Di sebagian besar rumah Jepang, kamu bisa menemukan penutup lantai yang disebut tatami [畳]. Ini lantai dari jerami padi dan rumput rawa igusa yang sudah dipakai orang Jepang sejak lama. Apa kelebihannya? Kenapa mereka tetap memakainya?
Yang membuatnya beda dari tikar biasa: satu lembar tatami jadi satuan ukur kamar. Orang Jepang lebih sering bilang “kamar 6 tatami” daripada menghitung meter persegi dulu.
Daftar isi 7
Bagaimana bentuk tatami?
Tatami terbuat dari bahan jerami padi, dan digunakan sejak Periode Muromachi. Pada saat itu, lantai ini bahkan dianggap sebagai barang mewah. Lantai ini dapat ditemukan di berbagai kamar tradisional yang disebut washitsu (和室).
Dalam seni bela diri Jepang, tatami adalah lantai yang digunakan untuk berlatih di dojo dan untuk bertanding. Di rumah, permukaannya lebih lembut dari kayu, jadi orang juga memakainya untuk yoga, meditasi, dan duduk lama di lantai.
Permukaan tatami ditutup dengan rumput rawa igusa [藺草]. Intinya secara tradisional terbuat dari jerami padi, tetapi yang kontemporer terkadang punya papan kayu terkompresi atau inti busa polistirena.
Sisi panjangnya dapat dihiasi dengan heri [縁] dari brokat atau kain polos. Tatami terdiri dari 3 bagian yang dikenal sebagai doko (interior), omote (permukaan), dan fuchi (tepi).

Berapa ukuran tatami?
Tatami dibuat dalam ukuran standar, dua kali lebih panjang dari lebar, dan bisa berubah tergantung wilayah. Banyak orang mengira satu ukuran “standar 90 cm × 180 cm”, padahal di Jepang ada beberapa konvensi regional.
Tatami menjadi sangat umum di Jepang, sehingga digunakan sebagai bentuk pengukuran untuk kamar. Banyak orang Jepang, alih-alih memakai m², berbicara tentang jumlah tatami di kamar untuk memahami ukurannya. Satuan itu disebut jō [畳]: kamar 6 jō atau 8 jō masih muncul di iklan rumah.
Selain lembar penuh, ada setengah tikar yang disebut hanjō [半畳] dan tikar tiga perempat panjang, yang digunakan di ruang upacara teh Jepang, disebut daimedatami [台目畳]. Ruang teh klasik sering berukuran 4½ tatami.
| Nama | Wilayah | Perkiraan ukuran |
|---|---|---|
| Kyōma (京間) | Kyoto, Kansai | 191 × 95,5 cm |
| Chūkyōma (中京間) | Nagoya, Aichi, Gifu | 182 × 91 cm |
| Edoma (江戸間) / Kantōma | Tokyo, Kantō | 176 × 88 cm |
| Danchima | perumahan umum | 170 × 85 cm |
Ketebalan juga tidak seragam: Kyōma rata-rata sekitar 5,5 cm, Edoma sekitar 6 cm. Variasi itu kelihatan kecil di satu lembar, tapi di kamar 6 atau 8 tatami selisih luasnya terasa.
Cara menyusun lembaran juga punya nama. Tata letak shūgijiki [祝儀敷き] mengatur sambungan membentuk huruf T, dipakai sehari-hari karena dianggap membawa keberuntungan. Pola kisi dengan sambungan + disebut fushūgijiki [不祝儀敷き] dan secara tradisional dipakai untuk duka, bukan untuk ruang tamu biasa.


Apa arti tatami?
Kata Jepang yang benar adalah tatami [畳]. Di Indonesia, nama yang sama sering dipakai untuk dua benda yang beda: lantai igusa rumah Jepang, dan tikar EVA atau busa yang dipakai di gym dan ring pertarungan.
Tikar seni bela diri itu lebih tepat disebut judo tatami (柔道畳): lebih tebal, lebih tahan benturan, dan ukurannya mengikuti aturan pertandingan, bukan ukuran kamar. Arena pertandingan sendiri kadang disebut shiai-jō [試合場], tapi itu nama tempat, bukan nama tikarnya.
Istilah tatami berasal dari kata kerja tatamu [畳む], yang berarti “melipat” atau “menumpuk”. Ini menunjukkan bahwa tatami awalnya tipis dan dapat dilipat ketika tidak digunakan atau ditumpuk dalam lapisan.
Dahulu, tatami adalah kata yang dipakai untuk merujuk pada lantai lipat apa pun seperti goza dan komo. Cara tatami diletakkan di kamar juga mendapatkan nama yang berbeda.
Sejarah dan asal usul tatami
Selama Periode Heian, kediaman aristokrat shinden-zukuri masih memiliki lantai kayu; tatami hanya dipakai sebagai tempat duduk untuk para aristokrat.
Pada periode Kamakura (1185–1333), lantai tatami mulai menyebar secara bertahap ke seluruh ruangan. Gaya arsitektur shoin-zukuri [書院造] mencapai puncaknya di periode Muromachi, ketika seluruh lantai kamar mulai ditutupi. Ruangan yang sepenuhnya tertutup lantai ini mulai disebut zashiki [座敷]. Segera ruangan duduk ini memiliki aturan dan etiketnya sendiri.
Di pertengahan abad ke-16, bangsawan yang berkuasa dan samurai tidur di tatami atau tikar kain yang disebut goza [茣蓙], sementara rakyat jelata menggunakan tikar jerami atau jerami longgar untuk tempat tidur. Tatami secara bertahap menjadi populer dan mencapai rumah rakyat jelata pada akhir abad ke-17.
Saat ini, tatami biasanya tidak diisi hanya dengan jerami padi yang dipadatkan. Inti modern memakai bahan yang lebih tahan lama seperti serpihan kayu, polistirena, atau papan partikel. Permukaannya tetap anyaman igusa, sementara tepinya dari kain sebagai finishing dekoratif.
Rumah yang dibangun di Jepang saat ini biasanya memiliki sedikit ruangan dengan lantai tatami, jika ada. Kamar dengan lantai tatami dan fitur arsitektur tradisional lainnya disebut nihonma atau washitsu, “kamar bergaya Jepang”.

Jenis tatami
Selain merujuk pada lantai tradisional rumah Jepang, kata ini juga dapat menunjukkan jenis lantai lain yang berbeda. Seperti disebutkan, jenis lantai lipat apa pun dapat disebut tatami.
Di luar Jepang, tatami lebih dikenal sebagai arena seni bela diri seperti karate dan judo. Lantai ini disebut judo tatami (柔道畳): lebih tahan lama, ukurannya mengikuti pertandingan, dan dibuat dengan cara yang berbeda.
Jika kamarmu bergaya Barat, ada lantai yang disebut yunitto tatami (ユニット畳) dan oki tatami (置き畳) yang dapat diletakkan sebagai karpet di kamar. Sementara lantai jerami padi baru berwarna kehijauan, seiring berjalannya waktu mulai menguning.
Akan tiba saatnya ketika perlu mengganti tatami, atau setidaknya permukaan omote-nya, dan membawa yang lama untuk didaur ulang. Dengan perawatan, lantai ini bisa dipakai bertahun-tahun. Saat ini tatami dibuat melalui pabrik, sementara dulu dibuat secara manual dengan tangan.

Etiket dan perawatan lantai tatami
Tidak diizinkan menginjak tatami dengan sepatu, bahkan dengan selop atau sandal dalam ruangan. Tidak umum menaruh kursi di jenis lantai ini; biasanya duduk di lantai atau di bantal yang disebut zabuton.
Di sebagian besar kamar dengan jenis lantai ini, kamu akan menemukan pintu geser. Hati-hati untuk tidak menginjak rel (shikii): ini dianggap kasar dan dapat merusak. Hindari juga menginjak tepi heri agar tidak cepat aus. Di kamar dengan tatami, kamu tidur memakai futon yang terkenal, dan memilih furnitur rendah yang cocok seperti kotatsu.
Tidak boleh menyiram air di kamar dengan tatami. Pembersihan biasanya dilakukan dengan penyedot debu atau kain lembab. Lantai jerami padi ini cenderung menarik tungau, jadi ventilasi dan pengeringan berkala lebih penting daripada semprotan sembarangan. Bagaimana menurutmu tentang lantai ini?
Di mana membeli tatami?
Mencari lantai tatami EVA itu mudah, tetapi mencari lantai tradisional igusa lebih rumit. Bantal meditasi dengan dasar jerami padi juga lebih sering muncul di toko daripada lembaran rumah utuh.
Kamu bisa mencari tatami Jepang di toko yang berspesialisasi dalam produk oriental, toko peralatan olahraga, atau daring. Yang perlu dicek bukan merek platformnya, melainkan bahan (igusa vs EVA), ukuran (Kyōma, Edoma, atau modul modern), ketebalan, dan apakah yang dijual adalah oki tatami lepas atau lantai tetap.
- Toko fisik yang berspesialisasi: periksa apakah ada toko peralatan oriental atau Jepang di wilayahmu.
- Toko peralatan olahraga: yang fokus pada judo, aikido, dan karate biasanya menjual tikar pertandingan, bukan igusa rumah.
- Marketplace daring: bandingkan deskripsi produk, ulasan, ukuran, dan asal bahan sebelum membeli. Jangan mengira semua “tatami” di etalase adalah lantai rumah Jepang.
Ingatlah untuk mempertimbangkan ukuran, bahan, dan kualitas tatami saat membuat pilihan. Periksa juga apakah toko menawarkan opsi pengiriman ke wilayahmu.
Komunitas
Komentar
0 komentar
Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.
Kirim komentar