Robot Restaurant Shinjuku: tujuan populer yang bukan restoran robot

Robot Restaurant Shinjuku: tujuan populer yang bukan restoran robot

Neon Kabukicho, karnaval, dan harapan wisatawan yang sering meleset.

Salah satu titik paling mencolok di kawasan Kabukicho, Shinjuku, dulu adalah sebuah gedung neon bernama Robot Restaurant. Tempat ini dipenuhi lampu, papan berkedip, robot yang menyala, gadis-gadis berkostum, tarian, dan musik yang semarak. Tempat yang menarik, tapi juga mahal!

Nama itu masih muncul di rencana perjalanan Tokyo, seolah pintunya masih terbuka setiap malam. Yang membuat orang berhenti bukan menu, melainkan janji sebuah malam yang kelihatan seperti karnaval listrik. Sebelum mencari tiket, ada baiknya tahu persis apa yang pernah ada di dalamnya.

Saat memasuki Robot Restaurant, Anda dibawa ke “ruang tunggu” yang sebenarnya juga berfungsi sebagai restoran kecil dengan menu makanan ringan dan minuman. Ketika pertunjukan dimulai, Anda diarahkan ke ruangan utama tempat seluruh show berlangsung. Anda boleh membeli makanan untuk disantap selama pertunjukan.

Pertunjukannya mengejutkan dan menyenangkan, sebagian besar berkat nuansa nostalgia era 90-an. Tempat ini sangat berwarna dan psikedelik. Walaupun berada di kawasan dewasa, Robot Restaurant dulu tetap terbuka untuk anak-anak dan remaja. Bahkan mereka menyediakan pelindung telinga karena suaranya keras.

Panggung Robot Restaurant di Shinjuku dengan lampu neon, dekorasi mencolok, dan suasana karnaval

Masalah besarnya adalah orang-orang terlalu bersemangat sebelum datang. Saya pernah mendengar banyak keluhan dari orang yang mengharapkan sesuatu yang berbeda. Mereka membayangkan restoran masa depan; yang mereka dapat karnaval berisik dengan jeda souvenir. Kalau nama ini masih ada di rencana malam Shinjuku Anda, lebih baik tahu dulu apa yang benar-benar ditonton orang di sana.

Daftar isi 3

Apa yang bisa diharapkan dari Robot Restaurant?

Beberapa orang membayangkan restoran berteknologi tinggi dengan robot sungguhan yang melayani tamu. Kenyataannya, “robot” yang ditampilkan adalah mesin besar yang dikendalikan dengan remote atau didorong oleh staf. Tempat ini sendiri tidak pernah menjanjikan teknologi tinggi maupun robot sungguhan.

Bagi yang sudah akrab dengan suasana karnaval, pertunjukannya kurang lebih seperti itu: penuh warna, dengan gadis-gadis berkostum, banyak musik, dan gemerlap lampu. Mungkin terasa biasa bagi sebagian pengunjung, tetapi dulu tempat ini tetap menjadi tujuan populer dan aneh di Shinjuku.

Robot panggung dan penari berkostum dalam pertunjukan Robot Restaurant Shinjuku

Kalau Anda sempat mampir di era aslinya, siapkan dana minimal 10.000 yen per orang. Belilah tiket secara online, karena harga di pintu bisa dua kali lipat. Selama pertunjukan, ada jeda-jeda panjang yang digunakan untuk menjual souvenir dan minuman.

Pada dasarnya, tempat ini lebih merupakan rumah pertunjukan yang juga menyajikan makanan siap saji di atas nampan. Pertunjukannya memang berbeda dan menghibur, tetapi jelas tidak untuk semua orang. Mengunjungi Robot Restaurant bisa menjadi malam yang seru, kocak, dan nyentrik. Jika Anda tertarik dengan konsep seperti ini, menurut saya tempat itu layak dicoba setidaknya sekali — selama ekspektasinya tepat.

Robot Restaurant masih buka?

Tempat asli Robot Restaurant berhenti beroperasi pada musim semi 2020, ketika pandemi memukul wisata Tokyo. Pertunjukan terakhir yang tercatat berjalan sampai akhir Maret tahun itu; papan nama gedung kemudian diturunkan pada 2021. Nama besarnya tetap hidup di artikel lama, jadi banyak orang masih mencari tiket seolah pintunya masih terbuka.

Tempat ini dibuka pada 2012 sebagai pertunjukan robot dan dansa di Kabukicho, lalu cepat ramai di kalangan wisatawan. Pada Mei 2023 ada percobaan singkat menghidupkan lagi acara lama di lantai hiburan dewasa di gedung yang sama, lalu segera dihentikan. Yang sekarang menempati alur itu bukan pertunjukan robot malam hari yang dulu ramah keluarga.

Apa yang ada di gedung yang sama sekarang?

Penerusnya bernama Samurai Restaurant, sering disebut Samurai Restaurant Time. Nadanya mirip: lampu, musik keras, kostum berlebihan, dan pertunjukan panggung, bukan makan malam istimewa. Perbedaan praktisnya penting. Acara baru ini untuk usia 18 tahun ke atas, karena berada di tempat hiburan dewasa — meski pertunjukannya sendiri tidak dijual sebagai acara dewasa. Jamnya cenderung siang sampai sore, bukan malam keluarga dengan pelindung telinga.

Jangan membeli tiket “Robot Restaurant” dari halaman atau iklan lama. Cek situs resmi Samurai Restaurant sebelum merencanakan malam di Kabukicho, karena jam dan paket bisa berubah. Tokyo masih penuh restoran tematik lain yang lebih ramah di kantong. Kawaii Monster Cafe di Harajuku dulu berada di keluarga yang sama: heboh, penuh warna, dan juga sudah tutup. Kalau Anda ingin tempat tematik yang masih mudah dijumpai, maid cafe tetap jadi salah satu yang paling gampang ditemukan.

Sumber dan tautan berguna

Tentang penulis

Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.