Di Jepang, wajah yang kencang sering dijelaskan dengan iklim dan genetika. Itu benar sebagian. Yang jarang masuk ke penjelasan rapi adalah pita silikon di kening, masker aluminium, dan steamer yang bentuknya mirip rice cooker di meja rias.
Kami sudah menulis tentang cara orang Jepang tetap langsing dan terlihat muda lewat makanan, iklim, dan kebiasaan. Kali ini lebih spesifik: garis ekspresi, kerutan, kelopak mata, dan produk yang kadang terdengar aneh. Itu tidak cukup untuk menghindari tahun-tahun kritis yakudoshi — tapi memperlihatkan seberapa jauh perawatan kulit di sana.

Daftar isi 8
Bagaimana wanita Jepang menahan penuaan?
Iklim yang lebih dingin di banyak wilayah Jepang membantu kulit tidak terbakar sepanjang tahun. Di Indonesia, sebaliknya, matahari tropis hampir selalu ada: noda, garis halus, dan kulit kering karena UV muncul lebih cepat kalau wajah dibiarkan tanpa pelindung.
Makanan juga ikut bicara. Pola makan Jepang lebih sering membawa ikan berlemak, magnesium, dan mangkuk misoshiru hampir setiap hari. Camilan pun, secara umum, tidak seberat jajanan yang kita temui di minimarket tropis. Ditambah kebiasaan mandi air panas di onsen yang kaya mineral — hampir semuanya, dari dapur sampai bak mandi, terasa disusun agar tubuh tidak “tergesa-gesa” menua.

Tentu saja usia tua tidak bisa dihindari. Banyak yang mencoba menahan tanda-tandanya, tetapi sekitar usia 40 makeup menjadi bagian harian dan rak krim mulai penuh. Di situlah muncul klinik, serum mahal, dan perangkat yang dari jauh kelihatan aneh.
Tabir surya harian, PA++++, dan payung anti-UV
Kalau ada satu kebiasaan yang lebih masuk akal daripada “krim ajaib”, itu tabir surya. Sinar UVA menembus lebih dalam dan mempercepat kerutan serta noda — fotoaging, bukan sekadar terbakar merah. Di Jepang, label PA mengukur perlindungan UVA — PA++++ adalah tingkat tertinggi yang dipakai di kemasan sana. SPF menjaga UVB. Keduanya perlu, bukan salah satu.
Wanita Jepang juga tidak mengandalkan satu botol. Payung anti-UV (higasa), topi, lengan panjang, dan penutup lengan saat bersepeda atau menyetir adalah pemandangan biasa di musim panas. Untuk pembaca di iklim tropis, ini justru lebih mendesak: UV tidak menunggu liburan pantai.
Tekstur tabir surya Jepang memang sering ringan — essence, milk, gel — supaya dipakai setiap hari, bukan cuma di pantai. Merek seperti Bioré, Anessa, dan Shiseido muncul di rak karena rumusnya nyaman di kulit lembap. Yang penting bukan papan peringkat: oles merata, ulang setelah berkeringat, dan jangan berharap satu lapisan menggantikan topi.
Wanita Jepang memakai krim anti-penuaan?
Sebagian orang membayangkan Jepang, iklim, kebiasaan, dan kuliner sudah cukup membuat wanita 40 tahun terlihat 20. Itu tidak selalu benar. Makeup dan produk kecantikan ikut bekerja — kadang lebih dari yang diakui di foto.
Sebagian wanita mengikuti rutinitas ketat: makanan, cuci muka, toner, serum, krim. Kami sudah merangkum kebiasaan itu di sepuluh kebiasaan kulit yang sering dikaitkan dengan wanita Jepang. Di sini lebih spesifik: cara ekstrem menahan kerutan, dari krim sampai perangkat aneh.

Krim dan serum anti-kerut Jepang
Berbicara krim anti-kerut, garis ekspresi, atau kelopak mata itu rumit. Ada ribuan krim, minyak, serum, losion, dan scrub. Dua nama yang paling sering muncul di rak Jepang adalah DHC dan Shiseido.
Tidak disarankan menumpuk terlalu banyak produk atau memakai krim berat di siang hari. Efeknya bisa terbalik: jerawat, minyak berlebih, pori tersumbat.

Perawatan krim yang lebih masuk akal biasanya malam hari, setelah wajah bersih. Saat tidur suhu tubuh naik, dan produk punya waktu lebih lama di kulit — bukan sihir, hanya waktu kontak.
Saya sendiri tidak terlalu percaya pada sebagian besar janji “hilang dalam tujuh hari”. Yang realistis: hidrasi, perlindungan UV, dan rumus yang tidak merusak sawar kulit. Nama di bawah ini sering terlihat di toko Jepang. Ini peta, bukan papan juara.
- SHISEIDO Ultimune Power Infusing Concentrate N (SHISEIDO アルティミューン パワライジングコンセントレートN)
- Elixir Enriched Serum (エリクシール シュペリエル エンリッチドセラム)
- SK-II Genoptics Spot Essence (SK-II ジェノプティクス スポット エッセンス)
- HAKU melanofocus (HAKU メラノフォーカス 美白美容液)
- Melano CC Medicated Serum (メラノCC 薬用しみ集中対策 Wビタミン浸透美容液)
- POLA B.A Serum (POLA B.A セラム)
- MUJI Aging Care Moisturising Essence (無印良品 エイジングケアプレミアム美容液)
- Sofina Lift Professional (ソフィーナ リフトプロフェッショナル)
Klinik kecantikan, pijat wajah, dan uap onsen
Banyak wanita Jepang juga ke klinik. Ada yang cukup dengan pembersihan wajah, obat topikal, atau perawatan yang menjanjikan pori lebih halus dan noda lebih pudar. Ada yang, setelah usia tertentu, mempertimbangkan prosedur. Harga sesi profesional mudah melewati 10.000 yen.

Selain klinik, pijat wajah dengan minyak — termasuk aliran seperti kobido — dianggap relaksasi yang merangkap perawatan. Uap juga biasa: onsen dan spa di seluruh negeri, dan sebagian orang ke rumah mandi hampir setiap hari. Kulit kena air panas, mineral, dan waktu istirahat. Bukan botol serum, tapi itu bagian dari “anti-aging” yang jarang masuk iklan.
Perekat, masker, dan pita anti-kerut
Sekarang bagian keanehannya. Orang Jepang menemukan begitu banyak benda sampai penduduk sendiri kadang hanya menggeleng. Salah satunya: perekat, masker, atau pita untuk menahan garis ekspresi.

Ada yang dari silikon, ada yang dari aluminium. Ada yang menjanjikan menjaga bentuk wajah supaya kerutan tidak “nemen”. Saya bahkan tidak tahu harus merekomendasikan yang mana — jumlahnya ribuan. Toko seperti Japan Trend Shop penuh dengan masker kogao dan pita wajah, lengkap dengan foto yang membuat orang luar negeri mengernyit.
Alat mulut dan hidung anti-kerut
Percaya atau tidak, ada perangkat hidung dan mulut yang menjanjikan menghilangkan kerutan. Katanya membentuk wajah, hidung, dan mulut supaya garis tidak dalam, lalu “memperbaiki” penampilan. Orang Jepang tidak kehabisan ide.

Sebagian dibuat untuk melatih senyum dan otot wajah. Ada yang bahkan menjanjikan mengubah suara. Dari jauh benda-benda itu kelihatan menakutkan. Sebagian orang tetap memakainya. Jangan lupa: ada juga kacamata anti-kerut.
Roller ReFa, steamer Panasonic, dan perangkat lain
Selain masker, pita, mulut, kacamata, dan penjepit hidung, masih ada perangkat yang menjanjikan kulit lebih kencang.
Salah satu yang paling dikenal adalah ReFa CARAT, roller platinum dengan dua bola yang diklaim meniru pijatan estetisi dan membawa mikroarus ringan dari panel di gagang. Itu bukan “mesin ajaib”. Itu pijat mekanis plus arus sangat kecil. Banyak orang memakainya di rumah karena bentuknya jelas dan rutinnya pendek.

Lalu ada steamer Panasonic NanoCare yang dari jauh mirip rice cooker. Uap nano dipakai sebelum atau sesudah cuci muka, kadang malam hari, untuk melembapkan wajah dan kadang rambut. Kalau ingin melihat deretan benda aneh semacam itu, Japan Trend Shop masih jadi etalase yang jujur: tidak semua masuk akal, dan justru itu yang menarik.
Sebagian besar wanita Jepang “normal” tetap di jalur krim, tabir surya, dan kadang klinik. Perangkat aneh itu lapisan tambahan — atau lelucon mahal, tergantung siapa yang memakainya. Pernah ketemu orang yang berani tidur dengan pita di kening?
Komunitas
Komentar
0 komentar
Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.
Kirim komentar