Chabudai Gaeshi: Membalik Meja saat Marah

Chabudai Gaeshi: Membalik Meja saat Marah

Meja 15 cm, ayah di Kyojin no Hoshi, dan wajah teks yang membalik ┻━┻

Apakah normal melempar barang ke orang lain saat marah? Di rumah Jepang yang masih duduk di lantai, amarah punya gerakan sendiri. Meja makannya bernama chabudai (卓袱台): kayu, kaki pendek 15 sampai 30 cm, cukup ringan untuk diangkat dari tepi dan dibalik ke atas bersama piring dan makan malam.

Gerakan itu disebut chabudai gaeshi (ちゃぶ台返し). Di TV, manga, dan anime, pelakunya hampir selalu ayah atau suami yang sudah capek. Karena ending serial bisbol Kyojin no Hoshi (巨人の星), satu generasi hafal ayah yang membalik meja — padahal di ceritanya adegan itu jarang.

Adegan anime ayah membalik meja makan di kiri dan gadis sekolah membalik meja rendah di kanan
Daftar isi 5

Meja rendah yang jadi pusat rumah

Chabudai diletakkan di tatami. Orang duduk di zabuton atau langsung di lantai, tanpa kursi. Kakinya biasanya bisa dilipat, supaya ruangan yang sama bisa jadi ruang makan siang hari dan kamar malam hari. Meja itu dipakai makan, belajar, menjahit, main kartu. Di musim dingin, sering diganti kotatsu — meja rendah yang sama, plus selimut dan pemanas di bawahnya.

Sebelum meja bersama ini umum di zaman Taisho, keluarga Jepang sering makan di zen (膳): nampan rendah pribadi, satu orang satu meja kecil. Chabudai mengubah pola itu. Semua menghadap hidangan yang sama. Itu juga alasan gaeshi terasa berat: yang terbang bukan meja kosong, melainkan makan malam yang baru ditata.

Ittetsu Hoshi dan meja yang “selalu” terbalik

Gambar yang menempel datang dari Kyojin no Hoshi (Star of the Giants), manga bisbol Ikki Kajiwara dan Noboru Kawasaki yang terbit 1966–1971 dan naik ke TV pada 1968. Ayah sang pitcher, Ittetsu Hoshi, jadi wajah ayah Spartan. Di ending episode, dia kelihatan membalik meja sampai orang mengira itu jurus rutinnya.

Di cerita utamanya, Ittetsu membalik meja jauh lebih jarang: dua kali di anime (episode 2 dan 120). Di manga, panel yang diingat orang lebih dekat ke dorongan dan pukulan yang membuat meja roboh daripada lemparan lurus ke atas. Drama Terauchi Kantarou Ikka (寺内貫太郎一家, TBS, 1974) menambah citra ayah yang menghamburkan makan malam — meski meja di seri itu meja kayu kaku, bukan chabudai lipat.

Dalam rumah tangga sekarang, gerakan yang sama dibaca sebagai ayah kuno yang merusak keluarga. Lucu di fiksi. Di meja sungguhan, yang hancur adalah kerja orang yang masak.

Kalau atasan yang membalik meja

Kamus Jepang mencatat dua arti. Pertama: orang marah membalik chabudai di tengah makan. Kedua, dari situ: campur tangan di pekerjaan yang sudah jalan, lalu mengembalikannya ke titik nol.

Shigeru Miyamoto dari Nintendo memakai ungkapan itu untuk dirinya sendiri: hampir selesai, lalu dia suruh ulang karena belum seru. Di wawancara Nintendo, dia menyebutnya “upending the tea table”. Sama seperti ayah di ending itu, minus piring yang terbang.

Kaomoji yang membalik ┻━┻

Yang menyebar ke luar Jepang adalah wajah teksnya. Itu kaomoji: emotikon dari karakter, bukan stiker emoji di papan ketik. Jepang merakit wajah dari tanda baca sejak era papan pesan; versi membalik meja lalu jadi salah satu yang paling gampang dikenali di internet.

Yang paling terkenal adalah ini:

(╯°□°)╯︵ ┻━┻

Sesudah marah, orang yang sudah waras kadang menaruh mejanya lagi: ┬─┬ノ( º _ ºノ). Beberapa versi dari papan pesan Jepang dan salinannya di internet:

  • (ノ≧∇≦)ノ ミ ┸┸)`ν゚)・;’;
  • (ノTДT)ノ ┫:・’.::・┻┻:・’.::・
  • (ノ≧∇≦)ノ ミ ┸━┸
  • (ノ*`▽´*)ノ ⌒┫ ┻ ┣ ┳
  • (ノ`m´)ノ ~┻━┻ (/o\)
  • ⌒┫ ┻ ┣ ⌒┻☆)゚⊿゚)ノWTF!
  • ┻━┻︵└(´▃`└)
  • (ノ ̄皿 ̄)ノ ⌒=== ┫
  • (-_- )ノ⌒┫ ┻ ┣
  • ┻━┻ ︵ヽ(`Д´)ノ︵ ┻━┻
  • (╯°□°)╯︵ ┻━┻
  • (┛◉Д◉)┛彡┻━┻
  • (ノಠ益ಠ)ノ彡┻━┻
  • ─=≡Σ((((╯°□°)╯︵ ┻━┻
  • ┻━┻ ︵ ¯(ツ)/¯ ︵ ┻━┻
  • ミ(ノ ̄^ ̄)ノ≡≡≡≡≡━┳━☆() ̄□ ̄)/
  • (ノ`A”)ノ ⌒┫ ┻ ┣ ┳☆(x x)
Mesin arcade Super Chabudai Gaeshi di kiri dan ayah membalik chabudai sampai mangkuk terlempar di kanan

Super Chabudai Gaeshi di arcade

Taito mengubah gerakan itu jadi mesin. Chou Chabudai Gaeshi! (超・ちゃぶ台返し!) rilis di Jepang musim gugur 2009. Pemain punya sekitar 60 detik: gebuk meja plastik, lalu balikkan. Poin dihitung dari barang yang berhamburan. Empat latar awal: ruang keluarga, pesta pernikahan, host club (tamu dilayani host di klub malam), dan kantor.

Mesin itu muncul di arcade Jepang sebagai lelucon yang bisa dipegang. Ada sekuel, dan satu versi kolaborasi dengan Kyojin no Hoshi.

Di Yahaba, Prefektur Iwate, mal Arco pernah menggelar “kejuaraan dunia” membalik chabudai: peserta berteriak keluhan sehari-hari, lalu membalik meja. Itu versi kontes dari gerakan yang di fiksi kelihatan ganas.

Chabudai gaeshi hidup paling nyaman sebagai kaomoji dan sebagai mesin arcade. Sebagai gerakan di ruang makan, dia sudah jadi citra ayah zaman Showa: keras, spektakuler, dan merusak kerja orang lain. Kalau yang kamu butuhkan cuma ekspresi capek di chat, (╯°□°)╯︵ ┻━┻ sudah cukup. Meja sungguhan lebih baik tetap di tatami, dengan piringnya masih di atas.

Sumber dan tautan berguna

Tentang penulis

Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.