Kamu kenal panda merah kecil?

Kamu kenal panda merah kecil?

Firefox, Himalaya, dan bintang kebun binatang Jepang

Kamu kenal panda merah? Orang sering mengiranya rubah, beruang, rakun, bahkan kucing. Hewan ini memang jarang dibicarakan, tapi namanya sudah menempel di komputer banyak orang: Firefox. Bukan, itu bukan rubah. Nama firefox merujuk ke panda merah — kadang dipanggil panda api.

Yang lebih menggelitik: gambar di ikon browser justru lebih mirip rubah yang memeluk bumi. Nama yang dipakai Mozilla datang dari julukan lama hewan Himalaya ini, bukan dari siluet di logo. Di Jepang, panda merah punya wajah lain lagi: bintang kebun binatang, wajah kawaii, lalu tokoh film Pixar.

Panda merah berbulu cokelat kemerahan duduk di dahan pohon

Fakta menarik tentang panda merah

Panda merah (Ailurus fulgens) adalah satu-satunya anggota hidup keluarga Ailuridae. Ia bukan beruang, bukan rubah, dan juga bukan saudara dekat panda raksasa. Nama “panda” justru menempel dulu pada hewan kecil ini: selama puluhan tahun ia satu-satunya yang disebut panda, sebelum panda hitam-putih dideskripsikan pada 1869. Wajahnya mengingatkan pada rakun. Kalau di Jepang kamu lebih akrab dengan tanuki, bentuk tubuhnya memang bisa menipu mata, tapi secara genetik panda merah berdiri di keluarganya sendiri, dekat kelompok musteloid.

Asalnya dari Himalaya timur dan Tiongkok barat daya, plus hutan pegunungan di India, Nepal, Bhutan, dan Myanmar. Ia menyukai lereng dengan bambu lebat dekat air. Tubuhnya seukuran kucing besar: kepala sampai badan sekitar 50 sampai 65 sentimeter, ekor 28 sampai 48 sentimeter, berat biasanya 3,6 sampai 7,7 kilogram. Ekor bergelang itu dipakai untuk menjaga keseimbangan di dahan, dan semacam “ibu jari palsu” di pergelangan membantunya memegang bambu.

Hampir seluruh makanannya daun dan rebung bambu — sekitar 95 persen menurut catatan kebun binatang yang merawat spesies ini. Karena nutrisinya rendah, aktivitas utamanya memang makan dan tidur. Kadang ia juga mengambil buah, telur, serangga, atau mamalia kecil. Ia arboreal, paling aktif pagi dan sore, dan hidup soliter kecuali musim kawin.

Setelah kehamilan yang bisa berlangsung sekitar tiga sampai lima bulan, betina melahirkan di rongga pohon atau celah batu, biasanya satu sampai tiga anak. Di alam liar umurnya sering sekitar delapan sampai sepuluh tahun; di kebun binatang bisa mencapai lima belas tahun, dan beberapa individu hidup lebih lama. Sejak 2015 IUCN memasukkannya sebagai spesies terancam (Endangered), terutama karena hutan yang terpotong dan perburuan.

Di Jepang hewan ini disebut レッサーパンダ (ressā panda, “lesser panda”). Nama-nama hewan dalam bahasa Jepang memang sering meminjam kata asing seperti ini. Pada akhir 2015, 219 panda merah hidup di 42 kebun binatang Jepang — termasuk Ueno di Tokyo.

Yang paling terkenal adalah Futa (風太) di Kebun Binatang Chiba. Sekitar 2005 ia jadi selebritas karena mampu berdiri di kaki belakang sekitar sepuluh detik: koran saat itu menulis soal ribuan pengunjung akhir pekan dan iklan minuman yang memakainya. Futa lahir tahun 2003 di Shizuoka dan pindah ke Chiba pada 2004. Di Akiyoshidai Safari Land, Mine, prefektur Yamaguchi, pengunjung bisa melihat panda merah dari dekat: ada restoran yang menghadap kandangnya, dan di zona interaksi taman itu hewan ini termasuk yang sering didekati.

Panda merah dengan ekor bergelang memegang batang bambu

Turning Red, film panda merah

Pada Maret 2022 Pixar merilis Turning Red, disutradarai Domee Shi. Di Indonesia judulnya tetap Turning Red — tidak diterjemahkan — dan film ini tayang di Disney+ pada 11 Maret 2022, lalu sempat masuk bioskop Indonesia pada 9–11 Februari 2024. Tagline-nya, Growing up is a beast, merangkum analoginya: tumbuh dewasa terasa seperti tubuh yang tiba-tiba tidak bisa dikendalikan.

Ceritanya mengikuti Meilin “Mei” Lee, gadis berusia 13 tahun di Toronto tahun 2002, dari keluarga Tionghoa-Kanada, yang berubah menjadi panda merah raksasa setiap kali emosinya meledak. Film itu memakai hewan ini sebagai metafora pubertas, malu, dan tekanan keluarga. Panda merah sungguhan kecil seperti kucing, bukan beruang raksasa di layar.

Kalau kamu sudah sempat mengira ia rubah hanya karena nama di desktop, sekarang setidaknya kamu tahu siapa yang dimaksud: panda merah, firefox, レッサーパンダ. Bukan rubah. Bukan beruang. Dan di Jepang, ia sudah lama jadi bintang sebelum Pixar membesarkannya.

Sumber dan tautan berguna

Tentang penulis

Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.