Apa perbedaan antara 思う dan 考える?

Apa perbedaan antara 思う dan 考える?

Keduanya jadi “berpikir” di kamus. Di Jepang, itu dua jenis pikiran.

Kedua kata kerja 思う (omou) dan 考える (kangaeru) sering diterjemahkan ke bahasa Indonesia sebagai “berpikir”. Kalau artinya kelihatan sama, orang Jepang tetap merasakan dua gerakan yang tidak saling menggantikan.

Kamus menumpuk keduanya — kadang ditambah 考慮する (kouryo suru) — di bawah satu kata. Padahal 心 di dalam 思う dan 考 di dalam 考える sudah memberi petunjuk: satu dekat dengan hati, yang lain dengan pertimbangan yang dikerjakan.

Taiga Aisaka dari anime Toradora, ekspresi tegang seolah menimbang perasaan
Daftar isi 3

Perbedaan antara 思う dan 考える

Pertama, kata kerja omou (思う) secara harfiah berarti “pikir”, tetapi tergantung pemakaiannya bisa berarti “anggap”, “percaya”, “nilai”, “bayangkan”, “duga”, “harapkan”, “rasakan”, “inginkan”, “ingat”, dan “kenang”. Ada juga kata benda 思い (omoi) yang merentang dari pikiran dan imajinasi sampai hati, keinginan, harapan, cinta, kasih sayang, perasaan, dan pengalaman. Lebih subjektif atau emosional: Anda berpikir dengan hati, bukan dengan logika yang disusun.

Sementara kata kerja kangaeru (考える) secara harfiah lebih ke “memikirkan sesuatu”: mempertimbangkan, merenungkan, merefleksikan, sampai pada kesimpulan, merencanakan, memprediksi, mengantisipasi, bahkan meragukan. Jelas kita tidak bilang kata-kata ini berarti semuanya sekaligus — itu makna dan ide yang bisa mereka bawa dalam percakapan atau teks. Kangaeru lebih objektif: memeriksa pro dan kontra, berpikir dengan kepala.

Omou (思う) lebih ke hati: pendapat, perasaan, dugaan. Kangaeru (考える) lebih ke kepala: plus-minus, rencana, kesimpulan.

Ketika Anda merasakan atau memikirkan sesuatu dan punya pendapat subjektif, Anda memakai omou, seperti dalam kalimat di bawah ini:

  • おいしいと思う
  • oishii to omou
  • Menurutku ini enak

Ketika pembicara ingin mengungkapkan pendapat atau pemikiran pribadi, dia bisa memakai kata kerja bentuk biasa, kata sifat, atau frasa nomina diikuti と思う. 考える punya pola yang mirip, tetapi biasanya berhubungan dengan perencanaan. Seperti dalam contoh di bawah ini:

  • 将来、医者になろうと考える
  • shourai, isha ni narou to kangaeru
  • Aku berpikir (merencanakan) untuk menjadi dokter di masa depan

Di restoran, “maaf, saya masih berpikir” memakai 考える: まだ考えています (mada kangaete imasu). まだ思っています terdengar janggal karena omou tidak mengarah ke keputusan di menu. Itu juga sebabnya 考えすぎる (kangaesugiru, “kebanyakan berpikir”) biasa dipakai, sementara 思うすぎる tidak hidup sebagai ungkapan.

Bandingkan juga: 彼は優しいと思う (kare wa yasashii to omou, “kurasa dia orang baik”) dengan この問題を考える (kono mondai o kangaeru, “memikirkan soal ini”). Yang pertama adalah kesan; yang kedua adalah kerja di kepala. Kalau Anda tidak yakin jam berapa pertandingan dimulai, 二時からだと思う juga memakai omou: itu ingatan yang tidak 100% dikunci.

Ilustrasi fujoshi, penggemar yaoi, dengan ekspresi asyik membayangkan

Kapan keduanya bisa, kapan hanya satu

Ada pasangan yang menerima kedua kata, dengan nuansa berbeda. 子どもの将来を思う (kodomo no shourai o omou) lebih ke harapan atau khawatir soal masa depan anak. 子どもの将来を考える lebih ke sekolah, uang, langkah konkret.

Coba sisipkan “pelan-pelan, dengan teliti”: じっくり考える terdengar alami; じっくり思う terasa kaku. Begitu juga niat yang Anda kendalikan: 今から考えよう (“ayo dipikir dari sekarang”) biasa; 今から思おう hampir tidak dipakai, karena omou sulit “dinyalakan” atas perintah.

Pendapat spontan — “dia orang baik”, “besok mungkin hujan” — hampir selalu と思う. Kalau yang Anda tunjukkan adalah kesimpulan yang sudah ditimbang, と考える lebih berat, lebih sering di tulisan atau rapat daripada di obrolan santai. Menambah 〜のこと (koto) setelah objek — 地球の未来のことを思う / 考える — membuat “hal ihwal” itu terdengar lebih luas, termasuk yang terkait, dan sering terasa lebih alami.

Cara lain menulis 思う, dan kata yang dekat

Ada juga cara lain menulis omou dengan kanji 想う, yang tetap dibaca sama. 想う jarang dipakai dan memberi rasa merasakan sekaligus memvisualisasikan, seolah ada gambar di kepala. Pasangan bacaan dengan beberapa kanji ini bukan hal aneh dalam bahasa Jepang: kata kerja miru (見る, 観る, 視る, 診る, 看る) juga pecah menurut cara melihat.

Ada kata kerja zonjiru (存じる) yang membawa ide “menganggap”, “tahu”, “mempertimbangkan”, dalam register sopan atau rendah hati — bukan “sonjiru”. Dan oboeru (覚える), “menghafal” dan “mengingat”, kadang menyinggung pikiran yang menempel, bukan proses menimbang.

考慮する (kouryo suru) berdiri sendiri: “mempertimbangkan” suatu hal, sering yang resmi atau yang punya konsekuensi. Itu bukan ejaan lain dari 考える. Kalau kamus menumpuk ketiga kata di bawah “berpikir”, yang tertukar biasanya justru pasangan omou–kangaeru dengan kouryo suru.

Pola “satu terjemahan, dua kata Jepang” muncul di tempat lain juga: takusan dan 多く untuk “banyak”, atau kudasai dan onegaishimasu untuk “tolong”. Yang membedakan bukan kamus, melainkan apa yang sedang terjadi di kepala — atau di hati — saat kalimat itu keluar.

Sumber dan tautan berguna

Tentang penulis

Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.