan semuanya. Saya biasanya melihatnya tepat setelah klise protagonis melihat celana dalam gadis-gadis atau masuk ke kamar saat mereka telanjang. Tapi tidak hanya dalam situasi itu.

Bentuk kasar 死ねえ / 死ね adalah perintah. Di antara teman, di fiksi, kadang sudah tumpul karena terlalu sering. Di kehidupan nyata, menyuruh orang mati tetap umpatan yang sangat ofensif. Jangan meniru hanya karena terdengar di episode komedi.

Debu - デブ - Gemuk

Kata ini secara harfiah berarti gemuk atau agak gemuk; bisa jadi hinaan, bisa juga deskripsi kasar. Cara lain mengatakan gemuk dalam bahasa Jepang: futoi [太い]; marumaru [丸々] yang memberi ide bundar; dan chuubutori [中太り] yang secara harfiah kelebihan berat badan.

Ini pas sekali untuk protagonis Accel World, Debu paling dikenal di anime, dan juga Debu yang paling beruntung karena mendapatkan apa yang banyak orang impikan. Ejekan fisik di Jepang, seperti di sini, menusuk karena menempel di tubuh; di shonen sering jadi lelucon yang karakter itu sendiri bawa sampai dewasa.

Panel manga dengan gelembung 変態, figur karakter yang dipeluk, dan gadis anime berpakaian renang

Hentai - 変態 - Cabul

Berbicara tentang kata klasik, ini berarti cabul secara seksual. Penggunaannya cukup umum, dan ada peringatan untuk tidak bingung dengan genre dewasa anime. Harus memperhatikan konteks. Untuk memperdalam, kami menulis artikel yang menjelaskan mengapa di Barat hentai dipakai merujuk konten dewasa di anime.

Nanda - なんだ - Apa sih?

Apa sih? Saya akan mengklasifikasikannya sebagai pertanyaan agresif, kalau istilah itu ada. Tapi juga umum melihat pertanyaan ini di anime, lebih sering daripada bentuk yang lebih formal. Sering diiringi kata lain untuk menambah tekanan atau merumuskan pertanyaan lain.

Contohnya “Nanda yo omae-wa?” yang berarti “Siapa sih kamu pikir kamu itu?”. Tapi juga punya bentuk lain.

Kolase Kenshiro menunjuk, karakter terkejut dengan teks What, dan ledakan dari meme omae wa mou shindeiru

Temee - 手前 - Kamu!

Untuk menghidupkan lagi diskusi tentang kata yang harus berhati-hati saat diterjemahkan: ini contohnya. Secara harfiah bisa berarti “kamu”, tetapi dalam praktik ceritanya lain. “Kamu” ini dipakai sebagai hinaan.

Temee ditulis [手前], tangan dan depan: orang yang ada di depan saya. Dipakai terutama oleh pria, dengan nada vulgar dan agresif. Di kehidupan nyata hampir tidak dipakai; di shonen, itu bahan bakar perkelahian.

Omae (お前) juga “kamu” yang kasar, tapi masih lebih sering terdengar di antara pria akrab. Temee selangkah lebih rendah: hampir selalu musuh, amarah, atau lelucon yang meniru amarah itu.

Kisama - 貴様 - Kamu (musuh)

Kisama adalah “kamu” yang paling sering disalahpahami pemula. Kanji 貴 + 様 dulu bernada hormat. Sekarang, di fiksi, itu sapaan musuh: kamu yang kubenci, kamu yang kuhadapi. Villain, rival, pendekar yang melepaskan sopan santun.

Di jalanan Jepang hampir tidak ada yang memanggil orang kisama. Kalau subtitle menuliskan “kau, sialan” setiap kali kisama muncul, itu mendekati fungsinya di anime. Kalau kamu menirunya ke kasir atau ke teman Jepang, yang terdengar bukan keren: terdengar seperti dialog perang.

Di layar lebih keras daripada di jalan

Daftar di atas bukan ranking umpatan terpopuler di Jepang. Itu peta kata yang anime ulang-ulang karena drama butuh volume. Baka dan kuso masih bisa lolos di percakapan sangat informal. Temee, kisama, dan shine hampir milik fiksi, atau pertengkaran yang sudah pecah.

Yang subtitle sering sembunyikan: orang Jepang lebih sering kasar lewat nada, kata ganti yang dihindari, atau diam yang dingin, bukan lewat daftar kata kotor sepanjang ini. Belajar artinya supaya kamu paham adegan. Memakainya ke orang asing adalah cara cepat kelihatan tidak tahu konteks.

Slang dan kata kasar lain di anime?

Ada hinaan lain, kata agresif, dan variasi yang tidak masuk daftar ini. Saya mencoba memasukkan yang paling sering terdengar, dari yang sudah berkali-kali muncul di episode, bukan dari kamus umpatan yang lengkap.

Kalau ada kata yang menurutmu wajib ada di peta ini, atau terjemahan yang pernah menyesatkanmu, tulis di komentar. Terima kasih sudah membaca sampai di sini.

Sumber dan tautan berguna

Tentang penulis

Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.