Cerita, dongeng, fabel, dan legenda hadir di seluruh penjuru dunia. Beberapa hanya untuk hiburan, yang lain menyimpan makna yang lebih dalam. Fabel biasanya membawa pelajaran moral. Yang akan kita ikuti di sini adalah Naita Aka Oni, oni merah yang menangis.
Cerita seperti ini tetap enak didengar, dan pelajarannya ikut sampai akhir. Karena yang kita bahas adalah Jepang, dongengnya juga dari sana: seorang oni merah dan seorang oni biru. Di Jepang, kisah ini termasuk yang paling dikenal. Oni, dalam cerita Jepang, adalah makhluk bertanduk yang sering disamakan dengan ogre. Dalam dongeng Hamada Hirosuke, oni merah dan oni biru ingin dianggap baik.
Dongeng ini ditulis untuk anak-anak, dan orang dewasa tetap bisa mengikutinya. Kalau kamu suka cerita semacam ini, kami punya satu lagi di situs ini: kisah kakek yang membuat pohon berbunga.

Pada gambar itu, oni biru dari lukisan lama berdiri di samping dua oni Dragon Ball, biru dan merah, dengan Goku kecil di depan mereka.
Dua oni dan papan di depan rumah
Dahulu kala, ada dua oni. Satu berwarna merah dan yang lainnya berwarna biru. Oni merah ingin berteman dengan anak-anak yang tinggal di desa terdekat. Karena itu ia memasang papan di depan rumahnya:
- Rumah oni yang baik hati
- Siapa pun boleh masuk
- Ada kue yang enak, dan teh sudah diseduh
Tidak ada yang datang. Oni merah menjadi bingung, lalu sedih, lalu marah. "Aku oni yang baik hati. Mengapa tidak ada yang mengunjungiku?" Dalam kesal itu ia mencabut papannya. "Ini sia-sia."
Sahabatnya, oni biru, tergerak oleh perasaan temannya dan berkata: "Lihat, aku punya rencana."
Rencananya begini. Oni biru akan pura-pura menakut-nakuti anak-anak. Saat keributan itu terjadi, oni merah muncul, mengusir oni biru, dan anak-anak melihat siapa yang menolong mereka. Oni merah merasa rencana itu berat bagi sahabatnya, tetapi oni biru bersikeras membawanya ke desa.
Begitulah yang mereka lakukan, dan rencana itu berjalan. Oni merah menjadi makhluk yang paling disukai anak-anak, dan mereka datang bermain ke rumahnya.

Setelah beberapa waktu bersama anak-anak, oni merah sadar bahwa oni biru tidak pernah datang lagi. Ia pergi ke rumah sahabatnya untuk bercerita. Pintunya tertutup rapat. Di samping pintu ada surat.
Dalam versi yang biasa diceritakan, surat itu meminta oni merah hidup rukun dengan manusia. Oni biru menulis bahwa, kalau ia terus berteman dengan oni merah, orang-orang bisa mengira oni merah juga jahat. Ia memilih perjalanan yang panjang, berpesan agar sahabatnya menjaga diri, dan menutup dengan kalimat bahwa ia tetap temannya.
Ia membaca surat itu dua atau tiga kali, diam. Lalu ia menangis. Oni biru sudah pergi. Sahabatnya sudah pergi. Air matanya tidak mengubah apa yang terjadi. Keduanya tidak bertemu lagi.
Hamada Hirosuke dan judul yang berganti
Judul Naita Aka Oni, 泣いた赤おに, baru muncul pada 1937. Hamada Hirosuke menulis dongeng ini lebih awal. Pada Agustus 1933 cerita itu mulai dimuat di majalah anak Kashikoi Shōgaku Ninensei, terbitan Seibunkan, dengan judul おにのさうだん. Pada 1934, di majalah anak yang lain, judulnya menjadi Oni no namida, 鬼の涙. Buku pertamanya terbit pada Juli 1935, di dalam kumpulan Hirosuke Hiragana dōwa dari penerbit Okamura.
Kamus Digital Daijisen menyebut inti dongeng ini persahabatan dan perpisahan: oni biru menerima peran penjahat agar oni merah bisa berteman dengan manusia.
Di buku moral kelas 4 SD dari Mitsumura Tosho, Kimi ga ichiban hikaru toki, dongeng ini masuk pada tema persahabatan dan kepercayaan, halaman 80. Pertanyaan di depan bacaan itu sederhana: menjaga teman itu seperti apa.
Pada 2011, Yamazaki Takashi dan Yagi Ryūichi menyutradarai film 3D berjudul friends もののけ島のナキ, Naki di pulau para monster. Film itu diangkat dari dongeng Hamada.

Wajah merah dan tanduk pada gambar di atas adalah Zero Two, dari Darling in the Franxx, saat ia menangis. Kulit merah dan air matanya mengingatkan orang pada oni merah dalam dongeng ini.
Bagaimana kata orang, kita hanya menghargai apa yang kita miliki ketika kita kehilangannya. Oni merah baru merasakan beratnya sahabat itu setelah rumah oni biru kosong, padahal anak-anak sudah mau masuk ke rumahnya.






Komunitas
Komentar
0 komentar
Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.
Kirim komentar