Gyaru adalah salah satu subkultur fashion Jepang yang paling mudah dikenali. Gaya ini identik dengan penampilan berani, makeup yang tegas, rambut diwarnai, kuku dekoratif, dan sikap yang sengaja menjauh dari standar kecantikan Jepang yang lebih konservatif.
Meski sering muncul di anime, majalah mode, dan foto jalanan Tokyo, gyaru bukan sekadar soal pakaian mencolok. Di balik tampilannya, ada semangat ekspresi diri yang kuat, terutama di kalangan remaja dan perempuan muda yang ingin tampil bebas, ramai, dan penuh percaya diri.
Daftar isi 4
Asal Usul dan Arti Gyaru
Kata gyaru adalah pelafalan Jepang dari kata Inggris gal. Istilah ini kemudian dipakai untuk menyebut gaya hidup dan fashion perempuan muda yang tampil trendi, mencolok, dan tidak terlalu peduli pada aturan penampilan yang dianggap rapi atau tradisional.
Popularitas gyaru meledak pada dekade 1990-an hingga awal 2000-an, terutama di area seperti Shibuya. Majalah fashion, pusat belanja seperti Shibuya 109, dan budaya jalanan Tokyo ikut membentuk citra gyaru sebagai simbol keberanian dan nonkonformitas.
Saat ini gyaru tidak lagi mendominasi seperti masa puncaknya, tetapi pengaruhnya masih terasa dalam makeup, gaya rambut, nail art, dan cara berpakaian yang terus muncul kembali dalam tren Jepang modern.
Ciri Fashion Gyaru
Tidak semua gyaru tampil dengan cara yang sama, tetapi ada beberapa ciri yang sering muncul. Rambut biasanya dicat pirang, cokelat muda, atau warna terang lain. Makeup dibuat lebih tegas, terutama di area mata, sering dipadukan dengan bulu mata palsu, lensa kontak, dan garis mata yang dramatis.
Pakaiannya cenderung menonjol, feminin, glamor, atau sangat trendi, tergantung subgaya yang dipilih. Sebagian gyaru memilih warna cerah, motif ramai, aksesori besar, dan kuku yang dihias penuh detail. Pada beberapa gaya, kulit tan buatan juga menjadi ciri khas, meski hal ini tidak berlaku untuk semua jenis gyaru.

Yang paling penting, gyaru selalu berkaitan dengan sikap. Gaya ini tumbuh dari keinginan untuk terlihat berbeda, lebih berani, dan lebih ekspresif. Karena itu, gyaru sering dipandang sebagai simbol perlawanan terhadap gambaran perempuan Jepang yang harus tampil kalem, pucat, dan seragam.
Kalau Anda suka tema fashion jalanan Jepang, artikel tentang Harajuku, Visual Kei, dan gaya jalanan lain di Jepang juga menarik untuk dibandingkan, karena arah visualnya sangat berbeda dari gyaru.

Jenis-Jenis Gyaru yang Populer
Istilah gyaru mencakup banyak subgaya. Beberapa yang paling dikenal adalah:
- Kogyaru atau kogal: gaya yang berhubungan dengan pelajar SMA, biasanya memakai seragam yang dimodifikasi, rok lebih pendek, kaus kaki longgar, serta rambut dan aksesori yang lebih mencolok.
- Ganguro: salah satu gaya paling ikonik, terkenal karena kulit tan gelap, rambut terang, dan makeup kontras yang menolak standar kecantikan Jepang yang lebih pucat.
- Hime gyaru: versi yang lebih manis dan mewah, dengan nuansa putri, renda, pita, warna pastel, serta detail glamor yang sangat feminin.
- Onee gyaru: tampilan yang lebih dewasa dan elegan, cocok bagi mereka yang menyukai kesan glamor tanpa terlihat terlalu ramai.
- Gyaruo: sebutan untuk laki-laki yang mengadopsi elemen visual gyaru, terutama lewat rambut, pakaian trendi, dan penampilan jalanan yang mencolok.
- Gyaru mama: dipakai untuk ibu muda yang tetap mempertahankan estetika gyaru dalam penampilan sehari-hari.
Jika Anda tertarik dengan sisi pemberontak dari budaya remaja Jepang, ada juga hubungan tema dengan artikel tentang yankii, bosozoku, dan sukeban, walau gyaru lebih dekat ke fashion dan gaya hidup daripada geng jalanan.

Gyarugo dan Cara Bicara Gyaru
Selain fashion, gyaru juga dikenal lewat gyarugo, yaitu slang yang populer di kalangan komunitas gyaru. Sebagian istilahnya sempat menyebar luas di Jepang, tetapi bahasa seperti ini cepat berubah dan tidak semua kata tetap dipakai dari generasi ke generasi.
Beberapa istilah yang sering dikaitkan dengan gyarugo antara lain:
- あげぽよ (agepoyo): dipakai saat suasana hati sedang naik atau sedang sangat semangat.
- さげぽよ (sagepoyo): kebalikannya, menunjukkan suasana hati yang turun atau kecewa.
- とりま (torima): singkatan dari toriaezu maa, kurang lebih berarti "untuk sekarang" atau "pokoknya dulu".
- やばい / やば (yabai / yaba): ungkapan yang bisa berarti gawat, keren, ekstrem, atau mengejutkan tergantung konteks.
Bahasa semacam ini menunjukkan bahwa gyaru bukan hanya tampilan luar. Komunitas ini juga membangun identitas lewat cara bicara, referensi budaya pop, dan kebiasaan sosial yang khas.
Singkatnya, gyaru adalah campuran antara fashion, sikap, dan subkultur. Walau masa keemasannya sudah lewat, pengaruhnya masih terlihat jelas dalam budaya populer Jepang dan terus menginspirasi gaya yang lebih bebas, glamor, dan percaya diri.
Komunitas
Komentar
0 komentar
Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.
Kirim komentar