Uke dan Seme adalah istilah Jepang untuk dua peran dalam hubungan yaoi. Istilah-istilah ini sering disebutkan di dunia Yaoi untuk menjelaskan peran masing-masing dalam hubungan, baik secara fisik maupun emosional.
Yaoi, yang juga dikenal sebagai Boys' Love (BL), adalah genre manga, anime, dan media lain yang berfokus pada hubungan romantis antara karakter pria.
Berasal dari Jepang, genre ini telah mendapatkan popularitas di seluruh dunia dan menarik penggemar yang beragam, terutama dari kalangan perempuan. Banyak di antaranya menyebut diri sebagai fujoshi. Kata Uke dan Seme sendiri dipinjam dari seni bela diri Jepang, jauh sebelum keduanya menjadi istilah tetap dalam hubungan fiksi.
Daftar isi 3
Arti Uke dan Seme
Uke (受け): istilah ini secara harfiah berarti "penerima" atau "yang menerima". Dalam konteks Yaoi, Uke adalah karakter yang lebih pasif, tunduk, dan umumnya lebih muda atau secara fisik lebih kecil dalam hubungan.
Uke biasanya memainkan peran "bottom" (yang ditembus) dalam hubungan seksual dan dapat menunjukkan karakteristik kerentanan, kepekaan, dan ekspresi emosional.
Seme (攻め): istilah ini secara harfiah berarti "penyerang" atau "yang menyerang". Dalam konteks Yaoi, Seme adalah karakter yang lebih dominan, tegas, dan umumnya lebih tua atau secara fisik lebih besar dalam hubungan.
Seme biasanya mengambil peran "top" (yang menembus) dalam hubungan seksual dan dapat menunjukkan karakteristik perlindungan, otoritas, dan kontrol emosional.

Asal Usul Istilah Uke dan Seme
Istilah Uke dan Seme berasal dari seni bela diri Jepang seperti judo, aikido, dan ninjutsu, di mana Uke adalah pihak yang menerima teknik dan Seme adalah pihak yang menekan lawan.
Peran Uke berbeda menurut aliran dan situasi. Dalam aikido, kata judo, dan ninjutsu, Uke memulai serangan terhadap pasangannya, yang kemudian menahan atau melempar. Di pertandingan judo, tidak ada Uke yang ditunjuk. Uke bertanggung jawab menerima teknik dengan aman lewat ukemi (受け身), keterampilan jatuh yang dilatih di banyak dojo agar tidak cedera saat dilempar.
Istilah Uke dan Seme diadopsi di dunia Yaoi (Boys' Love) selama tahun 1970-an dan 1980-an, ketika genre ini mulai mendapatkan popularitas di Jepang lewat doujinshi.
Penggunaan istilah-istilah ini mencerminkan adaptasi konsep seni bela diri Jepang untuk menggambarkan dinamika kekuatan dan peran yang dimainkan oleh karakter pria dalam hubungan Yaoi.

Stereotip dan Variasi Peran
Meskipun peran Uke dan Seme sering dikaitkan dengan stereotip kepribadian dan penampilan tertentu, tidak semua karakter Yaoi cocok sempurna dalam kategori ini.
Beberapa penulis dan seniman menjelajahi hubungan yang lebih kompleks dan dinamis, di mana peran Uke dan Seme bisa kurang terdefinisi atau bahkan dapat dibalik. Sebagian penggemar juga menandai peran ini pada karakter yang tidak pernah ditampilkan sebagai pasangan dalam karya aslinya.
Selain itu, ada variasi dan subkategori peran ini, seperti:
- Reversible (リバ, Riba): hubungan di mana karakter dapat berganti peran Uke dan Seme, menantang konvensi dominasi dan kepasifan yang biasa. Istilah ini adalah singkatan dari kata Inggris "reversible".
- Seke: istilah dari komunitas penggemar berbahasa Inggris, gabungan dari kata Seme dan Uke, yang menggambarkan karakter dengan ciri keduanya atau tanpa peran tetap.
- Tachi (タチ) dan Neko (ネコ): istilah dari komunitas LGBT Jepang untuk peran atas dan bawah. Keduanya lebih dulu dipakai di kalangan lesbian sebelum menyebar ke kalangan gay, dan menggambarkan pengalaman nyata. Dalam karya fiksi penggemar, istilah yang dipakai tetap Seme dan Uke.
Pembagian peran ini hidup terutama di percakapan penggemar dan jarang menjadi aturan tetap dalam sebuah karya. Bila ingin melihat variasi pasangan seperti ini dalam praktik, daftar 50 anime yaoi, shounen ai, dan BL bisa menjadi langkah berikutnya.






Komunitas
Komentar
0 komentar
Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.
Kirim komentar