Banzai: apa arti sebenarnya dan dari mana asalnya

Arti, sejarah, dan kegunaan seruan Jepang yang sering disalahpahami

Apakah Anda tahu arti kata Banzai? Mengapa ekspresi ini diteriakkan di Jepang, kapan, dan dari mana asalnya? Apa kaitannya dengan serangan frontal tentara Jepang di Perang Pasifik? Artikel ini menjawab satu per satu secara singkat dan jelas.

Apakah Banzai sekadar interjeksi dalam bahasa Jepang untuk memberi salam dan mengharapkan umur panjang serta kemakmuran? Sebelum masuk ke detail, berikut ringkasannya: Banzai [万歳] secara harfiah berarti "sepuluh ribu tahun" dan kini lebih banyak digunakan pada momen sukacita. Namun sejarahnya jelas lebih panjang dari sekadar Perang Dunia II.

Daftar isi 5

Arti Kata Banzai

Kata Banzai [万歳] tersusun dari dua kanji: yang berarti "sepuluh ribu" dan yang berarti "tahun" atau "umur". Secara harfiah artinya "sepuluh ribu tahun", padanannya kira-kira seperti seruan Eropa "Vive le roi!" atau "Long may the King live!" dalam bahasa Inggris.

Seruan ini masih sering keliru dipahami sebagai teriakan perang. Salah satu penyebabnya adalah pada fase akhir Perang Pasifik, Banzai diasosiasikan dengan serangan kamikaze, dan citra "teriakan putus asa" itu masih melekat hingga sekarang.

Tiga orang berkostum detektif ala Sherlock Holmes memecahkan teka-teki bersama di sebuah escape room

Padahal, di Jepang modern, Banzai sederhana saja artinya: "Hidup!", "Panjang umur!", atau "Hura!". Tidak ada lagi kaitan dengan perang atau sapaan untuk kaisar. Sejak awal, inti maknanya selalu doa untuk umur panjang atau sepuluh ribu tahun kehidupan.

Asal Kata Banzai

Ungkapan ini muncul pada periode Meiji. Ketika pasukan Jepang menyerang dalam sebuah pertempuran, mereka meneriakkan banzai sebagai bentuk penghormatan kepada kaisar. Bentuk asalnya adalah bagian dari ekspresi "Tennoheika banzai" (天皇陛下万歳) yang berarti "Panjang umur untuk Kaisar".

Hampir semua negara memiliki padanannya sendiri, semacam teriakan perang atau seruan penghormatan. Jika ditelusuri, karakter (万歳) memiliki akar dari bahasa Tionghoa klasik. Ekspresi yang sama muncul pula dalam bahasa Mandarin "wànsuì", bahasa Kanton "maan6 seoi3" (萬歳), bahasa Korea "mansé" (만세 / 萬歲), dan bahasa Vietnam "vạn tuế".

Cetakan blok kayu Jepang bergaya senso-e yang menggambarkan seorang perwira Jepang berkuda memimpin serangan dalam Perang Rusia-Jepang

Karena itu, meski identik dengan Jepang, ekspresi ini bukan ciptaan Jepang. Ia adalah warisan bersama yang bisa digunakan dan diciptakan dalam bahasa apa pun di Asia Timur.

Charge Banzai - Serangan Frontal Infantri Jepang

Charge Banzai, atau gyokusai [玉砕], atau banzai totsugeki [バンザイ突撃], adalah istilah yang dipakai pihak Sekutu untuk menyebut serangan frontal massal oleh infantri militer Jepang.

Asal-usulnya juga terkait dengan teriakan perang yang sudah kita bahas. Teriakan ini terbentuk di lingkungan militer tradisional Jepang saat mereka melancarkan serangan, berpidato untuk tujuan luhur, atau menaklukkan sebuah posisi.

Charge Banzai secara spesifik merujuk pada taktik yang dipakai tentara Jepang selama Perang Pasifik. Dalam beberapa kasus di akhir pertempuran, taktik ini sempat meraih hasil karena pasukan Amerika belum siap menghadapinya.

Kolase dua ilustrasi sejarah: tentara Dinasti Qing dengan panji-panji tradisional di sisi kiri, dan tentara Jepang mengibarkan Bendera Matahari Terbit saat menyerang posisi Rusia di sisi kanan

Kendati demikian, charge banzai bisa dianggap salah satu strategi paling tidak efisien dalam Perang Pasifik, mengingat tingkat korban yang sangat tinggi di pihak Jepang maupun Amerika. Serangan ini menjadi lebih dikenal lewat Perang Sino-Jepang, dan oleh pasukan Sekutu dalam Pertempuran Guadalcanal, ketika tentara Jepang meneriakkan banzai untuk merebut sebuah posisi.

Mengapa Orang Jepang Berteriak Banzai?

Di Jepang modern, orang-orang berteriak banzai tiga kali saat perayaan sebagai ekspresi damai dan kegembiraan. Berikut beberapa kesempatan di mana seruan ini biasa terdengar:

  • Saat seseorang menikah.
  • Saat diterima di universitas bergengsi.
  • Di beberapa pesta ulang tahun.
  • Saat rekan kerja mendapat promosi di perusahaan.

Beberapa orang berteriak sambil melompat dengan tangan terangkat tinggi; yang lain cukup mengangkat tangan ke atas. Banzai adalah teriakan perang sekaligus seruan perayaan yang sangat terkenal di Jepang dan sudah menyebar luas ke Barat.

Seseorang melompat dengan tangan terangkat ke langit di puncak bukit, menggambarkan euforia dan semangat yang sering dikaitkan dengan seruan Banzai

Kata ini juga akhirnya sering dipilih untuk nama bisnis, usaha, dan toko yang ingin merujuk pada budaya Asia Timur, mulai dari restoran, toko, hingga sekolah seni bela diri.

Alternatif untuk Banzai

Jika Anda mencari ekspresi lain dengan nuansa serupa, berikut beberapa pilihannya:

  1. Yatta! (やった!): Ungkapan kegembiraan dan kepuasan, setara dengan "berhasil!" atau "kita berhasil!" dalam bahasa Indonesia.
  2. Ganbaru (頑張る): Berarti "melakukan yang terbaik" atau "berusaha keras", dipakai untuk menyemangati seseorang agar mengeluarkan kemampuan maksimalnya.
  3. Sugoi! (すごい!): Ungkapan kagum atau takjub, mirip "luar biasa!" atau "mengesankan!" dalam bahasa Indonesia.
  4. Katsu! (勝つ!): Berarti "menang", cocok dipakai dalam situasi kompetisi atau tantangan.
  5. Saikou! (最高!): Berarti "yang terbaik" atau "paling top", mengekspresikan antusiasme dan kekaguman.

Dari semua itu, hal yang paling menarik tentang Banzai justru perjalanan maknanya: dari serapan istana di era Meiji, jadi teriakan perang, lalu kembali lagi menjadi sorak-sorai sukacita di pesta pernikahan atau promosi kantor. Apakah Anda pernah mendengar "banzai" di tempat yang tidak terduga, misalnya di anime, film, atau laporan berita?

Sumber
Kevin Henrique

Tentang penulis: Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.