Opening Anime Favorit Saya yang Masih Saya Dengarkan

Opening Anime Favorit Saya yang Masih Saya Dengarkan

Pilihan lagu pembuka anime yang masih melekat, lengkap dengan alasan singkat di balik tiap judul.

Ada opening anime yang langsung membuat saya ingin melewatkannya, tetapi ada juga yang tetap saya dengarkan meski sudah tahu setiap potongan visualnya. Lagu-lagu itu sering menempel pada suasana sebuah seri: perjalanan Gon, warna musim semi di Shigatsu wa Kimi no Uso, atau tekanan yang terasa sejak Evangelion dimulai.

Ini bukan daftar terbaik yang berlaku untuk semua orang. Ini adalah pilihan pribadi yang bertahan di kepala saya selama bertahun-tahun, termasuk beberapa lagu yang kembali saya putar ketika sedang ingin mendengar anisong lama. Kalau pilihan Anda berbeda, itu justru bagian paling menyenangkan dari membicarakan opening anime.

  • Departure! — Hunter x Hunter
  • Hikaru Nara — Shigatsu wa Kimi no Uso
  • Zankoku na Tenshi no Thesis — Neon Genesis Evangelion
  • Sekai wa Koi ni Ochiteiru — Ao Haru Ride
  • Again dan Period — Fullmetal Alchemist: Brotherhood
  • Feel So Moon dan B.B. — Uchuu Kyoudai
  • Irony — Ore no Imouto ga Konnani Kawaii Wake ga Nai
  • Try Again — Detective Conan
  • My Dearest — Guilty Crown
  • Bravely You — Charlotte
  • Kanashii Ureshii — Koi to Uso
Daftar isi 11

Departure! — Hunter x Hunter

Banyak orang mungkin bosan mendengar lagu pembuka yang sama sepanjang 148 episode Hunter x Hunter versi 2011. Saya justru menikmati keteguhan Departure!: nadanya cerah, sementara cerita Gon dan teman-temannya berkali-kali membawa penonton ke tempat yang jauh lebih gelap. Kontras itu membuat lagu Masatoshi Ono terasa pas setiap kali episode dimulai.

Saya juga masih ingat ketika opening dari Darling in the Franxx dan Steins;Gate 0 terus muncul di daftar putar saya. Selera seperti ini memang mudah berubah, tetapi Departure! belum kehilangan tempatnya.

Hikaru Nara — Shigatsu wa Kimi no Uso

Hikaru Nara dari Goose House punya warna yang sulit dipisahkan dari Shigatsu wa Kimi no Uso. Lagu ini terdengar ringan dan hangat, tetapi justru itu yang membuatnya terasa menyentuh setelah kita mengetahui ke mana cerita Kaori dan Kousei berjalan.

Goose House adalah salah satu grup Jepang yang paling saya dengarkan, bukan hanya karena lagu ini. Mereka juga membawakan Oto no Naru Hou e untuk Gin no Saji; cara vokal mereka bertemu memberi lagu-lagu itu nuansa akrab, seolah dimainkan bersama di satu ruangan.

Zankoku na Tenshi no Thesis — Neon Genesis Evangelion

Sulit membahas opening anime tanpa menyebut Zankoku na Tenshi no Thesis. Lagu Yoko Takahashi ini sudah melampaui serialnya bagi banyak pendengar: orang yang belum menonton Neon Genesis Evangelion pun sering mengenali melodinya. Saya sendiri pernah hafal sebagian besar lagunya jauh sebelum memahami semua lapisan cerita Evangelion.

Energi lagu ini tidak menjelaskan anime secara harfiah, dan justru itu yang membuatnya menarik. Ia terdengar besar, optimistis, sedikit aneh, lalu membuka jalan menuju cerita yang jauh lebih tidak nyaman dari kesan pertamanya.

Sekai wa Koi ni Ochiteiru — Ao Haru Ride

Ada alasan sentimental mengapa lagu CHiCO with HoneyWorks ini tetap ada di daftar saya. Melodinya bergerak ringan, tetapi saat bagian yang tepat datang, rasanya seperti ada dorongan kecil yang menembus. Itu cukup untuk membuat sebuah lagu tinggal lebih lama daripada banyak lagu yang terdengar lebih megah.

Lagu ini juga terasa pas untuk suasana Ao Haru Ride: romantis, sedikit canggung, dan penuh keinginan untuk memulai lagi. Kalau sedang membahas anisong yang cocok dinyanyikan ramai-ramai, saya selalu teringat lagu-lagu Jepang populer di karaoke.

Again, Period, dan Rain — Fullmetal Alchemist: Brotherhood

Fullmetal Alchemist: Brotherhood punya terlalu banyak lagu tema yang kuat untuk diringkas menjadi satu pilihan. Again dan Period adalah dua opening yang langsung mengingatkan saya pada perjalanan Edward dan Alphonse. Keduanya punya tenaga yang cocok dengan ritme petualangan dan kehilangan dalam seri ini.

Saya juga tetap memasukkan Rain dari SID ke daftar pribadi saya, walau lagu itu adalah ending, bukan opening. Bagi saya, lagu tersebut sama melekatnya dengan pembuka seri ini; kadang lagu penutup justru tinggal lebih lama setelah episode berakhir.

Feel So Moon dan B.B. — Uchuu Kyoudai

Uchuu Kyoudai adalah salah satu anime favorit saya, jadi wajar bila lebih dari satu lagunya masuk daftar. Feel So Moon memberi awal yang santai dan optimistis, sedangkan B.B. terasa seperti teman yang menyemangati tanpa perlu banyak kata.

Keduanya cocok untuk cerita tentang mimpi yang tidak selesai dalam semalam. Bukannya menjual perjalanan menuju luar angkasa sebagai sesuatu yang mulus, anime ini membiarkan semangat dan keraguan berjalan beriringan; pilihan musiknya menangkap perasaan itu dengan baik.

Irony — Ore no Imouto ga Konnani Kawaii Wake ga Nai

Irony dari ClariS adalah salah satu lagu yang langsung saya kaitkan dengan Ore no Imouto ga Konnani Kawaii Wake ga Nai. Nadanya cerah dan mudah diingat, tetapi tetap punya sedikit rasa melankolis yang cocok dengan hubungan karakter-karakternya.

Hal yang paling saya ingat dari anime ini bukan opening yang berubah-ubah, melainkan ending yang berganti pada banyak episode. Detail kecil semacam itu membuat saya ingin kembali mendengar lagu-lagu seri ini, termasuk ketika ClariS kemudian membawakan lagu untuk anime lain.

Try Again — Detective Conan

Mai Kuraki sudah lama menjadi suara yang akrab bagi penggemar Detective Conan. Dari banyak lagu yang dibawakannya untuk seri tersebut, Try Again adalah salah satu yang paling saya sukai. Melodinya bergerak cepat dan terasa pas untuk dunia Conan yang selalu kembali pada kasus berikutnya.

Saya juga menyukai Koi ni Koishite sebagai lagu penutup. Ketika sebuah serial sudah berjalan sangat lama, lagu tema menjadi semacam penanda waktu; kita bisa mengingat masa menontonnya hanya dari beberapa detik intro.

My Dearest — Guilty Crown

Saya tidak punya penjelasan rumit untuk My Dearest. Lagu dari supercell ini punya pembuka yang membuat saya berhenti sejenak, lalu membiarkan suara Koeda membawa suasana yang rapuh dan dramatis. Bagi saya, itu sudah cukup untuk menjadikannya salah satu lagu pembuka yang paling sulit dilupakan.

Guilty Crown sendiri sering diingat karena musiknya. Bahkan ketika orang berbeda pendapat tentang ceritanya, My Dearest tetap menjadi salah satu hal pertama yang muncul saat seri itu disebut.

Bravely You — Charlotte

Bravely You dari Lia membawa rasa tenang yang menipu. Pada awalnya lagu ini terasa lembut dan penuh harapan, tetapi semakin jauh cerita Charlotte berjalan, semakin kuat pula kesan emosionalnya. Lagu seperti ini membuat pengalaman menonton berubah ketika didengar kembali setelah tamat.

Itulah salah satu alasan saya menyimpan lagu opening lama: bukan hanya karena enak diputar, melainkan karena ia mampu membuka kembali suasana sebuah cerita dalam hitungan detik.

Kanashii Ureshii — Koi to Uso

Kanashii Ureshii dari Frederic punya ritme yang langsung berbeda dari banyak pilihan lain dalam daftar ini. Permainan bass dan cara lagunya bergerak membuat opening Koi to Uso terasa gelisah, sesuai dengan cerita yang menempatkan perasaan pribadi di bawah aturan yang ketat.

Lagu ini bukan pilihan yang selalu muncul saat orang menyebut opening paling terkenal, tetapi bagi saya ia punya karakter yang kuat. Kadang justru lagu yang tidak terlalu sering dibicarakan yang paling cepat membawa kita kembali pada satu anime tertentu.

Daftar ini tentu akan berubah ketika ada anime baru atau ketika saya kembali mendengar lagu lama. Untuk sekarang, inilah beberapa opening yang masih saya putar. Lagu mana yang selalu membuat Anda menonton bagian pembuka sampai selesai?

Sumber dan tautan berguna

Tentang penulis

Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.