Ada banyak orang di seluruh dunia yang menghabiskan ribuan jam menonton anime dan drama. Namun, hanya sebagian kecil yang benar-benar mempelajari dasar-dasar bahasa Jepang. Kebanyakan menonton dengan subtitle dan akhirnya cuma mengingat beberapa kata seperti kawaii atau senpai. Kalau istilah itu masih terasa asing, kamu bisa membaca arti Kawaii dan Senpai dan Kouhai.
Kalau kamu ingin belajar bahasa Jepang dengan menonton anime dan drama, yang paling dibutuhkan adalah sabar. Jalan ini tidak mudah, dan peluang berhasilnya juga tidak besar. Tapi anime dan drama tetap bisa membantu kamu menambah kosakata, membiasakan telinga, dan memahami percakapan yang lebih natural. Di artikel ini, kita lihat beberapa tips praktis supaya tontonanmu benar-benar berguna.
Lepas dulu subtitle
Kalau kamu benar-benar ingin belajar bahasa Jepang lewat anime dan drama, subtitle justru akan mengganggu di awal. Saat kamu membaca bahasa lain di layar, otak cenderung memilih jalur paling mudah untuk memahami adegan.
Itu bukan berarti subtitle tidak boleh dipakai sama sekali. Kalau kamu menonton anime untuk pertama kali hanya untuk hiburan, biarkan saja. Tapi kalau kamu sering menonton ulang, itu waktu yang pas untuk mencoba tanpa subtitle dan melihat seberapa banyak yang benar-benar kamu tangkap.

Pakai subtitle Jepang
Langkah berikutnya adalah memakai subtitle Jepang. Dengan begitu kamu melatih membaca dan mendengar sekaligus. Tentu ini jauh lebih efektif kalau kamu sudah mengenal hiragana, katakana, dan sedikit kanji.
Mengikuti subtitle Jepang juga membantu kamu menghubungkan kata, struktur kalimat, dan makna. Kamu mulai memperhatikan bagaimana satu kalimat terdengar dan bagaimana kalimat itu ditulis, jadi lebih mudah mengenali kata-kata yang sebelumnya terasa bercampur.
Salah satu situs yang berguna untuk subtitle Jepang adalah:
Kamu juga bisa membuka file subtitle seperti .ass atau .srt di editor teks. Dari sana, kamu bisa mempelajari dialog langsung, menerjemahkannya, menyalinnya, dan mengulanginya nanti.
Bersabar
Kalau kamu berpikir bisa belajar bahasa Jepang hanya dengan pindah dari satu episode ke episode berikutnya, kemungkinan besar kamu akan frustrasi. Kadang kamu akan berhenti di satu adegan sampai benar-benar paham apa yang diucapkan.
Itu bukan berarti kamu harus berhenti untuk setiap kata. Maksudnya, saat ada yang tidak jelas, lebih baik mundur sebentar, cek artinya, lalu dengarkan lagi sebelum lanjut. Sering kali masalahnya bukan kalimatnya, tetapi kecepatan bicara atau cara kata-kata itu menyambung.
Coba baca subtitle dengan suara keras dan ulangi kalimat yang diucapkan karakter. Kebiasaan kecil ini bisa membuat dialog lebih mudah menempel di kepala. Setiap orang belajar dengan cara berbeda, jadi temukan ritmemu sendiri. Yang penting, tetap sabar dan terus latihan.

Jangan lupa lagu-lagunya
Opening dan ending anime juga bisa membantu lebih dari yang banyak orang kira. Kalau kamu memang suka karaoke, itu malah lebih bagus. Saat bernyanyi, otak memakai bagian yang berbeda, dan kadang lebih mudah mengikuti lirik hiragana daripada membaca satu blok dialog. Kalau kamu sudah hafal lagu lewat telinga, manfaatkan itu untuk memperhatikan kata-kata dan artinya. Untuk awal, lagu pembuka dan penutup biasanya jadi pintu masuk yang bagus.
Kamu juga bisa membaca: KANA: Panduan Definitif Hiragana dan Katakana - Alfabet Jepang
Cara yang paling mudah
Kalau kamu tidak tinggal di Jepang dan jarang berbicara dengan orang Jepang, anime dan drama adalah cara praktis untuk mendengar percakapan nyata. Tidak ada cara yang lebih baik untuk belajar bahasa selain mendengarnya dalam dialog asli lalu mencoba mengikutinya. Meski begitu, sebaiknya kamu tetap belajar hiragana, katakana, dan sedikit kanji terlebih dahulu, lalu menambah kosakata, supaya percakapannya tidak terasa terlalu cepat.
Cara yang lebih sederhana untuk berlatih dialog adalah bermain visual novel. Dibanding anime, biasanya percakapannya lebih tenang, teksnya terlihat jelas, dan kamu punya lebih banyak waktu untuk mencari arti. Namun, tetap saja tidak ada yang bisa menggantikan membaca buku Jepang yang bagus atau berlatih ngobrol dengan teman. Dan tentu saja, manga juga tidak boleh dilupakan.
Komunitas
Komentar
0 komentar
Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.
Kirim komentar