Olimpiade Tokyo 2020: CBD, selancar, dan skateboarding

Tokyo 2020 menunjukkan bahwa Olimpiade juga ikut berubah mengikuti zamannya.

Budaya Timur selalu punya banyak hal yang menarik. Olimpiade Tokyo adalah salah satu contohnya: ajang ini berlangsung di tengah pandemi, tetapi juga menandai perubahan penting dalam cara orang melihat pertandingan.

Hal yang simbolis sebenarnya sudah pernah terlihat pada Olimpiade 1964, ketika Tokyo membantu memproyeksikan citra baru Jepang. Pada 2020, konteksnya berbeda, tetapi maknanya tetap kuat.

Tokyo 2020 dan hadirnya cabang olahraga baru

Hal baru di Olimpiade 2020

Salah satu hal paling menarik adalah masuknya selancar dan skateboarding sebagai cabang olahraga Olimpiade. Beberapa tahun lalu, banyak orang mungkin tidak membayangkan kedua cabang itu tampil di ajang sebesar ini.

Bukan cuma soal olahraga. CBD, atau cannabidiol, juga ikut masuk ke dalam percakapan. Pada 2018, Badan Anti-Doping Dunia menghapus CBD dari daftar zat terlarang, dan itu membuka diskusi baru tentang penggunaannya dalam olahraga.

Tokyo 2020 dan perubahan percakapan Olimpiade

CBD: apakah layak?

Penelitian tentang CBD masih terus berjalan. Ada studi yang membahas kemungkinan manfaatnya terkait nyeri, peradangan, dan kecemasan, tetapi hasilnya tetap bergantung pada produk, dosis, dan konteks pemakaian.

CBD adalah salah satu dari lebih dari 100 cannabinoid yang terdapat pada tanaman cannabis. Berbeda dengan THC, CBD tidak menimbulkan efek psikoaktif yang dikenal, dan karena itu sering muncul dalam diskusi yang lebih luas tentang pemulihan dan kesejahteraan.

Tentu saja, CBD bukan sesuatu yang bisa dianggap sebagai solusi ajaib. Kalau seseorang ingin mencobanya, langkah paling masuk akal adalah memeriksa asal produk, komposisi, dan transparansi mereknya terlebih dahulu.

Bagaimana percakapan di Olimpiade ikut berubah?

Tokyo 2020 tidak hanya diingat karena apa yang terjadi di arena pertandingan. Ajang ini juga menunjukkan bahwa Olimpiade bisa mengikuti perubahan zaman, baik lewat cabang olahraga yang ditambahkan maupun lewat diskusi yang muncul di luar pertandingan.

Selancar, skateboarding, dan CBD memberi suasana yang terasa lebih modern, lebih terbuka, dan juga lebih kompleks. Bagi banyak orang, itu membuat Tokyo 2020 terasa tidak terlalu bisa ditebak dan lebih dekat dengan budaya olahraga masa kini.

Shinkansen sebagai simbol kemajuan Jepang yang terkait dengan Tokyo 1964

Bagaimana cara menggunakan CBD?

Bentuk yang paling umum adalah minyak CBD dan kapsul. Minyak biasanya lebih fleksibel karena jumlahnya lebih mudah disesuaikan. Sementara itu, kapsul lebih praktis karena dosisnya sudah tetap.

Pada akhirnya, Tokyo 2020 tetap menjadi edisi Olimpiade yang berbeda, ditandai oleh perubahan di dunia olahraga, cara pandang publik, dan juga cara membicarakan zat seperti CBD.

Kalau Anda ingin melihat sisi kota ini lebih jauh, Anda juga bisa membaca panduan lengkap Tokyo kami.

Kevin Henrique

Tentang penulis: Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.