Apakah Anda pernah bertanya-tanya bagaimana cara menyuruh seseorang diam dalam bahasa Jepang? Mungkin Anda pernah mendengar di beberapa anime seseorang mengatakan "Urusai", "Shizukani", "Damare" dan "Damatte". Damare berasal dari kata kerja damaru [黙る], urusai [うるさい] adalah kata sifat untuk kebisingan dan iritasi, dan shizuka ni [静かに] meminta diam dengan nada ruang kelas.
Siswa bahasa Jepang sering melihat banyak bentuk, karena bahasanya mencampur kata kerja dan kata sifat untuk bicara soal kebisingan, omongan, dan rasa kesal orang yang mendengar. Nadanya mulai dari permintaan sopan sampai umpatan saat ribut.
Daftar isi 6
Apa Arti Damare? Damatte? [黙る]
Sangat umum mendengar di anime, drama, atau film Jepang seseorang mengatakan damare! atau damatte! terkadang disertai dengan "Kudasai" [ください] yang berarti tolong. Kedua kata ini adalah variasi dari kata kerja "Damaru" [黙る] yang secara harfiah berarti diam, senyap, tidak mengatakan apa-apa.
Ideogram [黙] membawa ide diam, berhenti berbicara, dan membiarkan seperti adanya. Formalitas bahasa Jepang terlihat dalam daftar variasi di bawah ini:
- 黙って下さい (Damatte kudasai): permintaan dengan "tolong", tetap kering
- 黙って (Damatte): informal, agak kasar
- 黙れ (Damare): sangat kasar, tutup mulut saat ribut, di wilayah yang sama dengan kata kasar bahasa Jepang
- 黙りなさい (Damarinasai): perintah dari yang berwenang, seperti orang tua atau guru
- だまらっしゃい (Damarasshai): bentuk lama dan teatrikal, lebih di panggung dan anime daripada sehari-hari
- お黙りなさい (Odamarinasai): perintah dengan awalan hormat, tetap perintah
- 黙って聞いていて (Damatte kiiteite): diam dan dengarkan

Apa Arti Urusai [うるさい]?
Kemungkinan besar Anda pernah mendengar kata "Urusai" [煩い] dari beberapa karakter kecil dan tsundere di anime atau manga, dan bingung dengan artinya. Di teks terjemahan sering jadi "diam!", dan pemakaiannya mencakup kebisingan, iritasi, dan orang yang ngotot.
"Urusai" [うるさい] adalah kata sifat Jepang yang mengungkapkan sesuatu yang berisik atau keras. Karena kelenturan bahasa Jepang, "urusai" lebih sering dipakai daripada kata kerja "damaru" [黙る] sendiri.
Ketika seseorang berteriak atau mengatakan [うるさい], mereka merujuk pada sesuatu yang menjengkelkan, menyebalkan, melelahkan, persisten, ribut, mengganggu, dan sensasi tidak nyaman atau iritasi lainnya. Dalam kebanyakan kasus, ekspresi ini menyampaikan ide sederhana untuk "diam" atau "tenang".

Di teks terjemahan, urusai dan damare sering jatuh ke "diam" yang sama. Sasarannya beda: damare menunjuk ke mulut orang itu, urusai mengeluh soal kebisingan atau desakan. Karena itu urusai bisa terdengar lebih ringan kalau suaranya tidak penuh amarah. Di bawah ini beberapa variasi kata sifat ini yang dipakai untuk menyuruh diam:
- うるさい (Urusai): pemakaian biasa
- うるせえ (Urusee): kontraksi yang lebih kasar
- うっせえ (Ussee): masih lebih dipotong dan pedas
- うるせえよ (Urusee yo): kontraksi yang sama plus partikel yo
- やかましいわ (Yakamashii wa): yakamashii adalah kata standar, sering terdengar di Kansai
- じゃかあしいわ (Jakaashii wa): Hiroshima, pengganti yakamashii
"Urusai" juga dipakai untuk mengeluh soal tetesan air, suara tetangga, konstruksi, dan, tanpa suara sama sekali, orang yang ngotot. Seseorang yang tidak mau melepas topik bisa dipanggil urusai dengan cara yang sama.
Apa Arti Shizukanishite [静かにして]?
Cara lain yang sangat populer untuk meminta diam dalam bahasa Jepang adalah dengan menggunakan kata "Shizukani" [静かに]. Istilah ini meminta sesuatu yang tenang, senyap, damai, dan lembut, dan ini permintaan yang muat di ruang kelas, teater, dan tempat mana pun yang minta volume rendah tanpa umpatan.
Guru sering menggunakan versi sopan "shizuka ni shite kudasai" [静かにして下さい] atau hanya "shizukanishite" [静かにして]. Ekspresi ini dipakai di ruang kelas untuk meminta siswa diam dengan cara yang hormat dan berwibawa.
- お静かに (Oshizuka ni): tolong, diam
- 静かにしなさい (Shizuka ni shinasai): tenang, perintah dari yang memimpin

Cara Lain untuk Menyuruh "Diam" dalam Bahasa Jepang
Ada cara lain untuk menyuruh diam atau "diam" dalam bahasa Jepang, mari kita lihat?
Diam, Sialan
- [お前に言われる筋合いはない] omae ni iwareru sujiai wa nai
- [お前が言うな] omae ga iu na
- [聞きたくない] kikitakunai
- [聞こえない] kikoenai
Dua kalimat pertama menolak moral orang yang bicara: Anda tidak wajib menerima omelan dari orang itu, dan "lihat siapa yang omong". Dua terakhir memotong topik, gosip, kritik, atau keluhan: tidak mau dengar, tidak sedang dengar. Nada berat ucapan-ucapan ini juga muncul di kata kasar dalam anime.
Kata Lain
Untuk menyelesaikan, saya akan meninggalkan beberapa kata dan ekspresi yang dalam situasi tertentu dapat memberikan ide "diam" atau "senyap".
- 口をつぐむ (Kuchi wo tsugumu): tahan lidah itu, diam
- 口にチャック (Kuchi ni chakku): tutup resleting mulut
- しーっ (Shhhh!): Saya tidak perlu mengomentari ini...
- シャラップ (Sharappu): dari bahasa Inggris shut up
- 無言でいい (Mugon de ii): lebih baik diam
- もう一回言ったら殴るぞ (Mou ikkai ittara naguru zo): kalau Anda bicara lagi, saya pukul!
Dalam praktiknya, urusai mengeluh soal kebisingan atau orang yang ngotot, damare benar-benar menyuruh tutup mulut, dan shizuka ni meminta diam seperti di ruang kelas. Di luar anime, pertengkaran, atau percakapan sangat akrab, yang paling aman tetap shizuka ni shite kudasai.






Komunitas
Komentar
0 komentar
Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.
Kirim komentar