Sekolah gamer di Jepang: kursus e-sports

Sekolah gamer di Jepang: kursus e-sports

Tokyo School of Anime buka jalur pro gamer, caster, dan event — senmon, bukan SMA.

Sudah pernah membayangkan belajar di sekolah gamer? Sudah pernah memikirkan kemungkinan lulus dari kursus untuk bekerja di bidang e-sports? Kompetisi seperti League of Legends, Overwatch, VALORANT, dan Apex Legends terus mendorong orang untuk bermimpi jadi pemain profesional — plus streaming, event, dan hadiah yang kelihatan seperti olahraga sungguhan.

Nama yang paling sering muncul untuk jalur ini adalah Tokyo School of Anime, secara resmi 東京アニメ・声優&eスポーツ専門学校 (Tokyo College of Anime, Voice Acting & e-Sports), di Kitakasai, Edogawa. Sekolah ini adalah senmon gakkou pertama di Jepang yang membuka kursus bagi yang ingin jadi profesional di dunia video game. Kalau yang teringat adalah SMA e-sports di Shibuya, itu kampus lain — dan umurnya jauh lebih muda.

Taktik dan latihan praktis seperti lima klik mouse dalam satu detik, putaran 180° dengan mouse, streaming permainan, dan kerja tim diajarkan kepada siswa. Ada juga jalur di luar kursi pemain: bisnis e-sports, komentar, dan produksi acara.

Figur game, pemain Overwatch di PC, dan siswa Tokyo School of Anime

Bahkan pemain profesional pun datang untuk mengajar. Selain melatih pemain, kursus ini juga mengajarkan cara merancang dan memproduksi pertandingan. Perangkat sekolah kinerjanya tinggi dan setara dengan yang dipakai di kompetisi e-sports sungguhan. Sepertinya mimpi! Kampus Kitakasai kira-kira 10 menit jalan kaki dari stasiun Nishi-Kasai di jalur Tozai; ada Professional Gamer Room, ruang streaming, dan aula EL Stage untuk event dan siaran.

Daftar isi 4

Apa yang dipelajari di sekolah gamer Jepang?

Pelajaran praktis mencakup berbagai judul e-sports — FPS, RTS, MOBA, dan game fighting — plus dasar bisnis dan pemasaran industri. Anda bisa belajar mengembangkan dan memproduksi acara, mengatur siaran, dan mempublikasikan pertandingan. Fokusnya bukan hanya PC: ada juga judul mobile dan aplikasi.

Sekarang bidang e-sports di sekolah ini terbagi menjadi empat jurusan:

  • e-sports Management (4 tahun) — membangun tim, sponsor, dan cara industri ini dijalankan;
  • Pro Gamer (3 tahun) — teknik, strategi, dan sikap atlet, bukan hanya jam terbang;
  • Game Commentary & Streamer (3 tahun) — komentar, siaran, dan cara berbicara di depan kamera;
  • e-sports Event Planning & Management (3 tahun) — dari rundown acara sampai operasi pertandingan.

Dulu daftar pelajarannya terdengar seperti klub: Game Playing, English for Gamers, Communication Skills, Self Management, Business Manner. Intinya sama sampai sekarang: bahasa Inggris untuk scene, cara bicara dengan tim, dan etiket kerja — bukan cuma aim. Mata kuliah yang muncul di kurikulum mencakup riset judul game, praktik pro gamer, streaming, editing video, komentator, dan produksi turnamen. Siswa juga bisa ambil mata kuliah di luar jurusan lewat kurikulum W-major, tanpa biaya tambahan, kalau kehadiran mencukupi.

Ruang latihan e-sports dengan kursi gaming dan siswa Tokyo School of Anime

Otonomi dan profesionalisme dianggap syarat, bukan hiasan. Ada dukungan untuk kebiasaan kerja: datang tepat waktu, komunikasi tim, dan cara bersikap di industri yang kelihatan santai dari luar. Sekolah mengundang pelatih dan pemain aktif, dan siswa ikut proyek nyata — dari siaran turnamen sampai operasi pertandingan Apex Legends dan League of Legends.

Ini senmon, bukan SMA e-sports

Yang membingungkan: di berita Indonesia, “sekolah gamer Jepang” sering merujuk ke SMA e-sports di Shibuya (eスポーツ高等学院), yang baru buka sekitar 2022. Itu sekolah menengah dengan kurikulum SMA plus jam latihan game.

Tokyo School of Anime adalah senmon gakkou (専門学校): sekolah kejuruan setelah SMA, 3 atau 4 tahun, dengan gelar senmonshi / kōdo senmonshi. Pintu masuknya setelah lulus setara SMA, bukan sebagai pengganti SMA. Kalau Anda mencari jalur kerja di industri e-sports — pemain, caster, streamer, staf event — senmon inilah yang lebih dekat dengan niat itu.

SMA e-sports = masih SMA. Senmon e-sports = sekolah kejuruan setelah SMA, dengan jurusan industri.

Bahasa Jepang, N2, dan pelajar asing

Kelas berjalan dalam bahasa Jepang. Untuk pelajar asing, sekolah mensyaratkan JLPT N1 atau N2 — atau skor setara di EJU / BJT — karena kuliah, rapat tim, dan magang tidak diterjemahkan. Ada kelas pendukung bahasa, termasuk jalur ke N1, tapi itu penopang, bukan ganti jurusan.

Kalau N2 masih jauh, mulai dari panduan JLPT dari N5 sampai N1 dulu. Sekolah terdaftar sebagai tekiseikō di imigrasi Tokyo, jadi visa pelajar setelah masuk biasanya 2 tahun. Detail biaya, beasiswa, dan dokumen ada di situs resmi; angka berubah tiap tahun, jadi jangan andalkan artikel blog sebagai brosur.

Studio suara, panggung, dan ruang latihan pro gamer di Tokyo School of Anime

Kursus lain di Tokyo School of Anime

Tidak suka duduk di kursi pemain? Sekolah yang sama menawarkan jalur pengisi suara, manajer seiyuu, produksi anime, ilustrasi, desain karakter, efek suara, video, dan VTuber. Itu sebabnya nama resminya panjang: anime, suara, dan e-sports hidup di satu kampus.

Untuk kurikulum, open campus, dan syarat masuk, buka situs resmi: https://www.anime.ac.jp/. Halaman pelajar asing ada di anime.ac.jp/visitor/abroad.

Sudah pernah memikirkan kerja di bidang e-sports? Mau jadi pemain, atau lebih tertarik merakit acara di belakang layar? Sekolah gamer di Jepang sudah ada — tinggal pilih apakah yang Anda cari itu SMA, atau senmon yang memang menyiapkan industri.

Sumber dan tautan berguna

Tentang penulis

Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.