Mencari metode untuk belajar bahasa Jepang dengan efisien? Dalam artikel ini kita akan mengenal “Spaced Repetition System” yang disingkat sebagai SRS yang diterjemahkan berarti Sistem Pengulangan Tersebar.
Metode SRS umumnya menggunakan Kartu Flash depan dan belakang untuk menyajikan informasi kepada siswa, di mana mereka perlu mencoba mengingat arti atau beberapa ide yang serupa.
Dalam artikel ini kita akan mendalami lebih jauh metode pengulangan tersebar, yang juga dikenal sebagai metode Anki. Ini adalah metode yang sangat populer dalam pembelajaran bahasa Jepang.
Kami juga merekomendasikan untuk membaca:
- Bagaimana Anki dapat membantu Anda mengingat bahasa Jepang dan lainnya
- Menggunakan NWE untuk Belajar Bahasa Jepang dengan ANKI
- Bagaimana menggunakan (IA) Kecerdasan Buatan untuk Belajar Bahasa Jepang
Daftar Isi
Metode SRS (Spaced Repetition System)
SRS adalah metode pembelajaran yang menggunakan pengulangan tersebar untuk membantu siswa mengingat informasi dengan lebih efisien. Ide di balik SRS adalah menyajikan materi belajar dalam interval yang meningkat, yang membantu mentransfer informasi dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang.
Berikut adalah penjelasan lebih detail tentang bagaimana SRS bekerja:
- Ketika Anda mempelajari kata baru, kanji, atau ekspresi, ulasan pertama dilakukan dalam waktu singkat (misalnya, beberapa jam atau satu hari).
- Jika Anda mengingat informasi dengan benar, interval sebelum ulasan berikutnya meningkat (misalnya, dua hari).
- Jika Anda terus mengingat informasi dengan benar dalam ulasan berikutnya, interval sebelum ulasan masa depan terus meningkat (misalnya, empat hari, satu minggu, dua minggu, dan seterusnya).
- Jika Anda gagal mengingat informasi selama ulasan, interval dikurangi dan Anda mulai mengulasnya dengan lebih sering lagi.
SRS adalah teknik yang efektif untuk mempelajari kosakata, kanji, dan tata bahasa dalam bahasa Jepang, karena membantu fokus pada informasi yang paling sulit diingat, sambil mengulas informasi yang lebih mudah dalam interval yang lebih panjang.
Ada beberapa alat dan aplikasi yang tersedia yang menggunakan SRS, seperti Anki dan Memrise. Aplikasi ini memungkinkan Anda membuat kartu flash Anda sendiri atau menggunakan set kartu yang sudah ditentukan oleh pengguna lain. Selain itu, mereka mengelola interval ulasan secara otomatis berdasarkan kinerja Anda, memudahkan kepatuhan terhadap metode.
Untuk memanfaatkan SRS secara maksimal, penting untuk belajar dengan sering dan mengulas materi secara teratur. Selain itu, menggabungkan SRS dengan teknik pembelajaran lain dan praktik dalam konteks nyata dapat meningkatkan retensi dan pemahaman bahasa Jepang.

Japonês Club
Suki Desu memiliki platform anggota bernama Japonês Club di mana kami berbagi video pelajaran secara bertahap yang berfokus pada pembelajaran bahasa Jepang. Semuanya dengan harga terjangkau tanpa biaya bulanan dan akses seumur hidup.
Video pelajaran kami memiliki sistem kalimat di mana siswa dapat menyalin dan menambahkan kalimat ke Anki dengan menerapkan metode pengulangan tersebar. Jika ingin mengenalnya, ikuti tautan di bawah ini:
Akses sekarang Japonês Club dan Jadilah Anggota
Alat Pengulangan Tersebar
Di bawah ini kami akan menyajikan dua alat utama untuk pengulangan tersebar. Jika ingin lebih banyak aplikasi SRS, kami sarankan membaca artikel: 9 Aplikasi mirip Anki
Anki
Anki adalah perangkat lunak gratis dan sumber terbuka yang memungkinkan membuat dan mengelola kartu flash di komputer atau perangkat seluler Anda. Anki menggunakan algoritma pengulangan tersebar untuk membantu Anda mengingat informasi dengan efisien.
Lihat beberapa fungsinya:
- Pembuatan kartu flash kustom: Anki memungkinkan membuat kartu flash Anda sendiri dengan teks, gambar, dan bahkan audio. Anda juga dapat menyesuaikan tata letak dan gaya kartu.
- Set yang dibagikan: Ada komunitas pengguna Anki yang besar yang berbagi set kartu flash mereka. Anda dapat mencari dan mengunduh set yang sudah ditentukan tentang berbagai topik, termasuk bahasa Jepang (kosakata, kanji, tata bahasa, dll.).
- Sinkronisasi antar perangkat: Anki memungkinkan menyinkronkan kemajuan dan kartu flash Anda antar perangkat yang berbeda, memudahkan belajar di mana saja.
- Statistik dan analisis kemajuan: Anki memberikan statistik terperinci tentang kinerja dan kemajuan Anda, membantu Anda mengidentifikasi area yang membutuhkan lebih banyak latihan.

Memrise
Memrise adalah aplikasi pembelajaran bahasa yang menggunakan SRS untuk membantu pengguna mengingat kosakata, kanji, dan tata bahasa dalam bahasa Jepang, serta bahasa lain.
Lihat beberapa fungsinya:
- Kursus dan tingkat: Memrise menawarkan berbagai kursus dan tingkat, dari pemula hingga lanjutan. Kursus dibuat baik oleh tim Memrise maupun pengguna platform.
- Antarmuka ramah pengguna: Memrise memiliki antarmuka intuitif dan menarik, membuat belajar lebih menyenangkan dan menarik.
- Bentuk pembelajaran ganda: Memrise menggunakan berbagai jenis latihan, seperti pilihan ganda, pengetikan, asosiasi gambar, dan audio, untuk membantu memperkuat retensi informasi.
- Aplikasi seluler dan web: Memrise tersedia sebagai aplikasi seluler maupun platform web, memungkinkan Anda belajar di mana saja dan kapan saja.

Alat mana yang harus dipilih?
Dengan menggunakan alat seperti Anki dan Memrise, Anda dapat memanfaatkan SRS untuk meningkatkan pembelajaran bahasa Jepang Anda dan mempertahankan informasi dengan lebih efisien. Namun, penting untuk diingat bahwa latihan teratur dan kombinasi teknik pembelajaran yang berbeda sangat penting untuk keberhasilan dalam menguasai bahasa Jepang.
Pengulangan tersebar sendiri tidak cukup; juga penting untuk melatih pemahaman mendengar, berbicara, membaca, dan menulis dalam konteks nyata serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh.
Selain itu, penting untuk mempertimbangkan preferensi dan gaya belajar Anda saat memilih antara Anki, Memrise, atau alat berbasis SRS lainnya. Beberapa orang mungkin lebih suka antarmuka dan pendekatan yang lebih gamified dari Memrise, sementara yang lain mungkin menghargai kustomisasi dan fleksibilitas Anki. Coba kedua alat tersebut dan lihat mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Anda.
Metode SRS Manual dengan Kartu Flash
Mungkin Anda telah menyadari bahwa aplikasi yang digunakan menggunakan sistem Kartu Flash, kartu dengan depan dan belakang, mereka sempurna untuk belajar menggunakan SRS, bahkan jika dibuat secara manual.
Untuk menggunakan SRS secara manual, dengan kartu flash, ikuti langkah-langkah berikut:
- Pilih materi yang akan dipelajari: Ini dapat mencakup kata dalam bahasa Jepang, frasa, tata bahasa, Kanji, atau materi lain yang ingin Anda ingat.
- Buat daftar item: Tulis setiap item yang akan diingat di kartu atau kertas, dengan informasi di satu sisi dan terjemahan atau arti di sisi lain.
- Klasifikasikan kesulitan setiap item: Nilai kemudahan Anda mengingat setiap item dalam skala 1 hingga 5, misalnya. Item dengan kesulitan 1 adalah yang dapat Anda ingat dengan mudah, sementara item dengan kesulitan 5 adalah yang sulit Anda ingat.
- Buat jadwal ulasan: Berdasarkan klasifikasi kesulitan setiap item, tentukan jadwal ulasan untuk masing-masing. Item dengan kesulitan 1 dapat diulas setiap dua minggu, sementara item dengan kesulitan 5 harus diulas setiap hari.
- Ulas item sesuai jadwal: Kunjungi kembali setiap item pada tanggal ulasan dan coba ingat arti atau terjemahan sebelum melihat sisi lain kartu. Jika Anda mengingat, letakkan kartu di tumpukan ulasan yang kurang sering. Jika Anda lupa, letakkan kartu di tumpukan ulasan yang lebih sering.
- Atur jadwal ulasan: Saat Anda terus mengulas item, Anda dapat menyesuaikan jadwal ulasan berdasarkan kemampuan Anda mengingat. Item yang mudah diingat dapat diulang dengan interval lebih jauh, sementara item yang sulit diingat perlu diulas lebih sering.
Menggunakan SRS secara manual membutuhkan sedikit lebih banyak organisasi dan disiplin, tetapi bisa menjadi cara yang bagus untuk mengingat informasi secara efektif. Dengan menyesuaikan jadwal ulasan berdasarkan kemampuan Anda mengingat, Anda dapat mengoptimalkan proses pembelajaran dan membuat belajar lebih efisien.

Tabel Ulangan Tersebar
Berikut adalah tabel waktu yang dapat Anda gunakan sebagai referensi untuk ulasan item menggunakan SRS:
| Kesulitan | Ulasan Pertama | Ulasan Kedua | Ulasan Ketiga | Ulasan Keempat | Ulasan Kelima |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 1 hari | 2 hari | 4 hari | 1 minggu | 2 minggu |
| 2 | 1 hari | 2 hari | 4 hari | 1 minggu | 2 minggu |
| 3 | 1 hari | 3 hari | 1 minggu | 2 minggu | 1 bulan |
| 4 | 1 hari | 4 hari | 2 minggu | 1 bulan | 3 bulan |
| 5 | 1 hari | 5 hari | 1 bulan | 3 bulan | 6 bulan |
Studi, hasil, dan bukti
Efektivitas pengulangan tersebar telah dibuktikan dalam berbagai penelitian. Sebuah studi tahun 2011, yang diterbitkan di Journal of Experimental Psychology, menunjukkan bahwa penggunaan pengulangan tersebar meningkatkan retensi informasi secara signifikan dibandingkan dengan belajar massif (cramming).
Lihat di bawah studi, hasil, dan bukti lain dari metode SRS:
Ebbinghaus, H. (1885): Psikolog Jerman Hermann Ebbinghaus adalah orang pertama yang mempelajari pengulangan tersebar. Dalam karyanya yang inovatif, ia menemukan apa yang disebut “efek lupa”, yang menggambarkan bagaimana retensi informasi menurun secara eksponensial seiring waktu, kecuali jika ditinjau secara berkala.
Bahrick, H. P., Bahrick, L. E., Bahrick, A. S., & Bahrick, P. E. (1993): Dalam studi ini, para penulis menemukan bahwa pengulangan tersebar efektif untuk retensi pengetahuan jangka panjang. Peserta yang menggunakan pengulangan tersebar untuk mempelajari kosakata dalam bahasa asing menunjukkan retensi yang jauh lebih besar dari kata-kata yang dipelajari, bahkan setelah interval hingga 5 tahun.
Cepeda, N. J., Pashler, H., Vul, E., Wixted, J. T., & Rohrer, D. (2006): Dalam studi ini, para penulis menunjukkan bahwa pengulangan tersebar meningkatkan kinerja dalam mempelajari fakta sejarah, serta retensi kata dalam bahasa asing. Mereka juga menunjukkan bahwa interval ulasan ideal tergantung pada waktu retensi yang diinginkan.
Karpicke, J. D., & Roediger, H. L. (2007): Studi ini menunjukkan bahwa pengulangan tersebar efektif tidak hanya untuk meningkatkan retensi informasi, tetapi juga untuk meningkatkan pemahaman materi. Para penulis menemukan bahwa siswa yang menggunakan pengulangan tersebar untuk mempelajari teks ekspositori memperoleh hasil yang lebih baik dalam tes pemahaman dan retensi daripada mereka yang belajar secara massif.
Studi ini dan lainnya menunjukkan bahwa pengulangan tersebar adalah teknik pembelajaran yang efektif, yang dapat meningkatkan retensi dan pemahaman informasi secara signifikan dalam berbagai bidang studu, termasuk pembelajaran bahasa seperti bahasa Jepang.


Tinggalkan Balasan