Mawar biru selalu menjadi simbol hal yang mustahil — sebuah ikon misteri dan keinginan. Tapi apakah ia benar-benar ada? Dan jika ada, bagaimana ia diciptakan? Jawabannya melibatkan banyak ilmu pengetahuan, ketekunan, dan sedikit kreativitas.
Selama berabad-abad, florist dan botanis mencoba mendapatkan mawar biru yang sebenarnya. Tapi genetika mawar tidak membantu. Yang mereka dapatkan hanyalah warna lavender, ungu, atau keabu-abuan, hasil dari persilangan dan mutasi yang mengurangi pigmen merah pada kelopak. Kebanyakan “mawar biru” ini akhirnya tampak lebih seperti mawar pucat yang pudar daripada biru sejati. Hingga orang Jepang memutuskan untuk melangkah lebih jauh.

Daftar Isi
Genetika di balik mawar biru pertama
Kemajuan sejati datang pada tahun 2004, ketika ilmuwan Jepang dari perusahaan Suntory, bekerja sama dengan peneliti Australia, berhasil mencapai sesuatu yang belum pernah ada: menyisipkan ke dalam mawar gen yang bertanggung jawab untuk produksi delphinidina, pigmen biru yang ditemukan secara alami pada bunga seperti petunia dan violet.
Tapi menambahkan gen saja tidak cukup. Mereka juga perlu menekan jalur genetik lain yang menghasilkan pigmen merah dan kuning, yang akan menetralkan warna biru. Ini adalah pekerjaan penyesuaian halus, melibatkan RNAi (interferensi RNA) dan bertahun-tahun eksperimen. Hasilnya adalah varietas bernama Applause, diluncurkan di Jepang pada tahun 2009: mawar dengan nuansa biru-ungu yang belum pernah terlihat di alam.

Applause – peluncuran resmi di Jepang
Peluncuran mawar Applause ditangani sebagai tonggak dalam bioteknologi Jepang. Diperkenalkan secara resmi selama Hari Budaya, ia dijual dengan harga jauh di atas rata-rata: antara 2.000 dan 3.000 yen per batang (sekitar US$ 20 hingga 30). Bunga dengan kelopak halus dan warna kebiruan lembut ini dengan cepat mendapat perhatian internasional.
Tapi penting untuk jujur: ia bukan biru murni, seperti tinta atau langit musim panas. Warnanya bervariasi antara lavender dan biru keabu-abuan, tergantung pencahayaan dan pH bunga. Namun demikian, ini adalah yang paling dekat yang dicapai ilmu pengetahuan untuk mendapatkan mawar biru yang sebenarnya, stabil, dan hidup.

Cara membuat mawar biru dengan pewarna
Tidak semua orang memiliki akses ke rekayasa genetika, tapi ada trik sederhana untuk membuat mawar biru sendiri di rumah — dengan air dan pewarna makanan. Tentu saja, warna biru hanya akan diserap oleh tanaman, bukan diproduksi olehnya. Namun demikian, efeknya cantik dan menarik perhatian.
Anda akan membutuhkan:
- 1 mawar putih yang baru dipotong (semakin segar, semakin baik)
- 1 gelas air
- Pewarna makanan biru (cair atau gel)
Langkah demi langkah:
- Isi gelas dengan air dan tambahkan 10 hingga 15 tetes pewarna biru.
- Potong batang mawar secara diagonal, di bawah air yang mengalir (ini meningkatkan penyerapan).
- Letakkan mawar di dalam gelas berisi air biru.
- Tunggu 24 hingga 48 jam.
Dengan waktu, Anda akan melihat kelopak mulai berubah warna. Tanaman menarik air berwarna melalui pembuluh batang, dan warna biru perlahan menyebar ke kelopak. Hasilnya adalah mawar yang diwarnai secara artifisial, tetapi dengan penampilan yang cukup meyakinkan.
Siapa pun yang menonton anime “Diari Seorang Apoteker” pasti ingat episode di mana Maomao mengubah warna tanaman menggunakan sejenis pewarna. Ini adalah trik kuno, tapi cukup menarik.


Tinggalkan Balasan