Ashi-waza [足技] adalah kumpulan teknik terapi Jepang dengan kaki. Ashi berarti kaki secara harfiah, sedangkan Waza berarti teknik. Seni ini digunakan baik dalam pertarungan maupun terapi tubuh, dalam artikel ini kita akan berbicara tentang keduanya.
Daftar Isi
Ashi Waza sebagai teknik bertarung
Ashi waza dianggap sebagai bagian besar dari karate, judo, dan jenis pertarungan lainnya, yang melibatkan studi teknik dengan kaki. Posisi kaki untuk menahan dampak dan teknik pertahanan atau serangan dalam arti luas.
Dalam Karate, bagian kaki dan kaki disebut dan ditentukan untuk setiap jenis teknik bertarung. Fukurahagi mengacu pada betis, Futomomo mengacu pada paha, Hiza sesuai dengan lutut, sedangkan kaki disebut Soku.
Soku adalah anggota utama teknik Jepang dengan kaki, di mana digunakan untuk menerapkan dan menerima pukulan dan dampak. Area ini disebut Haisoku, Kakato, Koshi, Teisoku, Sokuto, Tsumasaki, dan Sune.
Teknik apa pun yang menggunakan kaki atau kaki dalam jenis pertarungan Jepang apa pun, dapat akhirnya diklasifikasikan sebagai ashiwaza, karena kata ini tidak berarti apa-apa selain teknik dengan kaki.

Ashi-Waza sebagai terapi
Terapi dengan kaki dikembangkan pada tahun 2003 di sekolah TOYO SEITAI SENMON GAKUIN (Sekolah Oriental yang Spesialis dalam Teknik Penyelarasan Tulang Belakang), yang terletak di Shizuoka (Jepang) oleh master Daisuke Sugiyama.
Dia menggabungkan teknik Thai Massage dan Seitai (Organisasi Tubuh), mengambil yang terbaik dari kedua teknik tersebut, sehingga mengembangkan metodenya sendiri yang disebut Sugiyama Ashigi.
Teknik ini memberikan pengalaman baru bagi mereka yang membutuhkan perawatan terapi dan sekaligus bermanfaat bagi orang yang menerapkan teknik tersebut. Ada banyak manfaat baik bagi penerima maupun penerap teknik.
Manfaat bagi penerima terapi kaki:
- Meningkatkan amplitud gerak sendi;
- Dari telapak kaki, dipancarkan “Ki” (energi vitalitas) yang seringkali lebih besar daripada dari tangan;
- Ritme yang menyenangkan menghasilkan stimulasi yang nyaman di seluruh tubuh;
- Dimungkinkan untuk memijat dan melepaskan ketegangan seluruh tubuh, bukan hanya titik-titik tertentu;
- Meningkatkan sirkulasi darah;
- Meningkatkan dan memperbaiki metabolisme;
- Menghilangkan racun;
- Aliran cairan limfatik menjadi lancar, meningkatkan kesehatan;

Berbeda dengan gambar di atas, terapi dengan kaki dilakukan menggunakan kaki dan bukan pada kaki.
Manfaat bagi Terapis:
- Para terapis yang menerapkan teknik menerima Perlindungan Diri;
- Mengurangi keausan fisik dan meningkatkan Produktivitas;
- Pengembangan Keseimbangan;
- Meningkatkan dan mendidik ulang postur mereka;
- Merangsang area dan refleks kaki;
- Meningkatkan sensitivitas telapak kaki;
- Menguatkan anggota tubuh bawah;
- Meringankan retensi cairan pada anggota tubuh bawah;
- Peningkatan sirkulasi darah;
- Pembakaran lemak pada anggota tubuh bawah;
Helio Nakaura adalah siswa asing pertama yang mempelajari dan mempraktikkan metode ini di Jepang, dan sekarang bermaksud menyebarkan teknik ini untuk memberi manfaat bagi sebanyak mungkin orang. Dia bahkan membuat kursus online dan tatap muka untuk itu, Anda dapat melihat detailnya dengan mengakses situsnya di bawah ini:


Tinggalkan Balasan