Di tiket shinkansen, papan stasiun, dan kartu penduduk, Jepang tidak menulis kata “provinsi”. Yang muncul adalah akhiran ken, fu, to, atau dō — empat huruf yang orang Indonesia sering satukan jadi satu kata: prefektur.
Yang membingungkan: peta wisata tetap membagi negeri itu menjadi delapan atau sembilan chihō, seolah itu negara bagian. Wilayah-wilayah itu tidak punya gubernur. Pemerintahan lokal yang nyata hidup di 47 prefektur — di situlah nama di alamat, pajak, dan sekolah ditentukan.

Daftar isi 5
Prefektur, bukan negara bagian
Di Indonesia, satuan setingkat itu disebut provinsi. Di Jepang, satuan resmi tingkat satu adalah prefektur (都道府県, todōfuken). Perbandingan itu membantu, tetapi menyesatkan kalau disamakan dengan “negara bagian”: Jepang negara kesatuan. Gubernur (知事, chiji) dipilih, majelis prefektur menyusun anggaran, tetapi kementerian di Tokyo tetap memegang banyak tuas — pendidikan, polisi, pajak transfer.
Ada lapisan lain yang sering tertukar: provinsi kuno (国, kuni) dari zaman ritsuryō. Nama seperti Yamato, Musashi, atau Satsuma masih hidup di kuil, makanan, dan klub bisbol. Itu peta budaya, bukan peta pemerintahan. Prefektur modern lahir belakangan, ketika Meiji membongkar domain feodal (han) lewat 廃藩置県 (haihan-chiken) pada 1871.
Awalnya ada lebih dari 300 prefektur — hampir satu bekas han menjadi satu unit. Angka itu turun jadi sekitar 72 pada akhir 1871, lalu mengendap menjadi 47 pada 1888. Sejak itu peta administratif tingkat satu hampir tidak bergerak, meski isi kotanya terus digabung.
Todōfuken: empat jenis, satu sistem
Keempat jenis itu bukan “tingkat” yang bertumpuk. Mereka setara secara fungsi, hanya akhiran dan sejarahnya yang beda. Bersama-sama membentuk kata todōfuken (都道府県), nama generik untuk 47 prefektur:
- 都 (to) — 1 metropolis: 東京都, Tōkyō-to;
- 道 (dō) — 1 sirkuit: 北海道, Hokkaidō;
- 府 (fu) — 2 prefektur perkotaan: 大阪府 (Ōsaka-fu) dan 京都府 (Kyōto-fu);
- 県 (ken) — 43 prefektur “biasa”, misalnya 愛知県 (Aichi-ken).
Yang sering bikin orang tersenyum: ibu kota lama, Kyoto, ditulis Kyōto-fu (京都府). Di dalam nama kota itu sendiri ada 都 (to), huruf yang sama dengan Tōkyō-to, tetapi akhiran resminya 府 (fu) — predikat kota besar bersejarah, bukan metropolis ibukota. Tokyo baru memakai 都 sejak 1943, ketika kota Tokyo dilebur ke dalam pemerintah metropolitan.

Delapan wilayah, bukan pemerintahan
Di atas prefektur, orang Jepang berbicara soal chihō (地方): Hokkaidō, Tōhoku, Kantō, Chūbu, Kansai (kadang Kinki), Chūgoku, Shikoku, dan Kyūshū. Delapan nama itu memudahkan cuaca, dialek, dan tiket wisata. Mereka tidak punya gubernur, DPRD, atau badan hukum.
Beberapa peta — termasuk yang dipakai Kedutaan Besar Jepang di Indonesia — memisahkan Okinawa sebagai kawasan kesembilan. Yang lain menempelkan Okinawa ke Kyūshū. Keduanya dipakai; yang tidak berubah adalah 47 prefektur di bawahnya. Kalau yang kamu cari peta delapan blok itu, ada panduan wilayah Jepang yang menata rute dari utara ke selatan.

47 prefektur dan ibu kotanya
Di bawah ini ke-47 prefektur beserta ibu kotanya, dengan kanji dan hiragana. Urutan mengikuti daftar yang sudah lama dipakai di halaman ini. Tokyo tidak punya “kota ibu kota” seperti yang lain: kursi pemerintah metropolitan ada di Shinjuku.
| Kanji | Prefektur | Hiragana | Ibu kota | Hiragana |
|---|---|---|---|---|
| 愛知県 | Aichi | あいち | Nagoya | なごや |
| 青森県 | Aomori | あおもり | Aomori | あおもり |
| 秋田県 | Akita | あきた | Akita | あきた |
| 石川県 | Ishikawa | いしかわ | Kanazawa | かなざわ |
| 茨城県 | Ibaraki | いばらき | Mito | みと |
| 栃木県 | Tochigi | とちぎ | Utsunomiya | うつのみや |
| 岩手県 | Iwate | いわて | Morioka | もりおか |
| 愛媛県 | Ehime | えひめ | Matsuyama | まつやま |
| 大分県 | Ōita | おおいた | Ōita | おおいた |
| 大阪府 | Ōsaka | おおさか | Ōsaka | おおさか |
| 岡山県 | Okayama | おかやま | Okayama | おかやま |
| 沖縄県 | Okinawa | おきなわ | Naha | なは |
| 香川県 | Kagawa | かがわ | Takamatsu | たかまつ |
| 鹿児島県 | Kagoshima | かごしま | Kagoshima | かごしま |
| 京都府 | Kyōto | きょうと | Kyōto | きょうと |
| 岐阜県 | Gifu | ぎふ | Gifu | ぎふ |
| 熊本県 | Kumamoto | くまもと | Kumamoto | くまもと |
| 群馬県 | Gunma | ぐんま | Maebashi | まえばし |
| 高知県 | Kōchi | こうち | Kōchi | こうち |
| 埼玉県 | Saitama | さいたま | Saitama | さいたま |
| 佐賀県 | Saga | さが | Saga | さが |
| 滋賀県 | Shiga | しが | Ōtsu | おおつ |
| 静岡県 | Shizuoka | しずおか | Shizuoka | しずおか |
| 神奈川県 | Kanagawa | かながわ | Yokohama | よこはま |
| 島根県 | Shimane | しまね | Matsue | まつえ |
| 千葉県 | Chiba | ちば | Chiba | ちば |
| 東京都 | Tōkyō | とうきょう | Resmi: Shinjuku | しんじゅく |
| 徳島県 | Tokushima | とくしま | Tokushima | とくしま |
| 鳥取県 | Tottori | とっとり | Tottori | とっとり |
| 富山県 | Toyama | とやま | Toyama | とやま |
| 長崎県 | Nagasaki | ながさき | Nagasaki | ながさき |
| 長野県 | Nagano | ながの | Nagano | ながの |
| 奈良県 | Nara | なら | Nara | なら |
| 新潟県 | Niigata | にいがた | Niigata | にいがた |
| 兵庫県 | Hyōgo | ひょうご | Kōbe | こうべ |
| 広島県 | Hiroshima | ひろしま | Hiroshima | ひろしま |
| 福井県 | Fukui | ふくい | Fukui | ふくい |
| 福岡県 | Fukuoka | ふくおか | Fukuoka | ふくおか |
| 福島県 | Fukushima | ふくしま | Fukushima | ふくしま |
| 北海道 | Hokkaidō | ほっかいどう | Sapporo | さっぽろ |
| 三重県 | Mie | みえ | Tsu | つ |
| 宮城県 | Miyagi | みやぎ | Sendai | せんだい |
| 宮崎県 | Miyazaki | みやざき | Miyazaki | みやざき |
| 山形県 | Yamagata | やまがた | Yamagata | やまがた |
| 山口県 | Yamaguchi | やまぐち | Yamaguchi | やまぐち |
| 山梨県 | Yamanashi | やまなし | Kōfu | こうふ |
| 和歌山県 | Wakayama | わかやま | Wakayama | わかやま |
Kalau yang kamu butuhkan angka penduduk dan pengelompokan per wilayah, ada daftar 47 prefektur dengan ibu kota dan populasi. Bendera tiap prefektur punya cerita sendiri di halaman bendera prefektur Jepang.
Kota, distrik, machi, dan mura
Di dalam setiap prefektur, peta turun lagi. Pola klasik sejak undang-undang otonomi daerah akhir abad ke-19: kota (市, shi) berdiri sendiri, sementara distrik (郡, gun) menaungi kota kecil (町, machi/chō) dan desa (村, mura/son). Hokkaidō masih memakai cabang subprefektur (支庁, shichō) untuk pulau yang terlalu luas diurus dari satu meja di Sapporo. Untuk sisi utara itu, panduan Hokkaido menelusuri Sapporo, Hakodate, Otaru, dan Asahikawa tanpa harus hafal seluruh peta pulau.
Di antara kota-kota, pemerintah membedakan beberapa status. Yang masih dipakai:
- Kota terpilih (政令指定都市, seirei-shitei-toshi) — kota besar yang boleh membagi diri menjadi ku (区), seperti Yokohama, Osaka, atau Nagoya;
- Kota inti (中核市, chūkaku-shi) — kota menengah dengan sebagian wewenang yang biasanya dipegang prefektur;
- Kota (市, shi) — satuan kota standar;
- Distrik khusus Tokyo (特別区, tokubetsu-ku) — 23 ku di bagian tengah Tōkyō-to, praktis setara kota;
- Kota kecil (町, machi/chō) dan desa (村, mura/son).
Status lama tokurei-shi (特例市, “kota khusus”) dihapus pada 2015; kota yang memakainya pindah ke kategori lain. Jadi daftar jenjang di bawah prefektur tidak lagi memuat kotak itu sebagai tingkat hidup.
Yang biasanya dicari wisatawan adalah nama shi yang sudah familiar — Tokyo, Osaka, Kyoto, Sapporo, Fukuoka. Untuk 20 nama yang paling sering muncul di tiket, lihat 20 kota utama di Jepang. Kalau yang diinginkan justru tempo pelan, kota-kota kecil Jepang lebih dekat ke machi daripada ke papan iklan stasiun besar.
Jadi, ketika seseorang bilang “provinsi di Jepang”, yang dimaksud hampir selalu prefektur. Simpan kuni untuk sejarah dan nama tempat; pakai todōfuken untuk alamat, kereta, dan peta resmi. Delapan wilayah hanya kompas. Kota, machi, dan mura adalah tempat orang benar-benar tinggal.
Komunitas
Komentar
0 komentar
Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.
Kirim komentar