Keshogunan Jepang: shogun, bakufu, dan zaman feodal

Keshogunan Jepang: shogun, bakufu, dan zaman feodal

Dari tenda bakufu di Kamakura sampai Tokugawa Yoshinobu mengembalikan mandat ke kaisar

Ada kaisar di Kyoto. Ada juga orang yang, selama hampir tujuh abad, memutuskan perang, pajak, dan siapa yang boleh membawa pedang. Orang itu bukan kaisar. Gelarnya shōgun (将軍), dan kantornya disebut bakufu — secara harfiah, “pemerintahan tenda”.

Dalam bahasa Indonesia sistem itu disebut keshogunan. Kaisar tetap penguasa de jure; shogun yang de facto. Yang sering tertukar: sei-i taishōgun awalnya gelar sementara untuk ekspedisi militer ke timur. Yang mengubah tenda menjadi negara adalah Minamoto no Yoritomo.

Empat ukiyo-e Kabuki: aktor memerankan samurai dengan kipas, katana, dan kimono
Daftar isi 5

Apa itu shogun dan bakufu

Sei-i taishōgun (征夷大将軍) berarti panglima tertinggi ekspedisi menaklukkan “orang barbar”. Pada zaman Nara dan Heian, sasaran itu adalah suku Emishi di timur Honshu. Sakanoue no Tamuramaro sudah memegang gelar itu pada akhir abad ke-8. Misi selesai, gelar pun biasanya selesai.

Pada 1192 istana mengangkat Yoritomo dengan gelar yang sama, tetapi konteksnya lain. Ia sudah memegang Jepang timur setelah Perang Genpei, punya aparat sendiri di Kamakura, dan menempatkan samurai — yang sebelumnya prajurit berpangkat rendah dalam hierarki istana — di atas bangsawan sipil. Bakufu (幕府) merujuk pada markas dan pemerintahan shogun itu.

KeshogunanPusatKurun
KamakuraKamakura1192–1333
Ashikaga (Muromachi)Kyoto1336/1338–1573
Tokugawa (Edo)Edo1603–1867

Keshogunan Kamakura

Keshogunan pertama berdiri di Kamakura. Minamoto no Yoritomo (1147–1199) menjadi shogun pada 1192, tujuh tahun setelah kemenangan militer atas klan Taira. Ibu kota istana tetap Kyoto; pusat kekuasaan samurai pindah ke pantai Kanto.

Setelah Yoritomo meninggal tahun 1199, gelar shogun tidak otomatis berarti perintah. Klan Hōjō, keluarga istri Yoritomo, menjabat shikken — wali shogun — dan menjalankan bakufu. Beberapa shogun belakangan masih kanak-kanak atau pangeran dari Kyoto yang tidak memegang kendali harian. Di bawah Hōjō, bakufu Kamakura juga menahan dua invasi Mongol, tahun 1274 dan 1281. Kemenangan itu mahal: samurai yang berperang menuntut hadiah tanah yang bakufu sulit bayar, dan retakan itu ikut melemahkan rezim sampai 1333.

Kaisar Go-Daigo (1288–1339) berhasil meruntuhkan bakufu Kamakura pada 1333, dengan bantuan Nitta Yoshisada dan Ashikaga Takauji. Ia mencoba mengembalikan pemerintahan ke istana: Restorasi Kenmu (1333–1336). Percobaan itu pendek. Kalangan samurai kecewa dengan pembagian tanah dan jabatan; Takauji berbalik. Dari sanalah lahir keshogunan Ashikaga.

Lukisan shogun berkimono hitam di samping foto samurai berzirah pada akhir zaman Edo

Keshogunan Ashikaga

Keshogunan Ashikaga, juga disebut keshogunan Muromachi, didirikan Ashikaga Takauji. Ia diangkat shogun pada 1338 oleh kaisar Istana Utara, setelah Restorasi Kenmu pecah. Awalnya Jepang terbelah dua istana — Nanbokuchō — sampai 1392. Perang saudara yang paling merusak belum dimulai di situ.

Yang memecah bakufu adalah Perang Ōnin (1467–1477), sengketa suksesi di Kyoto yang merembet ke provinsi. Dari situlah zaman Sengoku, negara-negara yang saling berperang. Shogun Ashikaga semakin jadi nama di atas peta yang dikuasai daimyō.

Di tengah kekacauan itu, zaman Muromachi justru meninggalkan jejak budaya yang masih kelihatan di Kyoto: upacara minum teh, ikebana, teater Noh, dan arsitektur Kinkaku-ji (Paviliun Emas) yang dibangun atas perintah Ashikaga Yoshimitsu. Bakufu Ashikaga kehilangan wibawa selama Sengoku dan, pada 1573, Oda Nobunaga mengusir shogun terakhir, Ashikaga Yoshiaki, dari ibu kota.

Keshogunan Tokugawa

Keshogunan Tokugawa, atau keshogunan Edo, berdiri tahun 1603 ketika Tokugawa Ieyasu diangkat shogun setelah kemenangan di Pertempuran Sekigahara (1600). Inilah bakufu yang paling panjang: hampir 265 tahun, dengan pusat di Edo — Tokyo sekarang.

Rezim Tokugawa menata hierarki sosial yang ketat: samurai di puncak, diikuti petani, perajin, dan pedagang. Daimyō wajib tinggal bergiliran di Edo lewat sankin kōtai: keluarga mereka praktis menjadi sandera di ibu kota, dan biaya perjalanan menguras kas domain. Jepang membatasi hubungan luar negeri lewat kebijakan Sakoku. Yang muncul di dalam negeri adalah damai panjang dan masa keemasan kota: ukiyo-e, teater Kabuki, dan sastra yang hidup dari uang pedagang, bukan dari medan perang.

Iring-iringan palanquin daimyō di Edo dan potret shogun Tokugawa Ieyasu

Tekanan datang dari dua arah. Kapal-kapal Amerika Serikat menuntut pelabuhan dibuka pada 1850-an, dan domain di barat — terutama Satsuma dan Chōshū — menantang bakufu. Shogun terakhir, Tokugawa Yoshinobu, mengembalikan kekuasaan pemerintahan kepada kaisar (Taisei Hōkan) pada 9 November 1867. Perang Boshin (1868–1869) menyusul; kekalahan bakufu mengunci Restorasi Meiji.

Akhir keshogunan, bukan akhir samurai

Dengan Restorasi Meiji tahun 1868, lebih dari 670 tahun pemerintahan shogun berakhir. Kelas samurai kehilangan hak istimewa: stipendium domain, monopoli senjata, status di atas petani. Hak membawa pedang di muka umum dihapus dekrit Haitōrei pada 1876. Itu bukan perburuan sampai punah. Banyak bekas samurai masuk tentara, birokrasi, atau bisnis; sebagian memberontak — Pemberontakan Satsuma tahun 1877 adalah yang terbesar — dan kalah dari tentara wajib militer yang baru.

Triptik ukiyo-e pertempuran samurai, Pemberontakan Shinpuren tahun 1876

Keshogunan bukan hanya zaman gelap penuh perang. Dalam rentang itu Jepang menumbuhkan kode prajurit, Buddhisme Zen di kuil Kamakura, kastil di Honshu, dan cetakan kayu seperti karya Hokusai. Tenda militer yang tadinya sementara justru menjadi kerangka negara — sampai kaisar, dengan samurai yang sudah tidak sabar pada bakufu, mengambil kembali panggung.

Sumber dan tautan berguna

Tentang penulis

Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.