Kimono Jepang: Jenis, Bagian, Aksesori, dan Bedanya dengan Yukata

Kimono Jepang: Jenis, Bagian, Aksesori, dan Bedanya dengan Yukata

Kenali kimono Jepang, jenisnya, bagian penting, aksesori, dan perbedaannya dengan yukata serta hakama.

Kimono adalah pakaian tradisional Jepang dengan potongan lurus, kerah yang disilangkan, dan obi sebagai pengikat di pinggang. Kini kimono paling sering dipakai pada acara resmi, perayaan keluarga, upacara, atau kegiatan seni tradisional. Yukata termasuk keluarga pakaian ini, tetapi lebih ringan dan santai; hakama adalah pakaian luar yang dikenakan di atas kimono dalam keadaan tertentu.

Untuk mengenali kimono dengan tepat, perhatikan tiga hal: tingkat formalitasnya, bahan serta musim pemakaiannya, dan aksesori yang menyertainya. Motif yang indah bukan satu-satunya pembeda; obi, kerah, alas kaki, dan kesempatan pemakaian juga menentukan kesan sebuah busana.

Perbandingan kimono Jepang, hanfu Tiongkok, dan hanbok Korea
Kimono, hanfu, dan hanbok sama-sama busana tradisional, tetapi berasal dari tradisi yang berbeda.
Daftar isi 11

Apa arti kimono?

Dalam bahasa Jepang, kimono ditulis 着物: ki (着) berkaitan dengan memakai dan mono (物) berarti benda. Dahulu kata ini dapat merujuk pada pakaian secara umum. Dalam pemakaian modern, kimono biasanya berarti busana tradisional Jepang yang dikenakan dengan cara dibalut dan disilangkan di bagian depan.

Istilah yang lebih luas adalah wafuku (和服), yakni pakaian bergaya Jepang. Lawannya ialah yōfuku (洋服), pakaian bergaya Barat. Jadi, kimono bukan satu-satunya bentuk wafuku: yukata, haori, dan hakama juga berkaitan dengan tradisi berpakaian Jepang, tetapi fungsinya tidak sama.

Wanita mengenakan kimono pada acara formal di Jepang
Kimono tetap hadir pada banyak acara formal dan perayaan keluarga.

Kimono, hanfu, dan hanbok: jangan disamakan

Kimono Jepang, hanfu dari Tiongkok, dan hanbok dari Korea sering terlihat serupa bagi orang yang baru mempelajarinya karena sama-sama memiliki siluet longgar dan sejarah panjang. Namun, masing-masing memiliki bentuk, cara menutup pakaian, bahan, dan aturan pemakaian sendiri. Kimono biasanya dikenali dari panel lurus yang dibalut, obi, serta kerah berbentuk V; hanbok memiliki garis jaket dan rok yang khas; hanfu mencakup banyak bentuk yang berubah menurut periode sejarah.

Perbandingan ini berguna untuk belajar mengenali pakaian, bukan untuk menyebut semuanya sebagai kimono. Nama yang tepat menunjukkan penghargaan terhadap tradisi asalnya.

Bagaimana kimono berkembang?

Bentuk kimono yang dikenal sekarang berkembang melalui banyak periode sejarah Jepang. Potongan lurus membuat kain dapat dilipat, disimpan, dan disesuaikan dengan lapisan pakaian. Seiring waktu, bahan, motif, warna, dan bentuk lengan menjadi penanda musim, usia, kesempatan, maupun tingkat formalitas.

Pakaian Barat kemudian menjadi pakaian harian bagi banyak orang Jepang. Karena itu, kimono modern lebih sering muncul pada pernikahan, upacara kedewasaan, wisuda, kunjungan resmi, pertunjukan seni, dan perayaan musim. Perubahan ini tidak membuat kimono berhenti dipakai; justru aturan pemilihannya menjadi lebih terikat pada konteks.

Kain dan pakaian tradisional Jepang di toko
Bahan, warna, dan motif membantu menentukan penggunaan sebuah kimono.

Bagian utama kimono

Kimono tampak sederhana dari jauh, tetapi susunannya cukup terperinci. Eri (衿) adalah kerah, sode (袖) adalah lengan, sodeguchi (袖口) adalah bukaannya, dan okumi (衽) merupakan panel depan tambahan. Maemigoro (前身頃) dan ushiromigoro (後身頃) adalah panel utama depan serta belakang. Pada beberapa kimono wanita, miyatsukuchi (身八つ口) adalah celah di bawah lengan.

Bagian yang paling mudah dikenali ialah obi (帯), ikat pinggang lebar yang menahan lipatan kimono. Obi bukan sekadar aksesori: jenis, simpul, kain, dan hiasannya dapat berubah menurut acara serta kimono yang dipakai.

Diagram bagian-bagian kimono Jepang
Kimono terdiri dari panel, kerah, dan lengan dengan nama bagian yang berbeda.

Jenis kimono dan tingkat formalitasnya

Nama jenis kimono sering menjelaskan bentuk lengan, warna dasar, motif, atau tingkat formalitas. Pemilihan yang tepat bergantung pada acara, usia, hubungan dengan tuan rumah, serta aturan keluarga atau penyelenggara.

  • Furisode (振袖): kimono berlengan panjang yang sering dikaitkan dengan perempuan muda belum menikah dan acara formal seperti upacara kedewasaan.
  • Kurotomesode (黒留袖): kimono hitam yang sangat formal, lazim dipakai kerabat dekat dalam pernikahan.
  • Irotomesode (色留袖): tomesode berwarna selain hitam; formalitasnya dipengaruhi pula oleh lambang keluarga atau kamon.
  • Hōmongi (訪問着): kimono untuk berkunjung dengan motif yang mengalir melewati jahitan; dapat dipakai pada acara resmi dan semi-formal.
  • Tsukesage (付下げ): umumnya lebih sederhana daripada hōmongi, dengan motif yang ditempatkan lebih teratur.
  • Iromuji (色無地): kimono satu warna; pemakaiannya dapat berubah dari sederhana hingga formal bergantung pada kamon dan aksesori.

Untuk memahami lambang keluarga yang kadang muncul pada kimono formal, baca juga Kamon – lambang klan Jepang. Jangan memilih kimono hanya dari warna atau foto katalog; aturan formalitas dapat berbeda menurut acara.

Perempuan mengenakan kimono di kuil Jepang
Kimono formal dipilih menurut acara, keluarga, dan tingkat formalitas.
Beragam jenis pakaian tradisional Jepang
Jenis kimono dibedakan antara lain oleh motif, warna, lengan, dan konteks pemakaian.

Perbedaan kimono dan yukata

Yukata (浴衣) adalah pakaian kasual yang umumnya dipakai pada musim panas, festival, pertunjukan kembang api, atau saat menginap di ryokan. Kimono dan yukata sama-sama dibalut dan diikat dengan obi, tetapi pengalaman memakainya berbeda.

AspekKimonoYukata
AcaraSering untuk acara formal atau semi-formalLebih santai, terutama musim panas dan festival
BahanDapat berupa sutra, wol, linen, atau serat modernSering dibuat dari katun, linen, atau serat modern yang ringan
LapisanBiasanya dipakai bersama lapisan dalam seperti nagajubanUmumnya lebih sederhana dan ringan
Alas kakiSering dipadukan dengan zōri dan tabiSering dipadukan dengan geta; tabi tidak selalu digunakan

Perbedaan praktisnya: yukata lebih mudah dipakai sendiri, sedangkan kimono formal memerlukan lebih banyak lapisan dan perhatian pada koordinasi obi. Lihat panduan yukata Jepang untuk musim panas dan ryokan Jepang untuk konteks pemakaiannya.

Perempuan mengenakan yukata Jepang
Yukata lazim dipilih untuk suasana musim panas yang lebih santai.

Aksesori yang melengkapi kimono

Kimono tidak berdiri sendiri. Nagajuban (長襦袢) adalah lapisan berbentuk kimono yang dipakai di bawah kimono luar. Koshihimo (腰紐) ialah tali sempit untuk menahan susunan kain, sedangkan haori (羽織) adalah jaket pendek yang dipakai di atas kimono. Kanzashi (簪) merupakan hiasan rambut, dan netsuke (根付) adalah ornamen kecil yang dahulu membantu menggantungkan wadah pada obi.

Zōri (草履) dan geta (下駄) adalah alas kaki tradisional. Zōri sering dipasangkan dengan tabi, sedangkan geta umum terlihat bersama yukata. Baca lebih lanjut tentang zōri, geta, dan fundoshi, salah satu bentuk pakaian dalam tradisional Jepang.

Aksesori dan bagian pakaian kimono
Obi, lapisan dalam, dan alas kaki ikut membentuk susunan kimono.

Hakama: bukan kimono, tetapi sering dipakai bersamanya

Hakama (袴) adalah pakaian luar berlipit yang dikenakan di atas kimono. Bentuknya dapat menyerupai rok lebar atau celana panjang. Hakama memiliki hubungan kuat dengan busana samurai dalam sejarah, tetapi kini juga terlihat pada wisuda, upacara, seni bela diri tertentu, dan kegiatan kuil.

Dalam kyūdō, kendo, aikidō, atau upacara kelulusan, hakama memberi siluet yang sangat berbeda dari kimono biasa. Karena itu, menyebut seluruh set tersebut sebagai kimono sering kurang tepat; kimono adalah lapisan dasarnya, sementara hakama adalah bagian luar.

Praktisi mengenakan hakama dalam kegiatan tradisional Jepang
Hakama dikenakan di atas kimono dalam beberapa kegiatan formal dan seni tradisional.
Pakaian tradisional pada pernikahan Jepang
Hakama juga dapat muncul dalam susunan busana formal laki-laki.

Kapan kimono dipakai?

Kimono masih terlihat dalam banyak momen penting, tetapi jenisnya harus disesuaikan dengan acara. Pengantin, keluarga, dan tamu dapat memakai kimono dengan formalitas berbeda. Furisode sangat dikenal dalam upacara kedewasaan, sedangkan kombinasi kimono dan hakama kerap dipilih untuk wisuda. Pada festival, hanami, atau pertunjukan kembang api, yukata sering menjadi pilihan yang lebih ringan.

Kimono juga dapat dipakai pada upacara teh, kabuki, atau kegiatan seni bila sesuai dengan suasana dan aturan acara. Untuk memperluas konteksnya, lihat artikel tentang wagashi, hanami, ikebana, dan seni bela diri Jepang.

Lulusan mengenakan kimono dan hakama
Kombinasi kimono dan hakama sering terlihat pada upacara wisuda.
Pernikahan tradisional Shinto di Jepang
Kimono dapat menjadi bagian penting dari pakaian pernikahan tradisional.

Etika dasar saat memakai kimono atau yukata

Aturan paling penting bagi pemakai pemula adalah menutup sisi kiri di atas kanan. Susunan sebaliknya dipakai dalam tata rias jenazah, sehingga tidak digunakan untuk orang hidup. Setelah itu, pastikan kerah, obi, dan panjang pakaian dibantu oleh orang yang berpengalaman bila Anda mengenakan kimono formal.

Pilih pakaian yang cocok dengan tempatnya. Yukata cocok untuk jalan santai, festival, atau ryokan; kimono formal lebih tepat untuk acara yang memang memintanya. Jika menyewa pakaian, tanyakan langsung jenis acara dan musimnya agar penataan, obi, serta alas kaki selaras.

Perempuan memakai pakaian tradisional Jepang di luar ruangan
Warna, motif, dan bahan sering dipilih mengikuti musim serta acara.

Bagaimana dengan kimono versi mode Barat?

Di toko mode Barat, kata kimono kadang dipakai untuk luaran longgar atau kardigan berpotongan terbuka. Pakaian itu dapat terinspirasi oleh siluet Jepang, tetapi tidak selalu memiliki konstruksi, obi, lapisan, atau aturan pemakaian kimono tradisional. Jika Anda mencari busana Jepang untuk acara tertentu, periksa bahan, bentuk kerah, cara pemakaian, dan layanan penataannya. Untuk belanja daring lintas negara, lihat juga pengantar Amazon di Jepang dan dunia.

Kimono terbaik untuk dipelajari bukan sekadar benda indah di foto. Ia memperlihatkan hubungan antara pakaian, musim, keluarga, kegiatan, dan tata krama. Dengan membedakan kimono, yukata, serta hakama, Anda akan lebih mudah menikmati detail itu tanpa menyederhanakan tradisinya.

Anak-anak berlatih karate dengan seragam bela diri Jepang
Seragam seni bela diri dan kimono tradisional bukan pakaian yang sama.

Tentang penulis

Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.