Mengapa basket begitu populer di Jepang?

Mengapa basket begitu populer di Jepang?

Perjalanan basket Jepang dari manga tahun 90-an, panggung kejuaraan dunia 2006, hingga liga profesional dengan penonton...

Jepang punya sejarah panjang dengan basket, meskipun sepak bola dan bisbol lebih dulu populer di sana. Jejak kedekatan itu mudah ditemukan.

Seiring berjalannya waktu, olahraga ini mulai mendapat tempat di hati orang Jepang, dan hal itu tidak terjadi begitu saja. Popularitasnya tumbuh dari kebiasaan sehari-hari, terutama kegiatan klub sekolah dan tayangan anime di televisi.

Ikuti pembahasan berikut untuk mengenal perjalanan basket di Jepang, dari manga tahun 90-an sampai para pemainnya yang kini berlaga di NBA.

Daftar isi 6

Jepang dan Basket: Bagaimana Semuanya Dimulai

Basket di Jepang tumbuh setapak demi setapak, dimulai dari kegiatan sekolah, meledak lewat manga pada tahun 90-an, dan berlanjut dengan minat terhadap NBA serta liga lokal. Tiga faktor berikut membantu menjelaskan perjalanan tersebut:

  • Jepang menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Basket pada tahun 2006;
  • Kemunculan pemain Jepang di NBA;
  • Penciptaan liga nasional seperti B.League.

Mari kita bahas satu per satu untuk menyusun kembali sejarah olahraga ini di Jepang.

Pertandingan basket antarpelajar di Jepang

Takehiko Inoue, Sang Mangaka

Kita bisa mengatakan bahwa Takehiko Inoue adalah pelopor besar olahraga ini di Jepang, meskipun ia bukan atlet. Pada awal tahun 90-an, mangaka ini membuat manga bertema basket.

Serial itu berjudul Slam Dunk dan mengisahkan tim basket SMA Shōhoku. Manga ini dimuat di Weekly Shōnen Jump dari tahun 1990 hingga 1996 dan langsung menjadi fenomena. Jumlah pemain basket SMA laki-laki di Jepang mencapai rekor lebih dari 113.000 orang pada tahun 1995, dan Asosiasi Bola Basket Jepang menganugerahkan penghargaan khusus kepada Inoue pada tahun 2010 karena berjasa memopulerkan olahraga ini.

Pengaruhnya bertahan lama. Film The First Slam Dunk, yang disutradarai Inoue pada 2022, meraup sekitar 279 juta dolar AS dan menjadi film basket dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa. Bagi yang ingin menonton lebih banyak, ada deretan anime basket untuk penggemar Kuroko no Basket yang bisa dijelajahi.

Lima pemain tim Shōhoku dari manga Slam Dunk karya Takehiko Inoue

Kejuaraan Dunia Basket 2006

Pada tahun 2006, Jepang menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Basket yang diselenggarakan FIBA bersama Asosiasi Bola Basket Jepang. Sebelumnya, kompetisi ini diikuti 16 tim, dan edisi 2006 menjadi edisi pertama yang memakai format 24 tim.

Jepang lolos otomatis sebagai tuan rumah. Spanyol keluar sebagai juara setelah mengalahkan Yunani di final, sementara Jepang finis di peringkat ke-20, tepat di bawah Brasil yang menempati peringkat ke-19.

Peron Stasiun Noshiro di Prefektur Akita dengan dekorasi ring basket dan papan bertuliskan バスケの街・能代

Pemain Jepang di NBA

Ada beberapa pemain Jepang yang berhasil menembus NBA, tingkat tertinggi dalam karier seorang atlet basket. Mereka datang lewat jalur yang berbeda dan menjadi panutan di negaranya.

1. Rui Hachimura: pemain Jepang paling dikenal di NBA. Ia dipilih Washington Wizards sebagai pilihan kesembilan pada draft 2019, membela Los Angeles Lakers sejak 2023, lalu pindah ke Los Angeles Clippers pada Juli 2026 dengan kontrak dua tahun.

2. Yuki Kawamura: pemain setinggi 1,70 meter, terpendek di NBA pada musim 2025-26. Ia masuk liga lewat Memphis Grizzlies pada 2024, memperkuat Chicago Bulls pada musim berikutnya, dan bergabung dengan Clippers pada Agustus 2026, kini satu tim dengan Hachimura.

3. Yuta Watanabe: tiba di NBA pada 2018 melalui Memphis Grizzlies. Setelah beberapa musim berpindah tim, ia kembali ke Jepang pada 2024 dan berseragam Chiba Jets di B.League.

4. Yuki Togashi: point guard setinggi 167 sentimeter yang sempat menarik perhatian bersama Dallas Mavericks pada 2014, namun dilepas sebelum musim reguler dimulai. Ia kembali ke Jepang bersama Chiba Jets, dan pada 2019 terpilih sebagai MVP B.League.

B.League

B.League lahir pada 2016 sebagai hasil penggabungan National Basketball League (NBL) dan bj league, tepat seperti yang diminta FIBA setelah Jepang diskors dari kompetisi internasional pada November 2014. Liga ini menaungi tiga divisi dan menerapkan promosi serta degradasi antardivisi hingga musim 2025-26.

Perkembangannya terlihat dari jumlah penonton. Sepanjang musim 2025-26, B1 dan B2 mencatat total 5.481.168 penonton, termasuk pascamusim dan All-Star, rekor tertinggi sejak liga dibentuk. Rata-rata kehadiran di B1 pun mencapai 5.171 orang per pertandingan. Mulai musim 2026-27, liga ini memakai format baru: divisi teratasnya bernama B.League Premier dan diisi 26 klub tetap.

Popularitas itu juga ditopang kebiasaan sejak sekolah. Sekolah-sekolah di Jepang sangat mendorong siswa mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, termasuk klub sekolah atau bukatsu yang menjadi tempat banyak pemain muda menempa kemampuan.

Taruhan Olahraga

Empat cabang olahraga publik di Jepang terbuka untuk taruhan: pacuan kuda (keiba), balap sepeda (keirin), balap motor (auto race), dan balap perahu (kyotei).

Lotre olahraga negara (toto) melengkapi pilihan legal tersebut. Sejak 2022, pertandingan B.League ikut masuk melalui produk WINNER, lalu pada September 2026 hadir DUNK10 dan DUNK6 yang khusus memakai pertandingan liga itu.

Di sisi lain, aturan perjudian terus diperketat. Pada Juni 2025, majelis rendah parlemen Jepang meloloskan rancangan undang-undang yang melarang pembukaan dan pengoperasian situs kasino daring, termasuk promosinya lewat media sosial.

Sumber dan tautan berguna

Tentang penulis

Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.