6 Tempat di Jepang yang Terinspirasi Negara Lain dan Layak Dikunjungi

6 Tempat di Jepang yang Terinspirasi Negara Lain dan Layak Dikunjungi

Rute wisata dengan tempat di Jepang yang menghadirkan suasana negara lain secara meyakinkan dan menyenangkan.

Jepang punya banyak tempat yang bisa membuat Anda lupa, setidaknya selama beberapa jam, bahwa Anda masih berada di negara yang sama. Ada yang mengandalkan arsitektur dan taman, ada juga yang membangun kanal, pub, jalan belanja, dan desa tematik yang mengingatkan pada Eropa atau Amerika Serikat.

Jika Anda sedang mencari wisata yang terasa berbeda dari rute biasa, daftar ini bisa menghemat waktu. Alih-alih memasukkan sembarang taman tema, saya memilih tempat yang benar-benar punya suasana, visual, dan pengalaman yang cukup kuat untuk mengubah rasa perjalanan.

Daftar isi 8

1. Little World di Aichi untuk merasakan banyak negara dalam satu hari

Kalau Anda ingin mulai dari tempat yang paling langsung menjawab tema artikel ini, Little World di Inuyama adalah pilihan yang kuat. Tempat ini bekerja seperti museum terbuka yang menggabungkan rumah tradisional, area bertema, dan makanan dari berbagai belahan dunia. Jalan-jalannya enak untuk dinikmati pelan-pelan, sambil memperhatikan bagaimana setiap zona punya karakter yang berbeda.

Kekuatan utamanya ada pada variasi. Little World menghadirkan area yang terhubung dengan lebih dari 20 budaya, lengkap dengan makanan khas dan kesempatan mencoba pakaian tradisional di beberapa bagian. Kalau Anda suka gagasan “keliling dunia” dalam satu hari, tempat ini juga cocok dibaca bersama artikel tentang negara dan budaya yang bisa dikenal tanpa keluar dari Jepang.

Area tematik di Little World Aichi
Little World adalah pilihan paling serbaguna untuk melihat banyak referensi budaya dalam satu kunjungan.

2. British Hills di Fukushima untuk suasana Britania yang terasa utuh

British Hills tidak terasa seperti taman yang terburu-buru. Daya tariknya justru ada pada ritme yang tenang: bangunan bergaya Inggris, interior yang rapi, teh, pub, kabut pegunungan, dan suasana seperti retret yang jauh dari rutinitas. Lokasinya ada di Tenei, Prefektur Fukushima, dan konsepnya sangat jelas: merasakan budaya Britania tanpa perlu naik pesawat ke luar negeri.

Kompleks ini berdiri di area yang luas, dengan nuansa era Victoria dan banyak material bangunan yang diimpor dari Inggris. Itu membuat tampilannya terasa lebih meyakinkan. British Hills bukan sekadar latar untuk foto, melainkan tempat yang cocok untuk dipakai berjalan santai, minum teh, menikmati makan malam, atau bahkan menginap agar atmosfernya benar-benar terasa.

Bangunan bergaya Inggris di British Hills Fukushima
British Hills memadukan penginapan, arsitektur tematik, dan suasana yang jauh lebih rapi daripada sekadar dekorasi foto.
Video resmi ini memberi gambaran yang lebih jelas tentang ukuran kompleks dan atmosfer British Hills.

3. Niji-no-Sato di Izu untuk perpaduan vila Eropa dan taman Jepang

Niji-no-Sato di Shuzenji memang tidak seterkenal beberapa nama lain dalam daftar ini, tetapi justru itu yang membuatnya menarik untuk orang yang suka tempat lebih tenang. Taman ini memiliki area bergaya desa Inggris, area desa Kanada, lalu disambung dengan taman Jepang dan pemandangan musiman dalam satu jalur kunjungan.

Kontras itu yang membuatnya terasa istimewa. Anda bisa berjalan di area bernuansa luar negeri, lalu beberapa menit kemudian kembali melihat taman dan bunga yang sangat khas Jepang. Jika Anda suka taman yang enak dipandang dan ingin melanjutkan perjalanan ke tempat hijau lainnya, artikel tentang taman Jepang dan taman tradisional terbaik juga layak dibuka.

Sudut bergaya Eropa di Niji-no-Sato Izu
Niji-no-Sato cocok untuk pengunjung yang ingin suasana tenang, bunga musiman, dan sentuhan Eropa dalam satu tempat.

4. Mihama American Village di Okinawa untuk sore yang lebih santai dan ramai

Tidak semua tempat bertema luar negeri harus terlihat seperti museum atau desa bersejarah. Mihama American Village di Chatan memilih jalur yang berbeda: kawasan ini memadukan trotoar tepi laut, papan nama mencolok, roda ferris, kafe, toko, dan suasana yang mengingatkan pada area hiburan pesisir di Amerika Serikat. Tempatnya memang lebih komersial daripada kontemplatif, tetapi justru di situlah letak keseruannya.

Karena lokasinya kurang dari satu jam dari Naha, tempat ini sering masuk rencana perjalanan orang yang ingin berjalan santai menjelang senja, makan malam dekat laut, lalu menikmati suasana ramai. Area Depot Island menampung lebih dari 100 toko dan restoran, jadi kunjungan ke sini paling pas saat Anda ingin jalan kaki, makan, dan melihat bagaimana nuansa Amerika bercampur dengan keseharian Okinawa. Kalau pulau ini sudah ada di rencana Anda, lanjutkan juga dengan panduan tentang sisi multikultural Okinawa.

Mihama American Village di Okinawa saat sore hari
Mihama American Village lebih cocok untuk jalan santai, makan, belanja, dan menikmati suasana pesisir yang hidup.

5. Huis Ten Bosch di Nagasaki untuk pengalaman Belanda yang paling megah

Dari semua tempat dalam daftar ini, Huis Ten Bosch mungkin yang paling mengesankan dari segi skala. Taman ini dibangun di Nagasaki untuk merayakan hubungan panjang antara Jepang dan Belanda, dan jejak itu terasa jelas pada kanal, kincir angin, fasad bangunan, serta suasana keseluruhannya. Ini bukan pojok kecil dengan beberapa bangunan tematik, melainkan kompleks besar yang memang pantas diberi waktu satu hari penuh.

Kalau prioritas Anda adalah tenggelam dalam suasana Eropa yang terasa meyakinkan, nama ini biasanya jadi pilihan paling kuat. Tempat ini juga cocok untuk pasangan, keluarga, atau pelancong yang suka menjelajahi area luas tanpa terburu-buru.

Kanal dan bangunan bergaya Belanda di Huis Ten Bosch
Huis Ten Bosch adalah nama yang paling sering disebut ketika orang mencari suasana Belanda di Jepang.

6. Shima Spain Village di Mie untuk warna hangat dan suasana Mediterania

Jika Anda ingin jeda dari kuil, pusat kota, dan rute yang terlalu familiar, Shima Spain Village pantas masuk daftar. Kompleks di Mie ini menggabungkan taman tema, hotel, dan onsen dengan arah visual yang jelas terinspirasi dari Spanyol. Hasilnya adalah suasana yang lebih cerah, santai, dan ramah keluarga.

Tampilannya sangat membantu: jalan yang terbuka, fasad berwarna hangat, pertunjukan, dan nuansa Mediterania yang terasa berbeda dari destinasi lain di wilayah sekitarnya. Tempat ini cocok untuk siapa pun yang mencari wisata sehari penuh yang ringan, mudah difoto, dan tidak terlalu pasaran.

Area bernuansa Spanyol di Shima Spain Village
Shima Spain Village terasa lebih cerah dan santai, cocok untuk keluarga atau perjalanan sehari yang ringan.

Mana yang paling layak dipilih?

Semuanya tergantung pada jenis perjalanan yang Anda cari. Little World paling fleksibel untuk orang yang ingin melihat banyak referensi budaya dalam satu hari. British Hills lebih cocok bagi yang memburu atmosfer dan pengalaman menginap bertema. Niji-no-Sato menarik untuk pencinta taman, bunga, dan suasana tenang. Mihama American Village pas untuk sore yang ramai dan santai. Sementara itu, Huis Ten Bosch dan Shima Spain Village lebih cocok jika Anda ingin menghabiskan banyak waktu di satu kompleks besar.

Kalau diringkas singkat: Little World paling variatif, British Hills paling atmosferik, Mihama paling santai, dan Huis Ten Bosch paling megah. Ringkasan seperti ini biasanya sudah cukup membantu sebelum Anda memilih tujuan mana yang paling masuk akal.

Apakah tempat-tempat seperti ini layak dicari?

Ya, terutama jika Anda sudah pernah melihat sisi Jepang yang paling klasik dan ingin mencari suasana yang tidak terasa berulang. Tempat-tempat seperti ini memang tidak menggantikan perjalanan ke negara asal inspirasinya, tetapi mereka memberi sesuatu yang banyak dicari orang: perubahan pemandangan, foto yang berbeda, makanan yang menarik, dan rasa menemukan sisi Jepang yang tidak terlalu terduga.

Hasil terbaik datang saat Anda memilih tempat yang sesuai dengan suasana perjalanan. Jika ingin variasi, pilih Little World. Jika ingin nuansa Britania yang terasa serius, British Hills sulit ditandingi. Jika yang dicari adalah jalan santai dekat laut, makan enak, dan suasana yang hidup, Mihama American Village biasanya jadi pilihan paling mudah.

Sumber dan tautan berguna

Tentang penulis

Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.