Kenali nilai-nilai budaya Jepang yang membentuk masyarakat

Apa yang diajarkan di sekolah-sekolah Jepang dan yang tampak dalam kehidupan sehari-hari: harmoni, rasa hormat, disiplin...

Apakah Anda mengenal nilai-nilai budaya dan moral yang membentuk kehidupan sehari-hari di Jepang? Dalam artikel ini, kita akan melihat beberapa nilai yang diajarkan di pelajaran moral di sekolah-sekolah Jepang dan yang pelan-pelan memandu cara orang berinteraksi dari hari ke hari.

Seperti di mana pun, setiap orang di Jepang menjalani hidupnya sendiri, dengan harapan dan keinginan masing-masing. Meskipun begitu, ada pola yang cukup mudah dikenali dan sering muncul di masyarakat Jepang, dan pola itulah yang akan kita bahas di sini.

Daftar isi 5

Bagaimana nilai-nilai budaya dipandang di masyarakat Jepang?

Nilai-nilai budaya mendapat tempat yang tinggi di masyarakat Jepang. Itu bukan keseluruhan cerita, tetapi dalam praktiknya nilai-nilai seperti ini lebih mudah terlihat di Jepang daripada di banyak negara lain yang juga memiliki tradisinya sendiri. Salah satu alasannya adalah aturan-aturan cenderung dipatuhi dengan ketat, mau atau tidak.

Jepang sudah melewati banyak kesulitan selama berabad-abad, dan sejarah itu dianggap sebagai salah satu faktor utama di balik nilai-nilai yang dianut orang Jepang saat ini. Beberapa tradisi Jepang berakar pada Konfusianisme (sebuah tradisi filosofis yang berasal dari Tiongkok), agama Buddha, dan agama Shinto.

Taman Jepang tradisional dengan pohon dan batu yang dipangkas dan ditata dengan cermat

Alam juga sangat dihargai dalam budaya Jepang. Perawatan teliti yang diberikan pada kebun dan tata lanskap adalah salah satu jendela paling jelas menuju nilai-nilai yang membentuk kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai budaya Jepang yang tercermin dalam perilaku sehari-hari

Pengendalian diri dan disiplin diri — Di Jepang, orang umumnya berusaha mempertahankan pengendalian diri dan disiplin dirinya, tidak peduli apa yang terjadi. Mereka mampu menjaga perasaan, emosi, dan reaksinya tetap terkontrol bahkan dalam situasi yang kritis. Disiplin diri, dalam pengertian ini, adalah kemampuan untuk tetap memilih apa yang dianggap benar meskipun ada godaan untuk bertindak sebaliknya.

Wanita Jepang berkimono sedang menyiapkan teh dalam Upacara Teh

Ketahanan dan kesabaran dianggap sebagai fondasi anggota masyarakat yang baik. Hal ini berarti menyingkirkan keinginan sendiri dan melakukan apa yang diharapkan dari Anda. Di Jepang, orang umumnya berusaha menemukan cara yang tepat untuk menyeimbangkan keinginan pribadinya dengan tuntutan orang lain, sehingga tidak sampai menyinggung atau merusak citra diri sendiri maupun orang lain.

Diam — Dalam budaya Jepang, orang yang bicara sangat sedikit sering dianggap bisa dipercaya. Petunjuk non-verbal dan isyarat halus dalam komunikasi sering kali dianggap sama pentingnya dengan kata-kata. Ada keyakinan bahwa bahasa yang tidak langsung membantu menjaga keharmonisan sosial.

Mulut adalah penyebab bencana.

Sekelompok siswa Jepang berseragam memberi hormat dengan membungkuk di dalam kelas

Nilai-nilai Jepang yang menyentuh kehidupan sosial dan rasa persatuan

Pikirkan dahulu bagaimana tindakan Anda akan memengaruhi orang-orang di sekitar Anda.

  • Kelompok lebih kuat daripada individu;
  • Harmoni kelompok lebih diutamakan daripada kebutuhan individu;
  • Jangan menonjol, kenali tempat Anda, dan jangan berusaha mengubah cara yang sudah berjalan;
  • Bentuk dan proses sering dianggap sama pentingnya dengan hasil;
  • Menjaga keharmonisan dipahami sebagai upaya menghindari konfrontasi langsung dalam keseharian.

Hirarki sosial dan penghormatan terhadap usia — Kita berutang banyak kepada orang yang lebih tua. Oleh karena itu, mereka layak dihargai, dihormati, dan dipertimbangkan lebih dulu.

Pasangan orang tua Jepang berjalan bersama di sebuah taman kota

Jangan menanyakan hal-hal yang bersifat pribadi kepada orang yang "berada di atas Anda" (seperti guru, atasan, politisi, atau orang-orang dari keluarga dan profesi tertentu).

Tunjukkan rasa terima kasih dalam segala hal yang Anda lakukan. Sekalipun Anda mengandalkan bakat dan kerja keras sendiri, keberhasilan apa pun yang Anda raih tidak akan mungkin terjadi tanpa kebaikan dan bantuan orang lain.

Keluarga sangat dihargai dalam tatanan sosial Jepang. Anggota keluarga biasanya ditempatkan di depan orang lain dalam kehidupan bermasyarakat.

Pendidikan sangat dihormati di masyarakat Jepang. Pendidikan sering kali ikut menentukan kedudukan sosial dan status seseorang.

Paku yang menonjol adalah yang pertama dipukul.

Sekelompok orang memberi hormat dengan membungkuk di depan kuil Jepang

Nilai-nilai Jepang yang menyentuh kerapian dan organisasi

Kehidupan terkandung dalam segala hal, termasuk benda-benda. Oleh karena itu, gunakanlah benda-benda dengan cara yang memenuhi potensi penuhnya.

  • Jangan menyia-nyiakan makanan;
  • Gunakan kembali benda-benda yang masih bisa dipakai;
  • Jaga lingkungan Anda tetap bersih dan rapi.

Segala sesuatu saling terhubung. Lingkungan yang berantakan dan tidak harmonis cenderung mencerminkan pikiran yang tidak teratur dan rentan memicu konflik.

Kehalusan dalam segala bentuk dianggap harmonis dan ikut menyumbang kebaikan bersama. Ekspresi estetika, pendapat, hingga urusan bisnis — semuanya sebaiknya dilakukan dengan kebijaksanaan dan kesopanan.

Berusaha meraih kesempurnaan — Nilai ini membantu menjelaskan mengapa Jepang memiliki tingkat kualitas dan layanan yang tinggi. Di Jepang, orang umumnya berusaha melakukan segala sesuatu dengan cara yang benar dan sempurna, meskipun mereka sendiri tahu itu tidak selalu mungkin tercapai.

Ruang tamu Jepang dengan tatami dan furnitur yang tertata rapi

Apa yang bisa kita ambil dari nilai-nilai budaya Jepang?

Ada nilai-nilai yang secara nyata digunakan untuk membangun dan menjaga hubungan sosial maupun komersial. Di Jepang, orang-orangnya umumnya sudah paham dan siap mempraktikkan timbal balik, harmoni, dan keteraturan.

Jika kita merangkum nilai-nilai budaya Jepang, kita bisa membuat daftar singkat berikut:

  • Harmoni — 調和 (chōwa);
  • Kolektivisme — 集団主義 (shūdanshugi);
  • Hirarki — 序列の秩序 (joretsu no titsujo);
  • Ketidakkekalan — 無常観 (mujōkan);
  • Penghormatan kepada yang lebih tua — 年配者尊敬 (nempaisha sonkei).

Tentu saja, masih banyak nilai lain yang belum sempat disebutkan, karena ada ribuan ide, kaidah, pelajaran, dan peribahasa Jepang yang bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sendiri. Menurut Anda, nilai Jepang mana yang paling berkesan dan belum kami bahas di sini?

Sumber
Kevin Henrique

Tentang penulis: Kevin Henrique

Spesialis dengan pengalaman lebih dari 10 tahun dalam budaya Asia, berfokus pada Jepang, Korea, anime, dan game. Otodidak, penulis, dan pelancong yang fokus mengajarkan bahasa Jepang, tips wisata, dan fakta menarik yang mendalam.

Komunitas

Komentar

0 komentar

Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.

Kirim komentar

Komentari artikel ini

Memuat pemeriksaan keamanan...

Jangan kirim tautan, embed, atau promosi. Komentar melewati anti-spam dan terjemahan otomatis sebelum tampil.