Di restoran, mizu o kudasai (水をください) dan mizu o onegaishimasu (水をお願いします) sama-sama dapat membawa segelas air ke meja. Namun saat memberi tujuan kepada sopir taksi, Tōkyō-eki made onegaishimasu terdengar jauh lebih alami. Dua kata ini sering diterjemahkan sebagai “tolong”, tetapi yang menentukan pilihan bukan terjemahan satu kata.
Kudasai (ください) dan onegaishimasu (お願いします) sama-sama sopan dalam banyak keadaan sehari-hari. Perbedaannya muncul dari bentuk kalimat, jenis permintaan, dan kesan yang ingin diberikan: apakah Anda meminta benda, meminta seseorang melakukan layanan, atau meminta tindakan tertentu.
Daftar isi 7
Apa arti kudasai?
Kudasai secara harfiah dekat dengan “berikan kepada saya”. Bentuk ini berkaitan dengan kata kerja kudasaru (くださる), bentuk hormat dari “memberi” ketika seseorang melakukan sesuatu untuk penutur. Dalam percakapan, kudasai lazim dipakai setelah kata benda atau setelah kata kerja bentuk -te.
Untuk meminta benda, polanya mudah dikenali: kata benda + o/wo + kudasai. Bentuk ini tidak kasar; ia adalah cara yang biasa dan cukup sopan untuk meminta sesuatu yang konkret.
| Kitte o kudasai. 切手をください。 Tolong berikan perangko. | Mizu o kudasai. 水をください。 Air, tolong. |
Kudasai juga sangat penting setelah bentuk -te. Di sini yang diminta bukan benda, melainkan tindakan dari lawan bicara.
| Chotto matte kudasai. ちょっと待ってください。 Tolong tunggu sebentar. | Nihongo o oshiete kudasai. 日本語を教えてください。 Tolong ajari saya bahasa Jepang. |
| Ashita kite kudasai. 明日来てください。 Tolong datang besok. | Koko ni kaite kudasai. ここに書いてください。 Tolong tulis di sini. |
Karena itu, jangan mengganti bentuk -te kudasai begitu saja dengan onegaishimasu. Jika ingin meminta seseorang menulis, kaite kudasai (書いてください) adalah pola yang langsung dan wajar.
Apa arti onegai dan onegaishimasu?
Onegai (お願い) berhubungan dengan negau (願う), “mengharapkan” atau “memohon”. Awalan o- memberi nuansa sopan, sedangkan shimasu berarti “melakukan”. Jadi onegaishimasu menyampaikan permintaan dengan cara menyerahkan urusan itu kepada orang lain.
Ungkapan ini sangat berguna ketika Anda meminta layanan, bantuan, penanganan sesuatu, atau perhatian orang lain. Dalam keadaan seperti itu, benda yang disebut bukan selalu benda yang ingin “diberikan” kepada Anda; sering kali benda itu hanya menjadi nama layanan yang diminta.
Misalnya, saat naik taksi, Anda tidak meminta Stasiun Tokyo sebagai barang. Anda meminta pengemudi mengantar ke sana. Saat menelepon kantor, Anda tidak meminta seseorang untuk “diberikan” kepada Anda; Anda meminta agar disambungkan.
| Tōkyō-eki made onegaishimasu. 東京駅までお願いします。 | Ke Stasiun Tokyo, tolong. Digunakan kepada sopir taksi. |
| Yoyaku o onegai dekimasu ka. 予約をお願いできますか。 | Bisakah saya meminta bantuan untuk membuat reservasi? |
| Kokusai denwa o onegaishimasu. 国際電話をお願いします。 | Tolong sambungkan panggilan internasional. |
| Kazuko-san o onegaishimasu. 和子さんをお願いします。 | Bolehkah saya berbicara dengan Kazuko-san? Digunakan saat menelepon. |
Onegai tanpa shimasu juga dapat muncul sebagai permohonan kasual atau emosional, terutama di awal atau akhir ujaran. Contohnya onega i, watashi ni hanashite (お願い、私に話して) berarti “tolong, bicaralah dengan saya”. Bentuk ini berbeda dari pola sopan onegaishimasu dan tidak menggantikan tata bahasa bentuk -te kudasai.
Perbedaan kudasai dan onegaishimasu dalam praktik
Untuk beberapa benda, keduanya bisa dipakai. Kitte o kudasai dan kitte (o) onegaishimasu sama-sama masuk akal ketika membeli perangko. Begitu pula dengan air di restoran. Pilihannya lebih berupa nuansa: kudasai menonjolkan permintaan benda, sedangkan onegaishimasu dapat terdengar seperti menyerahkan pesanan atau layanan kepada staf.
| Kitte o kudasai. 切手をください。 Tolong berikan perangko. | Kitte (o) onegaishimasu. 切手(を)お願いします。 Perangko, tolong. |
| Mizu o kudasai. 水をください。 Air, tolong. | Mizu (o) onegaishimasu. 水(を)お願いします。 Air, tolong. |
Partikel o/wo (を) sering dihilangkan dalam percakapan, terutama sebelum onegaishimasu. Penghilangan partikel tidak mengubah inti permintaan; konteks tetap menjelaskan apa yang dimaksud.
Patokan cepat: gunakan kudasai untuk benda atau setelah kata kerja bentuk -te; gunakan onegaishimasu saat meminta layanan, bantuan, atau penanganan sesuatu. Untuk beberapa pesanan sederhana, keduanya tetap wajar.
Kapan sebaiknya memakai masing-masing?
Gunakan ください (kudasai) ketika:
- meminta benda konkret: kore o kudasai (これをください, saya mau yang ini);
- meminta tindakan dengan bentuk -te: misete kudasai (見せてください, tolong tunjukkan);
- Anda ingin membuat permintaan yang jelas dan sopan tanpa mengubahnya menjadi permintaan layanan.
Gunakan お願いします (onegaishimasu) ketika:
- meminta layanan, seperti tujuan taksi, sambungan telepon, reservasi, atau penanganan dokumen;
- meminta bantuan atau kerja sama: gokyōryoku o onegaishimasu (ご協力をお願いします);
- memesan sesuatu ketika Anda ingin menekankan permintaan kepada staf, bukan sekadar bendanya.
Formalitas bukan satu-satunya aturan. Kudasai tidak otomatis kasar, dan onegaishimasu tidak selalu satu-satunya pilihan yang sopan. Cara paling aman adalah melihat apa yang sedang diminta dan meniru pola yang dipakai pada situasi serupa.
Ringkasan singkat
Jika Anda meminta air atau barang di toko, kudasai adalah pilihan aman; onegaishimasu juga bisa digunakan sebagai cara memesan. Jika Anda meminta pengemudi mengantar, meminta bantuan staf, atau meminta berbicara dengan seseorang melalui telepon, onegaishimasu biasanya lebih tepat. Untuk meminta orang melakukan tindakan, ingat pola bentuk -te + kudasai.
Memahami perbedaan kecil ini membantu kalimat terdengar lebih alami tanpa harus mencari kata “tolong” yang sempurna setiap saat. Untuk memahami kata kerja dasarnya, lihat pembahasan tentang suru dan shimasu dalam bahasa Jepang. Anda juga dapat melanjutkan dengan berbagai cara mengucapkan terima kasih dalam bahasa Jepang.
Komunitas
Komentar
0 komentar
Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.
Kirim komentar