Rambu Lalu Lintas di Jepang: tomare, jokō, dan yang sering salah dibaca

Rambu Lalu Lintas di Jepang: tomare, jokō, dan yang sering salah dibaca

Segitiga merah, kanji di aspal, dan rambu yang kelihatan familiar tapi artinya lain.

Kalau Anda sedang menghafal soal ujian SIM Jepang, atau sudah di belakang kemudi dan masih ragu saat melihat segitiga merah terbalik, yang sering mengecoh bukan hanya huruf kanjinya. Di aspal pun bisa tertulis 止まれ (tomare), dan bentuk rambu itu bukan oktagon merah yang banyak orang bawa dari negara lain.

Yang lebih licin: 徐行 (jokō) kelihatan mirip rambu “beri jalan”, padahal artinya pelan-pelan sampai Anda bisa berhenti seketika. Indonesia dan Jepang sama-sama mengemudi di sisi kiri; yang perlu dipelajari ulang justru kanji, marka di tanah, dan beberapa rambu yang tidak berarti apa yang dikira mata asing.

Daftar isi 4

Rambu Regulasi Jepang

Rambu regulasi (規制標識, kisei-hyōshiki) memberi tahu larangan, kewajiban, atau batasan di jalan. Rambu berhenti Jepang adalah segitiga merah mengarah ke bawah dengan teks tomare (止まれ). Sejak 2017, rambu baru juga menulis STOP dalam bahasa Inggris; rambu lama yang hanya berbahasa Jepang masih banyak terpasang. Rambu larangan berbentuk bulat, latar putih, tepi merah, dan piktogram biru. Rambu instruksi wajib berbentuk bulat, latar biru, piktogram putih.

Sama seperti di banyak negara, Jepang punya rambu regulasi, peringatan, dan petunjuk. Yang lebih tepat: rambu utama (hon-hyōshiki, 本標識) dibagi empat — petunjuk (案内標識, an'nai-hyōshiki), peringatan (警戒標識, keikai-hyōshiki), regulasi, dan instruksi (指示標識, shiji-hyōshiki) — plus rambu tambahan (補助標識, hojo-hyōshiki) di bawahnya. Jepang juga menandai kecepatan, berhenti, dan informasi lain di permukaan jalan, bukan hanya di tiang.

Pesepeda dan pejalan kaki juga harus mematuhi hukum lalu lintas; denda benar-benar dikenakan. Aturan di Jepang ketat, dan itulah yang menjaga semua orang tetap di jalurnya.

通行止め (301) — Jalan ditutup untuk semua. Tidak ada yang boleh lewat di sini, termasuk pejalan kaki. Rambu berikutnya, 車両通行止め, menutup jalan untuk kendaraan, tetapi pejalan kaki masih boleh. Lingkaran merah dengan batang putih horizontal adalah 車両進入禁止: masuk dilarang untuk kendaraan. Jangan mengacaukan rambu dilarang masuk itu dengan palang merah-putih atau rambu bea cukai yang kelihatannya mirip.

Lembar rambu regulasi Jepang: 通行止め, dilarang masuk, dan larangan parkir

Rambu dilarang berhenti atau parkir bisa membawa angka jam. Ingat: di Jepang, “berhenti” (停車) paling lama sekitar lima menit dan pengemudi harus tetap di dalam mobil; “parkir” (駐車) adalah meninggalkan kendaraan. Dua garis diagonal di rambu biru berarti dilarang parkir dan berhenti (駐停車禁止); satu garis biasanya dilarang parkir saja (駐車禁止).

Perhatikan dua rambu bertuliskan jokō (徐行). Itu bukan “beri jalan” seperti rambu yield di banyak negara. Artinya: turunkan kecepatan sampai Anda bisa berhenti seketika jika perlu. Rambu di bawahnya kadang menandai prioritas; yang terakhir di deretan itu adalah tomare yang sudah terkenal: berhenti wajib penuh.

Rambu biru dengan panah biasanya menunjukkan arah wajib dan yang diizinkan. Ada rambu biru lain yang jarang masuk foto, tetapi semuanya meminta Anda mengikuti arah atau tindakan tertentu. Kalau tidak ada rambu batas kecepatan, JAF menyebut patokan 60 km/jam di jalan biasa dan 100 km/jam di jalan tol — di kota, rambu 40 atau 50 km/jam jauh lebih umum.

Rambu 徐行 jokō, 止まれ tomare, dan panah biru arah wajib di Jepang

Rambu Peringatan Jepang

Rambu peringatan tidak perlu banyak penjelasan: mereka memperingatkan tikungan aneh, hewan, batu, angin, atau permukaan yang akan atau mungkin muncul di lintasan. Bentuknya belah ketupat kuning dengan piktogram hitam (警戒標識, keikai-hyōshiki). Sinyal ini biasanya ada 30–200 meter di depan yang diperingatkan, dan memang minta perhatian Anda.

Beberapa rambu peringatan Jepang beda dan patut dilihat pelan. Perbedaan yang sering kelihatan: hewan atau orang di piktogram menghadap arah sebaliknya, karena lalu lintas di sana ada di sisi kiri.

Rambu peringatan kuning Jepang: kelinci, monyet, tanuki, angin silang, batu jatuh, dan jalan licin

Tanda seru menunjukkan bahaya lain yang tidak spesifik; keterangannya ada di rambu tambahan di bawah. Di foto juga muncul hewan yang khas: kelinci, monyet, dan tanuki (狸, anjing rakun Jepang) — bukan rakun Amerika. Ada rambu hembusan angin berbahaya, batu jatuh, dan lokasi yang licin.

Rambu Petunjuk, Marka, dan Label Tambahan

Rambu petunjuk dalam bahasa Jepang disebut an'nai-hyōshiki (案内標識) untuk arah dan jarak, sementara shiji-hyōshiki (指示標識) menandai titik di jalan: zebra, garis berhenti, zona parkir. Mereka punya berbagai bentuk dan biasanya berwarna biru. Perisai rute umum biasanya biru; jalan tol hijau. Tulisan sering dwibahasa Jepang–Inggris.

Di Jepang ada jalur yang mengizinkan sepeda lewat bersama pejalan kaki. Sepeda tetap kendaraan: sisi kiri jalan adalah aturan dasar, bukan “trotoar bebas”. Ada juga rambu persimpangan, kota, lingkungan, stasiun kereta, bahkan eskalator.

Rambu petunjuk biru dan hijau Jepang plus papan putih label tambahan hojo-hyōshiki

Label tambahan (補助標識, hojo-hyōshiki) — di Jepang beberapa rambu disertai papan persegi putih dengan waktu, jarak, atau jenis kendaraan. Perhatikan beberapa kata yang sering muncul:

  • ここから — koko kara — Dari sini;
  • ここまで — koko made — Hingga di sini;
  • 停 — ideogram yang berarti berhenti (bukan kata kerja);
  • 終点 — shūten — Titik akhir;
  • 始点 — shiten — Titik awal;
  • 注意 — chūi — Hati-hati, perhatian, waspada
  • 入口 — iriguchi — Masuk
  • 出口 — deguchi — Keluar

Ingat untuk selalu berada di sisi kiri jalan, baik dengan sepeda atau mobil. Sisi kanan jalan adalah untuk pejalan kaki, jadi berhati-hatilah dengan mereka. Hati-hati dengan rambu yang “bersembunyi”: tiang di belakang pohon, di tikungan sempit, atau hanya tertulis di aspal.

Mengganti SIM asing menjadi SIM Jepang

Kalau Anda tinggal di Jepang dan ingin mengemudi jangka panjang, jalurnya biasanya gaimen kirikae (外免切替): konversi SIM asing, bukan mengulang sekolah mengemudi dari nol. Indonesia tidak masuk daftar negara yang lolos tanpa tes. Setelah SIM diterjemahkan lewat JAF (Japan Automobile Federation), masih ada wawancara, tes tertulis, dan tes praktik.

Itu jauh lebih pendek daripada mengambil SIM Jepang dari awal, tetapi bukan “tinggal tukar kertas”. Urutan dokumen, biaya, dan tes ada di panduan mengganti SIM asing menjadi SIM Jepang.

Sumber dan tautan berguna

Tentang penulis

Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.