First Love Hikaru Utada: lagu, dorama, dan nostalgia

Satu lagu, satu seri, dan satu kenangan yang belum benar-benar dilepas Jepang.

Pada November 2022, Netflix merilis dorama Jepang yang terinspirasi dari lagu terkenal First Love milik Hikaru Utada. Ini salah satu kasus langka ketika lagu dan serial terasa seperti dua bagian dari kenangan yang sama.

First Love adalah salah satu lagu cinta paling ikonik dalam musik Jepang. Lagunya lembut, sedikit pahit, dan punya nuansa nostalgia yang biasanya baru benar-benar terasa setelah kita pernah mengalami hal serupa.

Lagu ini dirilis pada tahun 1999 dalam album debut sang penyanyi, yang kemudian menjadi album terlaris dalam sejarah Jepang. Wajar saja kalau judul ini masih punya bobot besar sampai sekarang.

Kami juga menyarankan untuk membaca:

Tentang Hikaru Utada

Hikaru Utada lahir di New York pada 1983 dan banyak penggemar memanggilnya Hikki. Musik memang sudah dekat dengannya sejak awal: ayahnya adalah produser dan ibunya penyanyi Enka, jadi lingkungan artistik memang sudah ada dari rumah.

Ia bekerja sebagai penyanyi, penulis lagu, komposer, dan produser. Salah satu hal yang membuat karyanya menonjol adalah caranya memadukan bahasa Jepang dan Inggris dengan sangat natural, sehingga lagu-lagunya punya identitas yang kuat.

Hikaru Utada, penyanyi di balik First Love
Hikaru Utada tetap menjadi salah satu suara terpenting dalam pop Jepang.

Album debutnya, First Love, langsung meledak saat dirilis. Album itu terjual jutaan kopi, mendominasi tangga lagu, dan membantu membentuk era penting dalam musik Jepang. Belakangan, ia juga semakin dikenal lewat lagu tema untuk dorama, anime, dan gim.

Hikaru Utada terkait Kingdom Hearts
Banyak orang juga mengenalnya dari tema anime dan gim seperti Kingdom Hearts.

Lagu First Love

First Love adalah lagu abadi tentang kerinduan, kenangan, dan rapuhnya cinta pertama. Melodinya lembut, tapi tidak pernah terasa kosong. Ada campuran manis dan sakit yang susah dilupakan.

Suara Hikaru Utada juga punya peran besar dalam dampak lagu ini. Ia terdengar jernih, emosional, dan tenang, seolah sedang menyimpan sebuah kenangan dengan hati-hati. Karena itu lagu ini masih menyentuh banyak orang bahkan setelah bertahun-tahun.

Keindahan lagu ini bukan hanya soal romansa. Lagu ini juga mengingatkan kita bahwa cinta pertama sering kali berarti bukan karena lamanya bertahan, tetapi karena jejak yang ia tinggalkan.

Tentang dorama First Love

Netflix juga merilis Hatsukoi, serial Jepang yang disutradarai Yuri Kanchiku dan sangat terinspirasi dari First Love. Ceritanya mengikuti Yae Noguchi dan Harumichi Namiki, dua siswa dari Hokkaido yang memulai hubungan di masa sekolah.

Alurnya melompat antara beberapa periode waktu, jadi pada awalnya memang terasa agak membingungkan. Tapi ketika potongan-potongan ceritanya mulai pas, serial ini berubah jadi pengalaman yang emosional dan sangat memuaskan.

Yang membuat serial ini menarik adalah cara ia tidak sekadar memakai lagu sebagai referensi latar. Banyak adegannya dibangun dari ide-ide yang juga ada dalam lirik: jarak, pilihan yang salah, kesempatan yang hilang, ingatan, dan pertanyaan tentang apa yang tersisa dari cinta pertama.

Kalau kamu suka konteks seperti ini, kamu juga bisa melihat artikel kami tentang drama Jepang di Netflix atau daftar dorama Jepang yang layak ditonton.

Adegan dari dorama First Love di Netflix
Serial ini bermain dengan memori dan waktu tanpa kehilangan inti emosional dari lagunya.

Lirik First Love dengan terjemahan

Di bawah ini ada potongan kecil dari First Love dengan bahasa Jepang, romanisasi, dan terjemahan Indonesia. Kami juga menambahkan video kelas bahasa Jepang yang membahas lagu ini.

最後のキスはタバコの flavor がした
Saigo no kisu wa tabako no flavor ga shita

Ciuman terakhir terasa seperti rasa rokok.

ニガくてせつない香り
Nigakute setsunai kaori

Harum yang pahit dan menyakitkan.

明日の今頃には
Ashita no imagoro ni wa

Besok pada jam seperti ini

あなたはどこにいるんだろう
Anata wa doko ni irundarou

di mana kamu akan berada?

誰を思ってるんだろう
Dare wo omotterundarou

Siapa yang sedang kamu pikirkan?

You are always gonna be my love

Kamu akan selalu menjadi cintaku.

いつか誰かとまた恋に落ちても
Itsuka dareka to mata koi ni ochitemo

Walau suatu hari aku jatuh cinta lagi pada orang lain,

I'll remember to love

aku akan tetap mengingat cara mencintai.

You taught me how

Kamu yang mengajariku caranya.

You are always gonna be the one

Kamu akan selalu menjadi satu-satunya.

Liriknya sederhana, tapi justru di situ letak kekuatannya. Lagu ini tidak banyak bicara, tapi tetap menghantam dengan sangat dalam.

Kenapa First Love masih kuat

Keindahan lagu ini terletak pada sifatnya yang universal. Hampir semua orang bisa merasa terhubung dengannya, meski cinta pertama mereka berbeda jauh. Ini bukan cuma soal romansa, tapi juga soal kenangan, kedewasaan, dan kehilangan.

Serialnya memperkuat perasaan itu dengan mengubah lagu menjadi sebuah kisah lengkap. Akibatnya, musik dan kenangan terasa hampir tidak bisa dipisahkan lagi.

Kalau kamu suka musik Jepang secara umum, topik seperti alat musik Jepang juga menarik untuk dijelajahi. Itu membantu menjelaskan kenapa begitu banyak lagu Jepang terdengar emosional dan khas.

Penutup

First Love lebih dari sekadar lagu dan lebih dari sekadar dorama. Ini adalah bagian dari budaya pop Jepang yang menemani banyak orang selama bertahun-tahun karena menyentuh sesuatu yang sangat manusiawi: cinta pertama dan segala hal yang tidak pernah benar-benar kita lupakan.

Hikaru Utada menciptakan sesuatu yang terasa pribadi, tapi juga universal. Karena itu, First Love tetap mudah diingat dan sulit dilepaskan.

Kevin Henrique

Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.