Meski tampak aneh, memang ada sebuah toko di Jepang di mana Anda ditantang untuk mencuri — dan percayalah, ini sepenuhnya legal. Tidak ada polisi yang terlibat, kamera tersembunyi, atau jebakan. Ini adalah pengalaman kreatif dan imersif yang menantang tidak hanya kelincahan Anda, tetapi juga kemampuan Anda untuk menjadi… diam.

Konsep ini menjadi viral di Tokyo dan, meski tampak kontradiktif, memiliki antrean panjang, tiket masuk berbayar, dan hadiah bagi yang berhasil “mencuri”. Ingin tahu bagaimana ini bekerja dalam praktiknya dan mengapa banyak orang ingin berpartisipasi? Ikuti saya.

Selamat Datang di 盗 -TOH-

Di pusat Tokyo, di distrik Akasaka, sebuah toko pop-up dengan penampilan pasar gelap menarik ratusan orang penasaran dengan proposal yang tidak biasa dan berani: Anda membayar untuk mencoba mencuri.

Nama pengalaman ini adalah 盗 -TOH-, yang berasal dari ideogram Jepang untuk “mencuri” (盗む – nusumu). Tapi tenang: tidak ada yang ilegal. Semua ini adalah bagian dari acara eksperimental yang dibuat oleh tim TBS Radio, semacam pertunjukan interaktif dan permainan keterampilan. Seperti ruang pelarian… hanya terbalik.

Bagaimana pengalaman ini bekerja?

Mekanismenya sederhana dan langsung:

  • Anda membayar sekitar ¥1.000 (sekitar 6 hingga 7 dolar) untuk berpartisipasi;
  • Menerima batas waktu 60 detik di dalam toko;
  • Tujuan Anda: ambil apa pun yang Anda inginkan dan keluar dengan barang-barang tersebut;
  • Tantangan satu-satunya: jangan membuat suara apa pun.

Di dalam toko, ada mikrofon hipersensitif yang tersembunyi di setiap sudut. Jika Anda menjatuhkan paket, menyenggol rak, atau hanya bernapas terlalu keras… Anda kalah. Suara terdeteksi, lampu merah menyala, dan Anda akan diusir dengan sopan tanpa membawa apa pun.

Jadi: ini bukan hanya tentang mencuri, ini tentang mencuri dalam keheningan mutlak.

Apa yang bisa Anda “curi” di dalam?

Tempat ini diatur seperti gudang industri, kurang terang, dengan atmosfer gelap. Rak-raknya penuh dengan produk-produk unik dan beragam, di antaranya:

  • Snack Jepang (Pocky, onigiri, keripik eksotis);
  • Majalah, buku langka, dan manga;
  • Kaos, tas, item fashion urban;
  • Bantal dan bahkan peralatan rumah tangga kecil;
  • Mainan dan action figure.

Tentu saja, tidak ada yang benar-benar dicuri. Item-item tersebut ditempatkan di sana dengan niat untuk dibawa pergi — selama peserta membuktikan bahwa mereka pantas.

Kurasi produk ini juga menjadi bagian dari pengalaman: item yang lebih mudah diambil berada dalam jangkauan tangan, tetapi yang lebih berharga berada di area yang membutuhkan lebih banyak gerakan… dan karenanya, lebih berisiko membuat suara.

Apa tujuan sebenarnya di balik toko ini?

Ini adalah pertanyaan yang ditanyakan semua orang — dan di situlah kejeniusan proyek ini bersinar.

Acara ini dipromosikan oleh program radio Jepang “脳盗” (Nou Tou), yang dalam terjemahan bebas berarti “pencurian mental” atau “invasi pikiran”. Proposalnya adalah menciptakan pengalaman yang membuat peserta merenungkan:

  • Upaya kita untuk mendapatkan sesuatu tanpa diketahui;
  • Nilai kerahasiaan dan pengendalian diri;
  • Garis tipis antara moralitas, keinginan, dan batas.

Tidak mengherankan, acara ini mendapat sorotan internasional dan memenangkan ACC Tokyo Creativity Awards pada tahun 2024. Dalam edisi terakhirnya, lebih dari seribu orang berpartisipasi, beberapa menghadapi antrean hingga 4 jam untuk mencoba keberanian.

Kapan dan di mana 盗 -TOH- berlangsung?

Toko ini bersifat sementara, gaya “pop-up”, dan telah memiliki lebih dari satu edisi. Edisi terbaru berlangsung antara 13 dan 16 Maret 2025, di studio ikonik Akasaka Blitz, Tokyo — lokasi yang biasanya digunakan untuk pertunjukan, yang diadaptasi khusus untuk acara ini.

Saat ini, tidak ada konfirmasi resmi untuk edisi baru, tetapi kesuksesan gemilang menunjukkan bahwa acara ini akan kembali segera. Bahkan, banyak peserta mempublikasikan video pengalaman mereka di TikTok dan YouTube, yang hanya meningkatkan rasa penasaran internasional.

Mengapa Jepang melakukan hal seperti ini?

Jepang memiliki tradisi panjang dalam menyatukan seni, pertunjukan, dan pengalaman sensorial yang tidak biasa. Dari kafe bertema hingga kamar mandi futuristik, tidak jarang acara sementara menantang konsep tradisional kehidupan sehari-hari.

Toko di mana Anda ditantang untuk mencuri hanyalah contoh lain dari kreativitas Jepang yang diterapkan pada hiburan — tetapi dengan sedikit kritik sosial dan introspeksi diam-diam. Secara harfiah.

Kevin Henrique

Kevin Henrique

Pakar budaya Asia dengan pengalaman lebih dari 10 tahun, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan permainan. Penulis dan pelancong otodidak yang berdedikasi untuk mengajar bahasa Jepang, berbagi tips perjalanan, dan menjelajahi hal-hal menarik yang mendalam.

Eksplorasi konten lain dari Suki Desu

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca