Kata keterangan bahasa Jepang: fukushi, bentuk, dan daftar

Kata keterangan bahasa Jepang: fukushi, bentuk, dan daftar

まだ dan もう berubah menurut kalimat positif atau negatif. Lalu bentuk く dan に, empat kata yang sulit dipadankan, dan...

Apakah Anda mengenal kata keterangan dalam bahasa Jepang? Dalam artikel ini kita melihat fukushi (副詞): kata yang tidak berubah bentuk dan biasanya menerangkan kata kerja, kata sifat, atau kata keterangan lain. Fungsinya mendekati kata sifat, tetapi kata sifat menerangkan kata benda, sedangkan fukushi menerangkan tindakan, derajat, atau sikap yang menyertai kalimat. Di akhir ada daftar dengan romaji dan arti dalam bahasa Indonesia.

Di kelas bahasa Jepang, fukushi sering dibagi menjadi tiga. 様態副詞 (yōtai fukushi) menjawab bagaimana suatu tindakan terjadi. 程度副詞 (teido fukushi) menjawab seberapa besar derajat atau jumlahnya. 陳述副詞 (chinjutsu fukushi) menunjukkan sikap pembicara, seperti dugaan, kepastian, atau rasa tidak percaya. Pada contoh, kanji dan kana ditulis utuh, dengan bacaan di samping bila perlu. Kolom romaji ada di tabel terakhir.

Daftar isi 8

Kata keterangan Jepang berdasarkan kategori

Daftar di bawah memuat fukushi yang sering dipakai. 今日 (kyō, hari ini), 昨日 (kinō, kemarin), dan 明日 (ashita, besok) adalah kata benda waktu, dan dalam kalimat mereka muncul pada pola 今日は atau 昨日は. 下に (shita ni, di bawah), 上に (ue ni, di atas), そばに (soba ni, di samping), 前に (mae ni, di depan), dan 後ろに (ushiro ni, di belakang) adalah kata benda ditambah partikel. 何 (nani, apa) dan 誰 (dare, siapa) adalah kata ganti.

Waktu

  • 今 (ima): sekarang
  • まだ (mada): masih, bila kalimatnya positif; belum, bila kalimatnya negatif
  • もう (mō): sudah, bila kalimatnya positif; tidak lagi, bila kalimatnya negatif
  • いつ (itsu): kapan
  • いつも (itsumo): selalu
  • 何度も (nando mo): berkali-kali

まだ dan もう berlawanan. Pada まだ, keadaan belum berganti: まだ食べている berarti masih makan, dan まだ食べていない berarti belum makan. Pada もう, keadaan sudah berganti: もう食べた berarti sudah makan, dan もう食べない berarti tidak makan lagi. Untuk "segera", katanya すぐ (sugu).

Cara

  • ゆっくり (yukkuri): pelan-pelan, dengan santai
  • どんなに (donna ni): seberapa, betapa

Derajat dan jumlah

  • とても (totemo): sangat
  • 大変 (taihen): sangat, bila berdiri di depan kata sifat
  • たくさん (takusan): banyak
  • 少し (sukoshi): sedikit
  • ちょっと (chotto): sedikit, sebentar
  • もっと (motto): lebih
  • 十分 (jūbun): cukup
  • よく (yoku): sering, atau dengan baik
  • いくら (ikura): berapa banyak, atau berapa harganya

大きに (ōki ni) dulu dipakai dengan arti "sangat". Di Kansai, sapaan おおきに berarti terima kasih, dari bentuk lengkap 大きにありがとう. Untuk "sangat" dalam kalimat biasa, pakai とても atau 大変.

Sikap pembicara

  • きっと (kitto): pasti, menurut keyakinan orang yang berbicara. Bentuknya sering berdampingan dengan だろう atau でしょう.
  • たぶん (tabun): mungkin. Dugaan ini lebih longgar daripada きっと.

例えば (tatoeba) berarti misalnya. Kata ini biasa digolongkan sebagai kata sambung, karena ia membuka contoh, dan tabel di akhir hanya memuat fukushi.

Contoh pendek lain, menurut waktu, frekuensi, dan cara, ada di jenis, fungsi, dan contoh fukushi.

Bagaimana menggunakan kata keterangan dalam bahasa Jepang

Umumnya kata keterangan Jepang dipakai sebelum kata kerja atau kata sifat yang diterangkannya. Misalnya, dalam たくさん食べる kata keterangan (たくさん, banyak) muncul sebelum kata kerja (食べる, taberu, makan). Di bawah ada beberapa contoh lain.

  • 私はテレビをテーブルの前におく。 / Watashi wa terebi o tēburu no mae ni oku. Saya menaruh televisi di depan meja.
  • 私はゆっくり歩きます。 / Watashi wa yukkuri arukimasu. Saya berjalan pelan-pelan.
  • ちょっと待ってください。 / Chotto matte kudasai. Tolong tunggu sebentar.
  • 彼は静かに勉強します。 / Kare wa shizuka ni benkyō shimasu. Dia belajar dengan tenang.

Kalimat pertama memakai frasa tempat 前に. Tiga kalimat berikutnya memakai keterangan: ゆっくり dan ちょっと berdiri sendiri, sedangkan 静かに berasal dari kata sifat-na 静か.

Mengubah kata sifat menjadi kata keterangan

Banyak keterangan dibuat dari kata sifat Jepang. Dalam bahasa Indonesia kita sering menambah "dengan" atau "secara": cepat menjadi dengan cepat, spesifik menjadi secara spesifik. Dalam bahasa Jepang yang berubah adalah bentuk kata sifat itu sendiri.

Pada kata sifat-i, い di akhir diganti く. Pada kata sifat-na, な yang dipakai di depan kata benda tidak ikut, dan yang ditambahkan adalah に. Dua pola ini mencakup kedua jenis kata sifat. Rumus kata sifat-i ada di kata sifat-i dalam bahasa Jepang. Contohnya:

  • 新しい > 新しく (atarashii > atarashiku)
  • 強い > 強く (tsuyoi > tsuyoku)
  • 簡単な > 簡単に (kantan na > kantan ni)
  • 便利な > 便利に (benri na > benri ni)

Sekarang Anda dapat berlatih mengubah semua kata sifat yang Anda kenal menjadi kata keterangan dalam bahasa Jepang.

Dengan akhiran 的に

Banyak kata serapan dari bahasa Tionghoa menerima 的 dan menjadi kata sifat-na. Bentuk keterangannya memakai に.

具体 menjadi 具体的, lalu 具体的に

具体 (gutai) berarti konkret. 具体的に (gutaiteki ni) berarti secara konkret, secara spesifik.

質問の内容が具体的に伝わるように書いてください。
Shitsumon no naiyō ga gutaiteki ni tsutawaru yō ni kaite kudasai.
Tulislah supaya isi pertanyaan itu tersampaikan secara konkret.

Kata kerja dengan fungsi kata keterangan Jepang

Sebagian kata kerja, dalam bentuk te atau de, menerangkan cara tindakan berikutnya dilakukan. Bentuk seperti 喜んで bekerja sebagai keterangan, walaupun asal-usulnya adalah kata kerja.

  • 喜ぶ menjadi 喜んで. / Yorokobu > yorokonde. Dengan senang hati.
  • 喜んで行きます。 / Yorokonde ikimasu. Saya pergi dengan senang hati.
  • 喜んでお手伝いしますよ。 / Yorokonde otetsudai shimasu yo. Saya bantu dengan senang hati.

Mengulang dan membuat kata keterangan

Beberapa kata keterangan Jepang lahir dari pengulangan sebuah kata. しばしば dan 時々 termasuk kelompok ini. Keduanya berbeda dari 擬音語 dan 擬態語, yang menirukan bunyi atau gerak dan sering ditulis dengan katakana, walaupun hiragana juga dipakai.

しばしば (shibashiba): sering, berkali-kali

彼はしばしば恋に落ちる。
Kare wa shibashiba koi ni ochiru.
Dia sering jatuh cinta.
データはしばしば不正確だ。
Dēta wa shibashiba fuseikaku da.
Data itu sering tidak akurat.

いちいち (ichiichi): satu per satu, tiap hal

彼の言うことはいちいち頭に来る。
Kare no iu koto wa ichiichi atama ni kuru.
Setiap ucapannya membuat saya kesal.

時々 (tokidoki): kadang-kadang, sesekali

時々テレビを見る。
Tokidoki terebi o miru.
Kadang-kadang saya menonton televisi.
彼は時々希望を失う。
Kare wa tokidoki kibō o ushinau.
Dia kadang-kadang kehilangan harapan.

Huruf Jepang 々 digunakan untuk menunjukkan pengulangan kanji yang sama. Seolah-olah 時々 adalah 時時. Bacaan tanda itu mengikuti kanji yang diulang.

Kata keterangan yang sulit dipadankan satu lawan satu

Ada kata keterangan yang tidak memiliki padanan satu kata yang tetap dalam bahasa Indonesia. Empat kasus berikut sering muncul.

やっぱり (yappari) adalah bentuk sehari-hari dari やはり (yahari). Ia dipakai dengan arti "memang seperti yang saya duga", "seperti yang diharapkan", atau "tetap saja".

Lihat contohnya: ternyata dia memang gay, seperti yang sudah saya duga.

彼はやっぱりゲイですね
Kare wa yappari gei desu ne.

まさか (masaka) muncul saat pembicara menolak suatu kemungkinan: "tidak mungkin", "yang benar saja", "Anda bercanda?". Bentuk lengkapnya sering berpasangan dengan kalimat negatif, seperti ないだろう. Sejauh yang saya perhatikan, kata keterangan ini memiliki konotasi yang agak negatif.

Contohnya: masa Chris pelakunya?

まさか犯人はクリス?
Masaka han'nin wa Kurisu?

さすがに (sasuga ni). Padanan yang mendekati, pada contoh di bawah, adalah "memang" dan "seperti yang sudah diduga".

流石に彼は速く走る。
Sasuga ni kare wa hayaku hashiru.
Memang, dia berlari cepat.

とにかく (tonikaku) dapat berarti "pokoknya", "bagaimanapun juga", atau "dalam hal apa pun".

とにかく家へ帰る。
Tonikaku ie e kaeru.
Pokoknya saya pulang.

Daftar kata keterangan dalam bahasa Jepang

JepangRomajiBahasa Indonesia
今imasekarang
まだmadamasih, belum
もうmōsudah, tidak lagi
いつitsukapan
いつもitsumoselalu
すぐsugusegera
時々tokidokikadang-kadang
しばしばshibashibasering
何度もnando moberkali-kali
ゆっくりyukkuripelan-pelan
どんなにdonna niseberapa, betapa
きっとkittopasti, menurut dugaan
たぶんtabunmungkin
とてもtotemosangat
大変taihensangat, di depan kata sifat
たくさんtakusanbanyak
少しsukoshisedikit
ちょっとchottosedikit, sebentar
もっとmottolebih
十分jūbuncukup
よくyokusering, dengan baik
いくらikuraberapa
いちいちichiichisatu per satu
やっぱりyappariternyata memang
まさかmasakatidak mungkin
さすがにsasuga nimemang, seperti yang diduga
とにかくtonikakupokoknya

Untuk waktu, baca dulu apakah kalimatnya positif atau negatif sebelum memilih まだ atau もう. やっぱり, まさか, さすがに, dan とにかく lebih aman diingat bersama kalimatnya daripada dicari sebagai satu kata Indonesia. Bentuk く dan に, yang sudah ada di atas, tinggal dilatih pada kata sifat yang Anda kenal.

Sumber dan tautan berguna

Tentang penulis

Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.