Seragam siswi Jepang sering menarik perhatian dari seluruh dunia, terutama rok pendek mereka. Siapa pun yang pernah melihat foto Jepang di musim dingin tahu pemandangannya: para siswi tetap memakai rok mereka di tengah dingin, sering dengan kaki telanjang seakan menantang suhu. Itu secara alami menimbulkan pertanyaan: apakah siswi Jepang benar-benar memakai rok pendek di musim dingin — dan kalau iya, mengapa?
Patut juga ditanyakan bagaimana sekolah-sekolah Jepang mengizinkan rok sel pendek itu dipakai sepanjang tahun. Jawaban singkatnya adalah sekolah memang punya aturan, dan kebanyakan siswi baru memendekkan rok mereka setelah keluar dari area sekolah. Kami sudah membahas berbagai sisi topik ini di Suki Desu, seperti pertanyaan apakah rok seragam sekolah Jepang benar-benar pendek, perbandingan antara sekolah Jepang dan anime, serta daftar 25 keunikan tentang sekolah Jepang yang bikin iri.
Beberapa perempuan muda di Jepang mengatakan bahwa panjang rok adalah pernyataan fashion, cara mengekspresikan individualitas, bentuk pemberontakan kecil. Wajar juga untuk diingat bahwa kebanyakan remaja — di Jepang seperti di tempat lain — memang ingin menarik perhatian. Dan ya, kenyataannya tidak seperti di anime, di mana rok yang dilebih-lebihkan dan tubuh yang dibesar-besarkan lebih banyak dipakai sebagai fan service.

Siswi Jepang memakai rok pendek di musim dingin
Dalam hal fashion, banyak perempuan muda di Jepang rela berdiri di luar dalam dingin yang menggigit demi penampilan. Beberapa sekolah Jepang tidak mengizinkan siswi mengenakan celana panjang; mereka harus memakai kaus kaki dan rok yang cukup panjang untuk melindungi dari dingin (mereka yang suka melipat rok untuk memendekkannya).
Sebagian besar siswi tidak ikut tren rok pendek saat dingin. Sering kali mereka memakai kaus kaki panjang yang sangat hangat untuk melindungi diri. Yang lain memakai celana termal dan produk penghangat untuk kaki serta bagian tubuh lainnya. Mereka bisa menjaga kehangatan dengan blazer dan aksesori lain sampai tiba di sekolah, lalu melepaskannya begitu sudah masuk ke dalam.
Beberapa sekolah dan ruang publik memiliki pemanas yang memudahkan siswi memakai rok pendek di musim dingin, di mana pun mereka berada. Yang lain membawa selimut untuk diletakkan di kaki karena ruang kelasnya tidak dipanaskan dengan baik. Setiap sekolah punya aturannya sendiri, dan setiap siswi memutuskan sendiri bagaimana cara menjalani hari di sekolah. Sebagian benar-benar lebih suka seharian mengeluh "samui, samui" (dingin, dingin) daripada berpakaian hangat dengan pantas. Meski begitu, kita perlu mempertimbangkan bahwa banyak siswi di Jepang sudah siap menghadapi dinginnya musim dingin. Sekadar melihat foto di "internet" yang menunjukkan gadis-gadis berkaki telanjang bermain di salju tidak berarti itu pemandangan yang umum.

Dingin membantu menurunkan berat badan lebih dari olahraga
Sebuah studi yang dipimpin oleh ahli endokrinologi Paul Lee menyebutkan bahwa gemetar kedinginan selama 15 menit sama efektifnya dengan satu jam olahraga fisik. Mungkin ini salah satu rahasia di balik tubuh langsing dan awet muda orang Jepang.
Dipercayai bahwa saat terpapar dingin, lemak dan otot saling berkomunikasi lewat hormon dan mengubah lemak putih menjadi cokelat. Dengan begitu, pengeluaran energi meningkat untuk menghasilkan panas, berat badan turun, dan kalori terbakar. Dingin juga disebut-sebut sangat baik untuk menjaga kulit tetap muda.
Itu beberapa alasan mengapa siswi Jepang memakai rok pendek sepanjang musim dingin. Pernahkah Anda melihat langsung siswi-siswi di Jepang pada musim dingin dengan rok pendek mereka, ataukah iklim tempat tinggal Anda membuat gaya ini terasa mustahil? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar, dan silakan sebarkan artikel ini ke teman-teman yang tertarik dengan fashion dan budaya Jepang.
Komunitas
Komentar
0 komentar
Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.
Kirim komentar