Mengobrol tentang uang dalam bahasa Jepang

Mengobrol tentang uang dalam bahasa Jepang

Panduan praktis percakapan finansial bahasa Jepang, kosakata pembayaran di kasir toko, dan etiket bertransaksi dengan...

Dalam artikel ini, kita akan membahas daftar frasa penting dan ungkapan percakapan sehari-hari seputar uang dalam bahasa Jepang. Baik saat Anda ingin membicarakan batas anggaran pribadi, mengobrol santai tentang kondisi keuangan, maupun bertransaksi saat berbelanja di toko dan restoran, kalimat serta kosakata praktis ini akan membantu Anda berkomunikasi dengan percaya diri di Jepang.

Untuk memahami lebih dalam mengenai sistem keuangan lokal, Anda juga dapat membaca panduan kami tentang sejarah dan pecahan koin yen Jepang, mencari tahu alasan mengapa mata uang yen tidak menggunakan pecahan sen, serta mempelajari metode tradisional Kakeibo untuk menghemat uang.

Pria dan wanita tersenyum sambil memegang lembaran uang sepuluh ribu yen Jepang
Daftar isi 4

Frasa tentang Keterbatasan Uang dalam Bahasa Jepang

Kalimat-kalimat berikut sering digunakan saat membicarakan keterbatasan anggaran pribadi, pengeluaran tak terduga, atau saat uang sedang menipis. Jika Anda membaca halaman ini melalui perangkat seluler, geser tabel ke samping untuk membaca kolom Romaji dan terjemahan lengkap.

Tabel Responsif: Geser tabel ke samping dengan jari >>
Bahasa JepangRomajiTerjemahan
お金がありません。Okane ga arimasen.Saya tidak punya uang.
僕にはそんなにお金を出す余裕はない。Boku ni wa sonnani okane o dasu yoyū wa nai.Saya tidak mampu membayar sebanyak itu.
家賃を払うお金がありません。Yachin o harau okane ga arimasen.Saya tidak punya uang untuk membayar sewa.
僕はしばしばお金に困る。Boku wa shibashiba okane ni komaru.Saya sering kali kehabisan uang.
お金の不足は愛を殺す。Okane no fusoku wa ai o korosu.Kekurangan uang merusak cinta.
歩道にお金が落ちていた。Hodō ni okane ga ochite ita.Ada uang terjatuh di trotoar.
私はお金はないけど、幸せだ。Watashi wa okane wa nai kedo, shiawase da.Saya tidak punya uang, tetapi saya bahagia.
彼女は少しお金を持っていた。Kanojo wa sukoshi okane o motte ita.Dia memiliki sedikit uang.
私の給料は少なすぎる。Watashi no kyūryō wa sukuna sugiru.Gaji saya terlalu kecil.
今月はお金が厳しいんだ。Kongetsu wa okane ga kibishī nda.Bulan ini keuangan saya sedang ketat.
父はいつもお金がない。Chichi wa itsumo okane ga nai.Ayah saya selalu tidak punya uang.
お金がないので、プチッと旅行。Okane ga nai node, puchitto ryokō.Karena uang sedang pas-pasan, perjalanannya singkat saja.
友達にお金を借りました。Tomodachi ni okane o karimashita.Saya meminjam uang dari teman.
お金がなくて大変な状況にある。Okane ga nakute taihen na jōkyō ni aru.Saya tidak punya uang dan berada dalam situasi sulit.
わずかなお金Wazukana okaneSedikit uang atau uang receh.

Kosakata Esensial untuk Berbelanja dan Membayar di Kasir

Saat berbelanja di toko ritel, minimarket (konbini), atau memesan makanan di restoran Jepang, menyiapkan ungkapan yang tepat di depan kasir akan membuat transaksi berjalan lancar dan sopan.

Tabel Responsif: Geser tabel ke samping dengan jari >>
Bahasa JepangRomajiTerjemahan
いくらですか?Ikura desu ka?Berapa harganya?
これはいくらですか?Kore wa ikura desu ka?Berapa harga barang ini?
お会計をお願いします。O-kaikei o onegaishimasu.Tolong hitung tagihannya.
現金でお願いします。Genkin de onegaishimasu.Saya bayar dengan uang tunai.
クレジットカードは使えますか?Kurejitto kādo wa tsukaemasu ka?Apakah bisa memakai kartu kredit?
カードでお願いします。Kādo de onegaishimasu.Saya bayar dengan kartu.
お釣りO-tsuriUang kembalian
レシートをお願いします。Reshīto o onegaishimasu.Tolong berikan struk belanja.
領収書をお願いします。Ryōshūsho o onegaishimasu.Tolong berikan kuitansi resmi.
割引WaribikiDiskon atau potongan harga
袋は要りません。Fukuro wa irimasen.Saya tidak membutuhkan kantong plastik.

Etiket Uang di Jepang: Baki Kasir dan Kebiasaan Pembayaran

Kebiasaan bertransaksi di Jepang mengikuti tata krama sosial tertentu yang mengedepankan keteraturan, kebersihan, dan rasa saling menghargai antara pelanggan dan staf toko.

Di hampir setiap meja kasir toko maupun restoran, Anda akan melihat sebuah nampan kecil khusus yang disebut tsuritoban atau karton (karuton). Pelanggan meletakkan uang tunai atau kartu pembayaran langsung di atas nampan tersebut, bukan menyerahkannya langsung dari tangan ke tangan. Staf kasir akan menghitung uang dengan cermat, lalu meletakkan uang kembalian beserta tanda terima kembali di atas nampan agar Anda dapat mengambilnya dengan rapi.

Memberi uang tip tidak lazim dalam budaya Jepang. Layanan berkualitas tinggi di restoran, hotel, dan taksi sudah mencakup keramahtamahan penuh yang dikenal sebagai omotenashi. Meninggalkan uang tambahan di atas meja justru dapat membingungkan staf, karena mereka akan mengira Anda tidak sengaja melupakan uang kembalian dan berusaha mengejar Anda untuk mengembalikannya.

Meskipun kartu kredit dan kartu transportasi digital seperti Suica atau Pasmo kini diterima secara luas di kota-kota besar, membawa uang tunai yen fisik tetap sangat penting. Banyak kedai tradisional, mesin penjual kupon ramen, kawasan pedesaan, dan loker koin stasiun masih hanya menerima pembayaran menggunakan uang kertas serta koin.

Menavigasi Transaksi Finansial Sehari-hari dengan Percaya Diri

Membicarakan uang dalam bahasa Jepang mencakup pemilihan kosakata yang tepat sekaligus kepekaan terhadap norma sosial setempat. Menguasai ungkapan keterbatasan dana saat mengobrol santai bersama sahabat maupun frasa formal saat membayar di kasir memungkinkan Anda berinteraksi dengan wajar dan sopan.

Pemahaman praktis terhadap percakapan keuangan ini memberikan kenyamanan berbahasa sekaligus kemudahan saat menjalani aktivitas harian di Jepang.

Sumber dan tautan berguna

Tentang penulis

Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.