Melon Pan: roti manis Jepang dengan kulit biskuit renyah

Melon Pan: roti manis Jepang dengan kulit biskuit renyah

Roti lembut berlapis biskuit yang retak seperti kulit melon, lengkap dengan cerita dan resep rumahan.

Di etalase toko roti Jepang, melon pan (メロンパン) mudah dikenali dari bentuknya yang bulat dan garis silang di permukaannya. Namanya memang mengingatkan pada buah melon, tetapi versi klasiknya biasanya tidak memakai buah atau rasa melon sama sekali.

Pesonanya ada pada pertemuan dua tekstur: roti manis yang empuk di dalam dan lapisan adonan biskuit yang kering serta renyah di luar. Pola retaknya membuatnya tampak seperti melon kecil, lalu aroma mentega dari kulitnya yang baru dipanggang yang membuat orang berhenti di depan toko roti.

Melon pan Jepang dengan kulit biskuit berpola silang
Daftar isi 7

Apa itu melon pan?

Melon pan adalah salah satu kashi pan, yaitu roti manis Jepang. Adonan rotinya dibungkus atau ditutup dengan adonan biskuit tipis, kemudian diberi goresan kotak sebelum dipanggang. Saat keluar dari oven, kulit itu mengeras tipis sementara bagian tengahnya tetap lembut.

Kata pan (パン) sendiri berasal dari kata Portugis pão. Nama melon lebih banyak merujuk pada rupa roti daripada bahan di dalamnya. Beberapa toko roti memang membuat versi dengan perisa melon, cokelat cip, matcha, atau isian krim, tetapi itu bukan syarat sebuah melon pan.

Asal-usulnya tidak sesederhana namanya

Riwayat melon pan punya beberapa versi dan tidak ada satu penjelasan yang disepakati sepenuhnya. Ada cerita tentang roti yang menyerupai makuwau, sejenis melon oriental, dan ada pula perkembangan roti bulat berkulit biskuit yang dikenal sebagai sunrise di wilayah Kansai dan Hiroshima.

Di Kure, Hiroshima, bentuk melon pan juga bisa berbeda dari yang umum ditemukan di Tokyo: ada yang memanjang seperti bola rugby dan berisi krim. Toko Melonpan di Kure menyebut usahanya berdiri pada 1936 serta mempertahankan bentuk khas tersebut. Perbedaan daerah ini menarik karena menunjukkan bahwa nama yang sama dapat membawa rupa dan isian yang tidak selalu sama.

Varian melon pan dari Kure, Hiroshima

Resep melon pan rumahan

Resep ini memakai dua adonan: adonan roti untuk bagian lembut dan adonan biskuit untuk kulit yang renyah. Timbang bahan bila memungkinkan agar pembagian roti dan ketebalan kulitnya lebih seragam.

Bahan adonan roti

  • 300 g tepung terigu protein tinggi
  • 40 g gula pasir
  • 1 butir telur sedang, tambahkan air hingga berat total 200 g
  • 24 g mentega lunak
  • 6 g susu bubuk
  • 6 g ragi kering
  • 5 g garam

Bahan adonan biskuit

  • 60 g mentega tawar suhu ruang
  • 85 g gula pasir
  • 40 g telur kocok
  • 180 g tepung terigu
  • 1/2 sendok teh baking powder
  • Cokelat cip, opsional
  • Gula kristal untuk pelapis

Cara membuat melon pan

  1. Siapkan adonan biskuit. Kocok mentega hingga lembut, masukkan gula, lalu kocok sampai warnanya lebih pucat. Tambahkan telur sedikit demi sedikit sambil terus diaduk.
  2. Ayak tepung dan baking powder ke dalam campuran, lalu aduk hingga menjadi adonan yang menyatu. Tambahkan cokelat cip bila digunakan.
  3. Bentuk adonan biskuit menjadi silinder, bungkus rapat, lalu dinginkan setidaknya 30 menit agar mudah dipotong dan dibentuk.
  4. Buat adonan roti. Campurkan bahan kering, telur, dan air hingga tidak ada tepung kering. Masukkan mentega lunak serta garam, lalu uleni sampai adonan halus dan elastis.
  5. Tutup adonan dan biarkan mengembang sekitar satu jam, atau sampai volumenya mendekati dua kali lipat. Waktu dapat berubah mengikuti suhu ruangan.
  6. Kempiskan perlahan untuk mengeluarkan gas, bagi menjadi 12 bagian dengan berat kira-kira 50 g, lalu bulatkan. Istirahatkan 15 menit.
  7. Potong adonan biskuit dingin menjadi 12 bagian. Simpan bagian yang belum dipakai di lemari es agar tidak terlalu lunak.
  8. Ratakan satu bagian adonan biskuit di antara dua lembar plastik hingga membentuk lingkaran sekitar 10–12 cm.
  9. Letakkan satu bola adonan roti di tengahnya. Tutup bagian atas dan sisinya dengan biskuit, tetapi jangan sampai lapisan itu menutup dasar roti sepenuhnya.
  10. Buat goresan silang tipis pada kulit biskuit. Gulingkan bagian kulit ke gula kristal bila ingin hasil yang lebih bertekstur.
  11. Susun di loyang dengan jarak yang cukup. Diamkan lagi 20–30 menit sambil memanaskan oven hingga 200°C.
  12. Panggang sekitar 15 menit, sampai kulitnya berwarna keemasan muda dan roti matang.
  13. Dinginkan beberapa menit di rak. Kulit biskuit paling enak ketika masih renyah, sedangkan roti di dalamnya tetap lembut.
Adonan melon pan dengan cokelat cip sebelum dipanggang

Hal yang perlu diperhatikan saat memanggang

Jangan menambahkan banyak tepung ketika menguleni hanya karena adonan terasa lengket pada awalnya. Adonan roti akan lebih mudah ditangani setelah gluten mulai terbentuk. Sebaliknya, adonan biskuit perlu tetap dingin; bila terlalu lunak, lapisannya sulit menempel rapi dan pola silang dapat hilang.

Goresan di atas kulit cukup dangkal. Tujuannya memberi pola dan ruang bagi biskuit untuk retak saat mengembang, bukan membelah roti sampai ke adonan di bawahnya. Setelah satu kali mencoba, Anda bisa mengubahnya dengan cokelat cip atau sedikit perisa melon, tetapi versi sederhana pun sudah menonjolkan alasan roti ini begitu mudah dikenali.

Sumber dan tautan berguna

Tentang penulis

Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.