Bayangkan Anda turun dari feri singkat dan di dermaga sudah disambut puluhan kelinci yang langsung mendekati kaki Anda, mengendus sepatu, dan menunggu makanan ringan. Itulah sapaan sehari-hari yang didapat pengunjung di Okunoshima (Ōkunoshima, 大久野島), sebuah pulau kecil di Laut Pedalaman Seto yang hampir semua orang di Jepang kenal dengan julukan Usagi-jima (ウサギ島), Pulau Kelinci. Yang paling mengejutkan bagi pengunjung pertama kali bukan hanya betapa banyak kelinci yang tinggal di sana, tetapi betapa jinaknya kelinci-kelinci itu, dan betapa permukaan pulau yang lucu dan lembut itu menutupi salah satu bab paling rahasia dari sejarah Jepang di masa perang.
Okunoshima secara administratif termasuk wilayah kota Takehara di Prefektur Hiroshima dan terletak hanya beberapa kilometer dari pesisir, dekat Mihara dan Tadanoumi. Pulau ini kecil, kelilingnya sekitar empat kilometer, dan Anda dapat dengan mudah menjelajahinya dengan berjalan kaki atau dengan sepeda sewaan dalam waktu setengah hari. Saat ini pulau ini adalah tujuan luar ruangan yang santai, dengan area perkemahan, lapangan golf, hotel resor, jalur jalan kaki, pantai kecil, dan Museum Gas Beracun yang sederhana, yang mendokumentasikan fungsi pulau ini antara tahun 1929 dan 1945.

Daftar isi 4
Kelinci Okunoshima
Populasi kelinci Okunoshima saat ini diperkirakan mencapai beberapa ratus ekor, yang hidup bebas di halaman rumput, jalur jalan kaki, dan tepi hutan pulau ini. Selama puluhan tahun, cerita yang paling sering terdengar adalah bahwa kelinci-kelinci ini adalah keturunan langsung dari hewan laboratorium yang digunakan dalam pengujian senjata kimia selama perang. Menurut versi resmi Prefektur Hiroshima, kelinci uji coba asli tersebut dieutanasia bersama dengan fasilitasnya ketika lokasi itu dibongkar pada 1945, dan kelinci-kelinci yang Anda lihat hari ini keturunan dari kelompok kecil kelinci yang dilepas di pulau oleh sekolah-sekolah dan pemilik pribadi pada 1950-an dan 1960-an.
Penjelasan resmi itu belum sepenuhnya menjawab pertanyaan tersebut, dan pemandu di pulau ini masih senang menceritakan versi yang lebih lama dan lebih dramatis. Bagaimanapun, hasilnya tetap sama: populasi kelinci yang ramah dan sudah terbiasa dengan manusia, yang menjadikan seluruh pulau ini terasa hampir seperti taman sentuh hewan. Untuk menjaga kelinci dan vegetasi pulau yang rapuh, beberapa aturan diterapkan secara ketat. Berburu, menangkap, atau memegang kelinci dilarang, anjing, kucing, dan predator lain tidak diperbolehkan masuk feri atau pulau, dan memberi makan kelinci dengan roti, sayuran, atau makanan manusia lainnya juga dilarang. Satu-satunya makanan yang boleh Anda berikan adalah pelet kelinci resmi yang dijual di pelabuhan dan museum dengan harga beberapa ratus yen per bungkus.
Okunoshima jelas bukan satu-satunya tempat tidak biasa di Jepang yang dipenuhi hewan. Jika Anda suka lokasi-lokasi di mana hewan lebih banyak daripada mobil, liputan tentang Nekojima dan 20 pulau kucing di Jepang layak untuk dibaca selanjutnya, dan jika Anda lebih suka hal yang lebih mitologis, tulisan tentang kitsune dan rubah dalam budaya Jepang mengantar Anda ke beberapa kuil rubah dan desa rubah yang terkenal. Suasana yang sangat berbeda bisa Anda temukan di Nara, kota rusa, tempat para rusa berkeliaran bebas di antara taman-taman kuil dan jalan-jalan kota tua.

Museum Gas Beracun
Sebelum kelinci-kelinci mengubah Okunoshima menjadi objek wisata, pulau ini adalah salah satu lokasi paling rahasia dalam program senjata kimia Jepang di masa perang. Antara tahun 1929 dan 1945, Angkatan Darat Kekaisaran Jepang memproduksi senjata kimia di Okunoshima, termasuk gas mustard (yperite), gas air mata, dan berbagai agen kimia lainnya. Pada puncaknya, lebih dari 6.000 pekerja ditempatkan di pulau kecil ini, dan total produksi diperkirakan mencapai sekitar 6.000 ton agen kimia. Sekutu kemudian menghapus Okunoshima dari peta mereka sama sekali agar pembom musuh tidak dapat menggunakan lokasi itu sebagai titik arah.
Setelah Jepang menyerah pada 1945, fasilitas produksi dibongkar, persediaan yang tersisa dimusnahkan, dan pulau ini pada dasarnya dibiarkan begitu saja. Puluhan tahun berlalu sebelum siapa pun mencoba mendokumentasikan kisah ini untuk publik. Situasi itu berubah pada 1988, ketika Okunoshima Poison Gas Museum (大久野島毒ガス資料館) dibuka di pulau. Museum ini kecil tetapi tertata dengan baik, dengan papan penjelasan dwibahasa Jepang dan Inggris, pajangan tentang bagaimana gas-gas itu memengaruhi tubuh manusia, sisa-sisa pabrik yang masih ada, dan kisah pribadi para pekerja serta penduduk lokal yang menderita dampak kesehatan jangka panjang. Museum ini menjadi kontras yang menggugah dari citra kelinci yang lucu, dan sebagian besar pengunjung setuju bahwa museum inilah yang mengubah perjalanan singkat yang manis menjadi pemahaman nyata tentang apa yang pernah dialami pulau ini.
Perjalanan ke Okunoshima
Okunoshima adalah tujuan perjalanan sehari yang mudah dari Hiroshima, Mihara, Takehara, atau bahkan dari Osaka dan Kyoto. Rute yang paling umum dimulai dari Stasiun JR Hiroshima: naik Jalur Sanyo menuju Mihara dan turun di Stasiun JR Tadanoumi. Dengan Japan Rail Pass, perjalanan kereta ini sudah termasuk, jika tidak, tiket reguler hanya beberapa ratus yen. Dari Tadanoumi, feri singkat sekitar sepuluh menit mengantar Anda langsung ke Okunoshima, dan tiket pulang pergi sekitar 600 yen per orang, dibeli di dermaga.
Dalam perjalanan dari Osaka pada kunjungan sebelumnya, saya sebenarnya berniat mengambil jalur Kure sampai ke ujung, tetapi rutenya akan memakan waktu terlalu lama, jadi saya naik bus antarkota menuju Mihara, pindah ke kereta lokal, dan mencapai Tadanoumi dalam waktu yang lebih wajar. Dari perjalanan itulah klip pendek ini berasal, dan cuplikan ini memberi gambaran yang cukup akurat tentang hari biasa di pulau:
Dua hingga empat jam di pulau sudah cukup untuk kunjungan singkat, terutama jika tujuan utama Anda adalah memberi makan kelinci dan berfoto. Pecinta hewan, fotografer, dan siapa saja yang ingin membaca penjelasan museum dengan santai biasanya lebih baik menghabiskan waktu satu hari penuh, termasuk berpiknik di pantai atau berkeliling pulau pelan-pelan dengan sepeda sewaan. Pulau ini buka sepanjang tahun, tetapi musim panas sangat panas dan lembap, jadi bawalah air, tabir surya, dan topi. Di pulau sendiri ada sebuah restoran kecil dan kios di dekat pelabuhan, tetapi pilihannya terbatas, jadi sebagian besar pengunjung makan di Takehara atau Mihara dalam perjalanan pulang.
Apakah Okunoshima patut dikunjungi?
Jika Anda menyukai hewan, ingin melihat sisi Jepang yang lebih tenang di luar Tokyo dan Kyoto, dan benar-benar tertarik dengan bab-bab kelam sejarah Jepang abad ke-20, Okunoshima benar-benar layak untuk disempatkan. Sebaliknya, jika Anda sangat ketat soal kesejahteraan hewan, tidak suka feri yang ramai, atau tidak terlalu tertarik dengan destinasi yang daya tarik utamanya hanya hewan-hewan lucu, kemungkinan Anda akan lebih puas di salah satu lokasi lain di negara ini.
Yang membuat Okunoshima istimewa justru justru lapisan ganda itu: beberapa jam memberi makan kelinci yang ramah di bawah matahari, dilanjutkan dengan berjalan santai di museum kecil tentang gas mustard, kerja paksa, dan program masa perang yang lebih suka didiamkan oleh pemerintah pascaperang. Perjalanan singkat dari Hiroshima ini menceritakan lebih banyak hal tentang Jepang modern daripada banyak rencana perjalanan yang lebih panjang.
Komunitas
Komentar
0 komentar
Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.
Kirim komentar