Apakah Anda mengenal istilah Shota? Dalam artikel ini kita akan memahami arti kata shotacon bahasa Jepang yang juga merupakan sub-genre anime dan manga. Kenali lawan dari lolicon, pahami perbedaan Kompleks Shotaro.
Daftar Isi
Apa arti Shotacon?
Shotacon adalah sub-genre anime dan manga yang ditandai oleh hubungan romantis atau seksual yang kuat antara karakter pria yang lebih tua dan karakter pria yang lebih muda.
Kata “shotacon” adalah gabungan dari kata Jepang “shota” [ショタ], yang merujuk pada seorang pemuda, dan “con” [koneksi], singkatan dari kata Inggris “connection” dan “complex”.
Sub-genre shotacon berakar pada shōnen-ai, genre manga dan anime yang berfokus pada hubungan romantis atau seksual antara anak laki-laki muda. Istilah ini juga dapat merujuk pada manga dan anime yang melibatkan romansa antara seorang anak laki-laki muda dan seorang wanita yang lebih tua.

Shota – Lawan dari Loli
Lolicon adalah istilah yang cukup populer untuk merujuk pada hasrat beberapa orang terhadap gadis-gadis yang tampak seperti anak-anak, yang terkenal sebagai loli atau lolita. Sedangkan istilah Shotacon adalah kebalikannya, merujuk pada hasrat terhadap pria-pria yang tampak seperti anak-anak.
Meskipun sebagai sub-genre, sebagian besar merujuk pada manga dan anime shounen-ai atau yaoi dengan anak laki-laki muda yang berhubungan dengan yang lebih tua, istilah ini juga digunakan terutama untuk merujuk pada minat seksual terhadap anak laki-laki muda terlepas dari orientasi seksualnya.
Artinya, seorang wanita bisa menjadi shotacon, atau bisa merasakan ketertarikan pada anak laki-laki yang lebih muda seperti halnya lolicon. Sedangkan shota, seperti loli, merujuk pada anak laki-laki muda atau pemuda yang bertindak atau berusaha terlihat seperti anak-anak.
Secara tidak menguntungkan, mencari anime shotacon dapat menghasilkan banyak situs yang menampilkan anime dari genre homoseksual, yang bisa membuat frustasi bagi beberapa orang yang hanya ingin melihat romansa antara seorang pemuda dan seorang wanita dewasa.
- Apakah Anda tahu apa arti lolita, loli atau lolicon?
- Arti hentai dan Ecchi – Perbedaan, Genre dan Anime

Sejarah dan asal-usul Shotacon
Penggunaan paling awal yang diketahui dari istilah “shotacon” adalah dalam manga doujinshi yang dibuat oleh Keitarō Arima dan Shun’ichi Hirai, berjudul Shōtarō no Shotacon Kōsatsu, yang diterbitkan pada tahun 1992.
Istilah “shotacon” kemudian digunakan dalam beberapa doujinshi manga lainnya, serta dalam berbagai artikel dan esai.
Genre shotacon telah dikritik karena seksualisasi anak di bawah umur, dan telah dituduh mempromosikan pedofilia. Namun, pencipta Hideo Azuma menyatakan bahwa shotacon tidak ada hubungannya dengan seks, tetapi dengan hubungan antara karakter.
Apa arti Oneshota?
Istilah “Oneshota” dalam konteks anime adalah gabungan dari kata Jepang “oneesan” (kakak perempuan) dan “shota” (anak laki-laki muda). Kata “oneshota” digunakan untuk menggambarkan dinamika karakter di mana seorang wanita muda, atau “oneesan”, berinteraksi dengan seorang anak laki-laki yang jauh lebih muda, atau “shota”.
Hubungan ini ditandai oleh perbedaan usia antara kedua karakter, di mana karakter perempuan sering kali terlihat lebih tua atau lebih matang daripada anak laki-laki tersebut.
Penting untuk dicatat bahwa konsep ini dapat muncul dalam konteks yang berbeda. Ini bisa berupa adegan murni dan tidak bersalah yang menunjukkan perhatian dari seorang kakak perempuan, bisa menarik ke sisi sensual, dan juga dapat hadir dalam konten dewasa.
Beberapa kritikus berpendapat bahwa “oneshota” dapat ditafsirkan sebagai bentuk fantasi dominasi pria terhadap wanita. Karakterisasi karakter pria sebagai seorang anak dapat memudahkan fantasi ini, karena menciptakan asumsi bahwa ia akan didominasi secara fisik oleh karakter perempuan, meskipun tidak ada persetujuan eksplisit.


Tinggalkan Balasan