Masih ada onsen campuran di Jepang?

Masih ada onsen campuran di Jepang?

Mandi campur di pemandian air panas masih bertahan, dengan aturan yang jauh lebih ketat.

Di Jepang, orang sudah lama berendam bersama di sumber air panas yang disebut onsen. Bukan sebagai tontonan, dan bukan sebagai kolam renang: tubuh tanpa pakaian di air panas adalah cara biasa untuk membersihkan diri, menghangatkan badan, dan istirahat. Yang membuat traveler sering kaget adalah sisa tradisi itu yang masih disebut konyoku (混浴): pria dan wanita berbagi bak yang sama.

Hampir semua onsen modern sudah dipisah menurut jenis kelamin. Tapi di beberapa lembah, kota tua, dan ryokan pegunungan, bak campur masih diisi. Bukan karena Jepang “lebih bebas”, melainkan karena kebiasaan itu lebih tua daripada rasa malu yang datang belakangan — dan karena tidak semua tempat sanggup, atau mau, membagi mata air yang sama.

Daftar isi 4

Apa itu mandi campuran di onsen?

Mandi campuran disebut konyokuburo (混浴風呂) dan lebih teratur daripada yang sering dibayangkan. Di bak yang berjalan baik, orang tidak sibuk memperhatikan tubuh orang lain. Air, uap, dan kesunyian yang diutamakan. Kalau ada yang melamun terlalu lama ke arah orang lain, suasana rusak — dan pemilik onsen yang menanggung reputasinya.

Saat ini mandi air panas sudah penuh aturan. Di konyoku, aturannya biasanya lebih ketat, bukan lebih longgar. Banyak tempat meminta wanita — kadang semua tamu — menutupi diri dengan handuk atau yuamigi (湯浴み着), pakaian mandi khusus onsen. Ada juga bak dengan air keruh belerang, yang secara alami menyembunyikan tubuh begitu orang sudah masuk air.

Bak onsen luar ruangan di tengah pepohonan Jepang

Apa yang terjadi dengan mandi campuran?

Kasus tidak senonoh selalu ada, terutama ketika bak sepi. Secara bertahap aturan dilanggar, dan lebih banyak orang yang datang bukan untuk berendam. Dengan pengaruh Barat, Jepang mulai menekan pembuatan bak campur baru.

Setelah Restorasi Meiji pada tahun 1868, otoritas Jepang mengurangi secara bertahap jumlah onsen campuran. Tujuannya memberi citra “modern” di depan orang Barat yang melihat ketelanjangan bersama sebagai hal tidak senonoh. Kritik sejarawan dan diplomat asing ikut mendorong pemisahan bak menurut gender.

Diskusi itu panjang. Ujungnya: hampir tidak ada konyoku baru yang diizinkan. Yang sudah ada akhirnya memisahkan mandi pria dan wanita. Yang ingin mempertahankan tradisi sering tidak bertahan lama — bukan karena airnya habis, melainkan karena perilaku pengunjung.

Beberapa bak onsen di kompleks pemandian Jepang

Apakah masih ada onsen campuran di Jepang?

Ya. Masih ada. Tapi ini bukan pemandangan sehari-hari di Tokyo, Osaka, atau hotel wisata besar. Perkiraan yang sering dikutip — dari penghitungan penggemar onsen, bukan statistik resmi — menyebut sekitar 1.200 tempat pada 1993, turun ke sekitar 500 pada 2021. Angkanya bergerak, dan setiap tahun ada bak yang ditutup atau diubah jadi bak terpisah.

Ada tiga hal yang sering dicampuradukkan:

  • Konyoku — bak komunal yang dipakai pria dan wanita bersamaan, dengan tamu lain di air yang sama.
  • Kashikiri (貸切) — bak privat yang disewa pasangan atau keluarga untuk waktu tertentu. Ini bukan konyoku.
  • Fasilitas resor dengan pakaian renang — lebih dekat ke spa, bukan onsen tradisional telanjang.

Kalau yang dicari adalah berendam berdua tanpa orang asing, yang dibutuhkan biasanya kashikiri, bukan daftar “onsen campur”. Konyoku adalah ruang bersama. Etiketnya sama dengan onsen biasa, plus satu aturan yang tidak bisa ditawar: jangan menatap.

Eksistensi konyoku rumit karena tanggung jawab jatuh pada pemilik. Ada pula julukan wani (ワニ, “buaya”): pria yang berlama-lama di air sambil mengawasi wanita. Itulah alasan banyak bak campur minta yuamigi, menyediakan jam khusus wanita, atau memasang sekat. Untungnya beberapa daerah pedesaan dan pegunungan — Tohoku, Gunma, Hokkaido, Kyushu — masih mempertahankan bak campur, sering dengan tamu lokal yang sudah tua.

Monyet Jepang berendam di onsen luar ruangan bersalju

Banyak bak campur memang berada di lokasi terpencil. Sedikit wisatawan asing yang sampai ke sana tanpa niat. Di pegunungan, yang kelihatan kadang bukan hanya uap: ada onsen liar di hutan, dan ada tempat di mana monyet salju lebih terkenal berendam daripada manusia. Itu pemandangan alam, bukan janji bahwa rusa akan masuk bak bersama Anda.

Beberapa onsen yang masih punya bak campur

Daftar puluhan nama tanpa konteks tidak membantu: aturan ganti, bak ditutup, atau ternyata yang “campur” hanya kashikiri. Lebih aman memilih sedikit tempat yang memang dikenal sebagai konyoku, lalu konfirmasi langsung sebelum pergi. Untuk onsen terpisah yang lebih mudah dikunjungi, ada juga tujuh onsen untuk dikunjungi di Jepang.

  • Tsurunoyu Onsen (Nyuto, Akita) — air belerang putih susu di bak luar; kekeruhan air sendiri jadi penutup tubuh. Ada bak terpisah jika campur terasa berlebihan.
  • Sukayu Onsen (Aomori) — “bak seribu orang” Hiba Sennin-buro, ruang kayu besar dengan air asam. Ada jam khusus wanita.
  • Takaragawa Onsen (Minakami, Gunma) — bak luar di tepi sungai; banyak tamu memakai yuamigi, jadi lebih ramah untuk pemula.
  • Hoshi Onsen Chojukan (Gunma) — rumah mandi kayu yang dilindungi sebagai properti budaya, dengan air yang muncul dari lantai batu.

Aturan pakaian, jam wanita, dan apakah wisatawan harian diterima berubah dari musim ke musim. Jangan mengandalkan daftar lama di internet. Telepon ryokan, baca papan di tempat, dan kalau ragu, pilih bak terpisah atau kashikiri.

Kalau Anda tinggal di Jepang dan pernah masuk konyoku, ceritanya hampir selalu sama: airnya biasa-biasa saja; yang berat adalah menahan diri untuk tidak membuat orang lain merasa diawasi. Tradisi ini hanya bertahan selama bak itu tetap tempat berendam, bukan tontonan.

Sumber dan tautan berguna

Tentang penulis

Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.