Lelucon garing dalam bahasa Jepang – Dajare

Dajare, goroawase, dan kotobaasobi: saat bahasa Jepang bermain dengan dirinya sendiri.

Ada banyak sekali jenis permainan kata dan lelucon. Dalam bahasa Jepang, fenomena ini semakin kaya, berkat ekspresi yang tak terhitung jumlahnya dan beragam cara membaca sebuah kanji. Lelucon garing dalam bahasa Jepang disebut dajare (駄洒落) dan bisa bernuansa sedikit merendahkan diri — setara dengan «lelucon receh» atau «joke bapak-bapak». Mempelajari dajare tidak hanya membuat kita tertawa, tetapi juga memperkaya kemampuan berbahasa.

Sebuah permainan kata bisa berupa plesetan atau tindakan menggabungkan kata-kata yang berbunyi mirip. Ada pula istilah terkait, goroawase (語呂合わせ), yang mencakup sajak, plesetan, dan neologisme lucu. Kata ini berasal dari kanji «bahasa» (語), «tulang belakang» (呂), dan kata kerja «menggabungkan» (合わせ). Istilah umum lainnya adalah kotobaasobi (言葉遊び) yang secara harfiah berarti «bermain-main dengan kata».

Dalam bahasa Indonesia (dan juga Portugis), lelucon garing sering kali memanfaatkan bunyi yang mirip atau kata yang sama dengan makna berbeda. Dalam bahasa Jepang ada ribuan permainan kata yang bertumpu pada homofon, sebagian karena bahasa ini memiliki jumlah suku kata yang jauh lebih sedikit dibanding kebanyakan bahasa lain.

Banyaknya ambiguitas linguistik dan tulis yang tersedia bagi penutur bahasa Jepang memungkinkan terciptanya jenis-jenis permainan kata yang sulit kita bayangkan di bahasa lain. Dalam artikel ini, kita akan berfokus pada dajare, lelucon garingnya. Kami juga menyisipkan beberapa komik singkat yang bisa Anda pecahkan sendiri. ;)

Contoh permainan kata Jepang dalam bentuk komikstrip
Daftar isi 3

Lelucon garing dalam bahasa Jepang – garingnya justru bikin ketawa

Kadang humor sebuah dajare luput dari kita karena perbedaan bahasa. Apa yang lucu di Indonesia belum tentu lucu di Jepang, dan sebaliknya. Yuk, kita lihat apakah Anda bisa menebak yang berikut ini:

  • パンダの好きな食べ物は何ですか?
  • Panda no suki na tabemono wa nan desu ka?
  • Apa makanan favorit panda?
  • Jawaban: パンだ! — pan da! («roti»)

Lelucon pertama bekerja seperti teka-teki klasik: jawabannya sudah tersembunyi di dalam pertanyaan. パン (pan) berarti «roti» dalam bahasa Jepang, dan (da) adalah bentuk singkat informal dari desu (です), yang bermakna «adalah». Digabung, jawabannya jadi «Itu roti!».

  • 先生:「Eu vou para Tokyo」を過去形にしなさい。 / 学生:「Eu vou para Edo
  • Sensei: … o kako-katachi ni shi nasai. Gakusei:
  • Guru: Ubahlah kalimat «Saya pergi ke Tokyo» ke bentuk lampau. Murid: Saya pergi ke Edo.

Dalam kelas bahasa Portugis, sang guru meminta murid mengubah kalimat «Saya pergi ke Tokyo» ke bentuk lampau. Sang murid menjawab «Saya pergi ke Edo», karena Edo adalah nama lama Tokyo hingga pertengahan abad ke-19. Lelucon ini tidak terlalu bergantung pada bahasa Jepang, melainkan pada serpihan sejarah Jepang.

  • 禁煙なんて簡単だよ。私はもう100回はやったね
  • Kin'en nante kantan da yo. Watashi wa mou hyakukai yatta ne
  • Berhenti merokok itu mudah. Saya sudah melakukannya sekitar seratus kali.

Lelucon ini hampir tidak butuh penjelasan. Ia juga bekerja dengan cara yang hampir sama di banyak bahasa lain.

  • アルミ缶の上にあるみかん
  • arumi kan no ue ni aru mikan
  • Sebuah jeruk keprok di atas kaleng aluminium.

Arumi kan berarti «kaleng aluminium»; mikan berarti «jeruk keprok».

  • ねえ、ちゃんと風呂入ってる? — Kamu benar-benar mandi secara teratur?
  • Bisa keliru terdengar sebagai:
  • 姉ちゃん、お風呂入ってる? — Kakak perempuanmu sedang di kamar mandi?
Komikstrip dengan contoh-contoh lain permainan kata Jepang

Permainan kata dengan istilah mirip

Ada ribuan lelucon garing dalam bahasa Jepang yang bermain dengan kata-kata yang terdengar sama. Berikut beberapa di antaranya:

  • イルカがいるか
  • Iruka ga iruka?
  • Apakah ada lumba-lumba?

Kata «lumba-lumba» dan pertanyaan «apakah ada?» sama-sama dilafalkan iruka. Satu-satunya perbedaan adalah penulisannya: «lumba-lumba» ditulis dengan katakana, sementara pertanyaan seluruhnya ditulis dengan hiragana.

  • スキーが好き
  • Sukī ga suki
  • Saya suka bermain ski.

Prinsip yang sama: «ski» (スキー, sukī) dan «suka» (好き, suki) adalah homofon.

  • 布団がお山の方まで吹っ飛んだ。おや、まあ!
  • Futon ga oyama no hō made futtonda. Oya, mā!
  • Futon-nya terbang sampai ke lereng gunung. Aduh!

Contoh lain dari kata-kata mirip dalam satu kalimat. Di sini, kalimatnya memuat dua permainan kata sekaligus: oyama («gunung» + suku kata pengisi) dan futtonda («terbang»).

  • パン作ったことある?
  • Pan tsukutta koto aru?
  • Apakah kamu pernah membuat roti?

Siapa pun yang mendengar pertanyaan ini tanpa kanji bisa menangkapnya sebagai Pantsu kutta koto aru? («Pernah makan celana dalam?»), sebuah kekeliruan absurd yang justru jadi sumber tawa khas dajare.

  • 虫は無視する
  • Mushi wa mushi suru
  • Serangga mengabaikan serangga.

Lelucon lain seputar bahasa Jepang

Jika Anda belajar bahasa Jepang, kemungkinan Anda pernah menemukan atau membuat sendiri lelucon garing yang menggabungkan bahasa Jepang dan bahasa lain di grup Facebook atau media sosial. Fonem-fonem Jepang sering terdengar familiar di telinga penutur non-Jepang — sebuah kata Jepang bisa mengingatkan pada kata yang lucu di bahasa lain, dan dari situ lahir banyak permainan kata lintas bahasa.

Salah satu grup yang aktif merawat jenis lelucon ini adalah Nihongo o benkyō suru hōhō! — kalau Anda mampir ke sana, dijamin susah menahan tawa. Semoga artikel ini bermanfaat. Tahu lelucon garing lain yang melibatkan bahasa Jepang? Tinggalkan di kolom komentar dan bagikan ke teman-teman Anda!

Artikel terkait di skdesu.com:

Sumber dan tautan berguna
Kevin Henrique

Tentang penulis: Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.