Haha no Hi: Hari Ibu di Jepang

Haha no Hi: Hari Ibu di Jepang

Haha no Hi, Hari Ibu di Jepang, dirayakan pada hari Minggu kedua bulan Mei. Simak sejarahnya, makna anyelir merah, dan...

Di Jepang, Hari Ibu dikenal sebagai Haha no Hi (母の日). Awalnya perayaan ini jatuh pada 6 Maret, bertepatan dengan ulang tahun Permaisuri Kōjun. Sejak sekitar tahun 1949, tanggalnya mengikuti kebiasaan Barat, yaitu hari Minggu kedua bulan Mei.

Perayaan untuk menghormati ibu sudah ada sejak lama. Jejaknya bisa ditelusuri sampai Yunani kuno, tempat awal musim semi dirayakan untuk menghormati Rhea, ibu para dewa. Hari Ibu seperti yang kita kenal sekarang lahir di Amerika Serikat. Anna Jarvis diakui sebagai pencetusnya. Setelah ibunya meninggal pada 1905, ia mengadakan upacara peringatan dan berkampanye agar Hari Ibu diakui secara nasional. Perayaan resmi pertama berlangsung pada 10 Mei 1908 di Grafton, Virginia Barat. Pada 1914, Presiden Woodrow Wilson menetapkan hari Minggu kedua bulan Mei sebagai Hari Ibu.

Gagasan itu sampai ke Jepang pada 1931, ketika Persatuan Wanita Kekaisaran Jepang menetapkan 6 Maret sebagai hari perayaan. Tanggal tersebut tidak menyebar luas. Acara besar baru muncul beberapa tahun kemudian lewat pertemuan di Hibiya Kōkaidō pada 1932 dan acara Hari Ibu perdana yang digelar oleh Morinaga pada 1937. Setelah Perang Dunia II, Hari Ibu kembali dirayakan di seluruh negeri dan mengikuti kebiasaan Amerika sekitar tahun 1949.

Ibu dan anak memasak, berpelukan, dan membaca buku bersama

Bagaimana Hari Ibu Dirayakan di Jepang

Pada hari itu, sebagian keluarga memilih makan di rumah, dengan satu perbedaan: anak-anak yang menjadi koki. Keluarga lain makan di luar lalu berjalan-jalan di taman dan alun-alun kota. Semuanya tergantung pada bakat memasak masing-masing. Sejak sekolah dasar, anak-anak juga didorong untuk membuat gambar dan lukisan tentang ibu mereka.

Hidangan Jepang untuk Hari Ibu. Masakan ibu selalu yang terbaik. Kita tidak pernah melupakan rasanya dan sering mewarisi bakat memasaknya. Sushi juga menjadi pilihan yang baik untuk hari itu, dan orang Jepang menyukai:

  • Nimono (masakan rebus);
  • Tamagoyaki (telur dadar gulung);
  • Sup miso;
  • Chawanmushi (puding telur kukus dengan biji ginkgo);
  • Tahu;
  • Sashimi dan lainnya.

Hadiah Umum pada Hari Ibu

Hadiah paling umum pada Hari Ibu di Jepang adalah anyelir merah. Anyelir merah diberikan kepada ibu yang masih hidup, sedangkan anyelir putih untuk mengenang ibu yang telah meninggal. Dalam hanakotoba, bahasa bunga Jepang, anyelir merah melambangkan cinta kepada ibu. Menjelang Hari Ibu, harga anyelir biasanya naik karena permintaannya melonjak. Bunga bukan satu-satunya pilihan; banyak hadiah lain juga lazim untuk perayaan ini.

Seperti di banyak negara lain, Haha no Hi identik dengan makan bersama keluarga dan anyelir merah. Yang khas di Jepang, tanggal 5 Mei atau Kodomo no Hi juga menjadi momen berterima kasih kepada ibu, dan Chichi no Hi, Hari Ayah, menyusul pada hari Minggu ketiga bulan Juni. Haha no Hi tidak dirayakan sebagai hari libur nasional. Kebiasaan keluarga ini bertahan dari tahun ke tahun, dari dapur anak-anak sampai toko bunga yang ramai setiap bulan Mei.

Sumber dan tautan berguna

Tentang penulis

Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.