Kabedon adalah kata bahasa Jepang yang secara harfiah berarti “mengetuk dinding”. Ini sering digunakan untuk merujuk pada seorang pria yang memepet seorang wanita ke dinding.

Kabedon adalah ketika seseorang mengetuk dinding di depan orang lain, biasanya untuk mencegahnya pergi; sering dilihat sebagai isyarat romantis.

Kata ini sering digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seseorang merasa frustrasi atau kesal dan mengekspresikan emosinya dengan mengetuk tangannya ke dinding.

Ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seseorang mencoba menarik perhatian orang lain, dengan mengetuk dinding bahkan tanpa memepet.

Kami juga merekomendasikan untuk membaca:

Asal Usul Kabedon

Asal usul kabedon tidak jelas, tetapi diyakini berasal dari periode Edo di Jepang. Kemungkinan isyarat ini awalnya digunakan sebagai cara untuk mengusir roh jahat.

Kata “kabedon” berasal dari kata Jepang “kabe” [壁], yang berarti “dinding”. Kata “don” [ドン] adalah bentuk singkatan dari kata “dondon” [どんどん], yang berarti “suara”. Oleh karena itu, kata “kabedon” secara harfiah berarti “membuat suara di dinding”.

Kami merekomendasikan untuk membaca: Bagaimana sekolah di Jepang? 50 Fakta Menarik dan Peraturan

Bagaimana mengetahui waktu yang tepat untuk mencium di Jepang?

Kabedon Isyarat Romantis

Meskipun isyarat ini adalah reaksi alami terhadap stres dan kemarahan, ia dianggap sebagai cara romantis untuk menarik perhatian seseorang. Kabedon dapat digunakan dalam berbagai situasi.

Kabedon adalah cara untuk mengejutkan orang yang dicintai dan menunjukkan betapa Anda peduli padanya. Ini bisa menakutkan bagi wanita, tetapi pada saat yang sama dia bisa merasa terpesona.

Fakta bahwa ada kata yang mendefinisikan isyarat ini, membuat gadis-gadis Jepang menyadarinya, sehingga mengurangi kemungkinan tersinggung oleh isyarat tersebut.

Hal terburuk yang bisa terjadi adalah gadis itu tidak membalas perasaannya, merasa malu dan terhina. Jadi sadarilah sebelum menggunakan Kabedon.

Beberapa menggunakan isyarat ini sebagai kesempatan untuk mendapatkan ciuman pertama dari wanita. Kita dapat melihat berbagai situasi dalam anime dan manga.

Kebanyakan gadis menganggap jenis isyarat ini romantis karena pria menunjukkan kekuatan dan otoritas, dan wanita menyukai pria yang mengambil inisiatif dan menunjukkan otoritas.

Kami merekomendasikan untuk membaca: 100 Anime romantis – Daftar dengan yang terbaik untuk Anda tonton

Bagaimana Melakukan Kabedon

Umumnya Kabedon dilakukan dengan hanya satu tangan, tetapi jika pemuda ingin menunjukkan perasaan yang lebih ekstrem, dia bisa menggunakan kedua tangannya.

Dalam beberapa anime kita mengamati pengangkatan satu kaki saat melakukan Kabedon, tetapi isyarat ini lebih komikal daripada romantis.

Kabedon dapat dilakukan baik oleh pria maupun wanita, dapat menyampaikan berbagai jenis ide dan perasaan, dan juga dapat dilakukan dengan berbagai cara, meskipun beberapa yang disajikan dalam anime adalah berlebihan atau komikal.

Kabedon di Barat

Kata “kabedon” telah menjadi populer dalam beberapa tahun terakhir di luar Jepang, terutama di kalangan penggemar anime dan manga.

Ini sering digunakan sebagai deskripsi untuk adegan di mana seorang pria mencoba menegaskan dominasinya atas seorang wanita, baik melalui intimidasi fisik atau menggunakan tubuhnya untuk memepetnya ke dinding.

Beberapa orang mengkritik penggunaan “kabedon” di luar Jepang, dengan berargumen bahwa itu adalah bentuk yang seksis dan ketinggalan zaman untuk berbicara dengan wanita. Hati-hati saat melakukan ini di luar Jepang.

Namun, yang lain berargumen bahwa kata tersebut dapat digunakan dengan cara yang tidak seksis, dan itu hanyalah deskripsi untuk jenis interaksi fisik tertentu antar orang.

Dalam kehidupan nyata, isyarat ini dapat dianggap sebagai pelecehan seksual jika orang yang Anda lakukan kabedon tidak mengetahuinya, atau jika dia tidak menganggapnya romantis.

Kevin Henrique

Kevin Henrique

Pakar budaya Asia dengan pengalaman lebih dari 10 tahun, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan permainan. Penulis dan pelancong otodidak yang berdedikasi untuk mengajar bahasa Jepang, berbagi tips perjalanan, dan menjelajahi hal-hal menarik yang mendalam.

Eksplorasi konten lain dari Suki Desu

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca