Fakta Menarik Shokugeki no Souma: Kanji, Nama, dan Easter Egg

Fakta Menarik Shokugeki no Souma: Kanji, Nama, dan Easter Egg

Dari kanji 食戟 sampai tempe di Tōtsuki: trivia Food Wars yang biasanya lewat.

Shokugeki no Souma (食戟のソーマ) adalah manga kuliner yang ditulis oleh Yūto Tsukuda dan diilustrasikan oleh Shun Saeki. Keunggulan utamanya adalah kemampuannya menyampaikan emosi dan semangat bertarung, sampai-sampai menjadi salah satu pilar Weekly Shōnen Jump. Serial ini begitu populer hingga diadaptasi menjadi lima musim anime dan novel ringan.

Karya ini menceritakan kisah seorang pemuda bernama Yukihira Sōma yang harus masuk ke sekolah kuliner elit, selalu melakukan segala hal dengan caranya sendiri, dan berulang kali menghadapi hal-hal yang mustahil. Sulit menggambarkan betapa serunya serial ini; saya pribadi tidak pernah membayangkan bahwa anime kuliner sederhana, dengan sedikit ecchi dan banyak adegan berlebihan, bisa sebagus ini.

Ada spoiler ringan di trivia berikut. P.S.: Apakah kamu juga merasakan bahwa kadar ecchi di musim kedua dan ketiga turun cukup drastis?

Piring hidangan pembuka dari Shokugeki no Souma
Hidangan pertama
Daftar isi 4

Fakta menarik seputar karya Shokugeki no Souma

Kata Shokugeki (食戟) muncul baik di judul maupun di duel-duel akademi, tetapi kanjinya tidak berarti “perang makanan” secara harfiah. Kanji pertama (食) berarti “makanan”, dan kanji kedua (戟) adalah sejenis tombak atau halberd Tiongkok. Kanji 戟 juga dipakai dalam kata-kata yang berkaitan dengan perang dan pertarungan pedang — makanya terjemahan Inggris Food Wars terasa pas, meski bukan terjemahan kata per kata.

Manga di Weekly Shōnen Jump berjalan dari November 2012 sampai Juni 2019 dan terkumpul dalam 36 volume. Adaptasi anime produksi J.C.Staff tayang 2015–2020 dalam lima musim dan 86 episode, plus beberapa OVA. Opening pertama, “Kibō no Uta” (希望の唄), dibawakan Ultra Tower.

Pada musim pertama, puluhan hidangan berbeda dimasak di layar. Ada juga buku resep resmi Shokugeki no Sōma: Tōtsuki Gakuen Shōbu no Hitosara (遠月学園 勝負の一皿), terbit di Shueisha pada 4 Juni 2015; seluruh resep disusun Yuki Morisaki, koki profesional sekaligus model yang memang jadi konsultan masakan serial ini. Beberapa hidangan itu bisa dicoba di rumah, misalnya Gotcha Pork Roast.

Pernah bertanya-tanya kenapa kadar ecchi-nya semelampau itu di awal? Gaya gambar Shun Saeki memang lewat batas “foodgasm”: reaksi karakter terhadap rasa digambar seperti adegan dewasa. Itu pilihan sadar, bukan kecelakaan produksi — dan memang mereda di musim-musim kemudian.

Pada one-shot awal, tokoh utama masih berambut hitam pendek. Ada juga manga spin-off yang berpusat pada Shinomiya Kojirō, berjudul Shokugeki no Soma: L'étoile, dimuat di Shōnen Jump+ dari 2015 sampai 2019. Rilisan lain yang terkait adalah CD drama edisi terbatas yang dibundel bersama volume 11.

Hidangan yang dimasak dalam Shokugeki no Souma

Di Akademi Tōtsuki ada dua maskot bernama Dog-kun dan Chef-kun, keduanya memakai seragam koki. Acara besar di akademi itu antara lain: Shokugeki, Kemah Pelatihan, Pemilihan Musim Gugur, Stagiaire, Pameran Musim Gugur, Festival Perjamuan Bulan, serta Ujian Promosi.

Baru di chapter 117 Elit Sepuluh diperkenalkan secara resmi. Dalam versi one-shot, Elit Sepuluh terdiri dari siswa terbaik di setiap bidang kuliner. Satu-satunya anggota yang tampil saat itu adalah Julio Rossi Saotome, ahli masakan Italia.

Ada dua video game resmi 2015: Shokugeki no Soma: Yūjō to Kizuna no Hitosara (友情と絆の一皿) untuk Nintendo 3DS (17 Desember 2015), dan Shokugeki no Soma: Saikyō no Recipe (最饗のレシピ) untuk ponsel (17 Agustus 2015).

Tempe yang muncul di dapur Tōtsuki

Untuk pembaca di Indonesia, detail yang paling sering dibicarakan justru bukan duel elit, melainkan tempe. Di episode 16 musim pertama, Jōichirō Yukihira mengalahkan Sōma dengan ramen vegetarian yang memakai tempe sebagai pengganti daging: teksturnya menyerupai daging, umaminya dalam. Isshiki bahkan sempat menjelaskan cara membuat tempe dan bahwa itu makanan kedelai fermentasi dari Indonesia.

Itu bukan isian acak. Serial ini memang memamerkan bahan “mahal”, tetapi juga mengakui bahan sederhana kalau tekniknya tepat — dan tempe kebetulan jadi jembatan paling jelas antara dapur Tōtsuki dan meja makan di sini.

Tentang karakter-karakter Shokugeki no Souma

Nama Sōma (創真) menggabungkan kanji “penciptaan” (創) dan “kebenaran” (真); artinya kira-kira “ciptaan yang sejati”. Nama keluarga Yukihira memadukan “berkah” (幸) dan “biasa” (平), yang mencerminkan kerendahan hatinya. Pada volume 23 terungkap bahwa Sōma gemar mencuci pakaian dan berendam di bak mandi besar.

Nama Megumi (恵) secara harfiah berarti “rahmat dan kebaikan”, yang sangat mencerminkan kepribadiannya. Nama keluarga Tadokoro (田所) berarti “tanah pertanian”, referensi jelas ke kampung halamannya di kawasan Tōhoku.

Adegan duel memasak di akademi Tōtsuki

Nama Erina sering dikaitkan dengan Eleanor, nama yang dulu umum di kalangan bangsawan Eropa. Nama keluarganya, Nakiri (薙切), memakai kanji “menebas” dan “memotong”. Bunyinya juga menyinggung nakiri (菜切), pisau sayur Jepang — permainan bunyi yang pas untuk keluarga yang hidup dari lidah dan pisau. Menurut volume 23, lagu favorit Erina adalah “Amaryllis”; dia juga gemar bermain kartu.

Risa Taneda, pengisi suara asli Nakiri Erina di musim pertama, mengalami masalah pada pita suara. Perannya diambil alih Hisako Kanemoto mulai OVA musim kedua dan musim-musim berikutnya.

Nama Takumi adalah nama Jepang yang umum; Aldini menandai sisi Italia saudara kembar itu. Nama Hisako adalah permainan dari hisho, “sekretaris” dalam bahasa Jepang. Alice sering memanggilnya Hishoko sebagai candaan, dan julukan itu akhirnya melekat. Hisako sudah muncul sejak chapter 2 manga, tetapi namanya baru terungkap di chapter 52.

Elit Sepuluh jauh lebih kuat daripada banyak pengajar dan pihak administrasi sekolah. Kekuatan itu kelihatan jelas saat revolusi yang dipimpin Azami dan organisasi Central.

Kutipan yang masih diingat

Beberapa kalimat dari serial ini masih sering dikutip penggemar:

  • Jalan ini tidak akan seru kalau kamu sudah tahu akan berakhir di mana — Yukihira Sōma;
  • Talenta yang besar selalu menghasilkan bayangan dari cahaya yang dipancarkannya;
  • Saat aku mencoba menciptakan hidangan baru, rasanya selalu setengah percaya diri dan setengah taruhan;
  • Meski aku biasa-biasa saja, aku ingin berdiri di puncak para jenius! — Zenji Marui;
  • Sebagai kepala koki, satu-satunya taruhan yang membuatku tertarik adalah memuaskan pelanggan;
  • Kita harus memperlakukan bahan dengan hormat untuk menciptakan hidangan yang utuh.

Kalau mau membawa serial ini ke dapur sungguhan, risotto apel adalah titik mulai yang lebih ramah daripada duel 86 episode itu.

Sumber dan tautan berguna

Tentang penulis

Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.