Banyak orang percaya bahwa orang Cina dan Jepang saling membenci, terutama karena peristiwa mengerikan selama Perang Dunia II dan luka sejarah lain yang masih terasa sampai sekarang. Tidak sulit menemukan orang Cina yang membenci orang Jepang, sama seperti tidak sulit menemukan orang Barat yang membenci orang Timur dan sebaliknya. Sayangnya, kebencian atau rasisme masih tertanam di dunia kita. Banyak orang akhirnya menumbuhkan kebencian tanpa alasan yang jelas atau karena tekanan sosial dan media.
Saya pikir kebanyakan orang tahu bahwa Jepang pernah menjalankan perang dan invasi di negara seperti Cina dan Korea, dan selama peristiwa itu terjadi pemerkosaan, kematian, penyiksaan, dan kekejaman lainnya. Dalam perang itu, militer Jepang mengabaikan hukum internasional dengan cara yang masih meninggalkan bekas sampai hari ini. Yang membuat rivalitas ini tetap hidup bukan hanya sejarahnya, tetapi juga cara sejarah itu diajarkan, diingat, dan dipakai dalam perdebatan publik. Pemerintah Cina dan Korea juga ikut menjaga ketegangan itu lewat acara politik dan program yang membawa kembali memori perang tersebut.
Apakah ada alasan untuk membenci orang Jepang?
Di Asia, Cina biasanya menjadi negara yang paling tidak menyukai Jepang, lalu disusul Korea Selatan. Jepang juga cenderung memandang Cina secara kurang favorable dalam survei opini publik. Tapi itu tidak menghentikan perjalanan, perdagangan, studi, dan kehidupan normal antarwarga kedua negara setiap tahun.
Orang Jepang melakukan banyak hal buruk, jadi wajar jika beberapa kerabat atau orang yang dirugikan perang menyimpan kebencian terhadap Jepang. Ketidaktahuan manusia dimulai saat seseorang ingin menyalahkan satu bangsa penuh orang tak bersalah atas sesuatu yang terjadi puluhan tahun lalu karena ulah beberapa monster. Dan sayangnya, ini tidak hanya terjadi di kalangan orang Asia, tetapi juga di kalangan orang Barat yang mengulang cerita yang disederhanakan tentang paus, lumba-lumba, atau trauma perang lama.
Orang yang membiarkan kebencian tumbuh sering kali tidak punya opini sendiri dan hanya mengulang apa yang mereka dengar. Untungnya, banyak anak muda sekarang tidak membawa beban emosional yang sama terhadap kejadian lama itu dan lebih memilih untuk melangkah maju. Tentu saja, ketegangan antarbangsa akan selalu ada, apa pun yang terjadi. Cina juga bisa memakai propaganda yang mendorong orang untuk membenci Jepang, tetapi itu seharusnya diarahkan pada sistem politik dan sejarah perang, bukan pada orang Jepang biasa seolah semuanya sama.
Apakah orang Jepang membenci orang Cina dan Korea?
Kebencian yang dimiliki sebagian orang Jepang terhadap orang lain biasanya bukan hanya soal kebangsaan. Orang yang paling nasionalis dan tradisional biasanya yang paling sering mengeluh soal orang asing, entah mereka orang Barat, Cina, atau Korea. Kadang orang Jepang mengeluh tentang orang Cina di negara mereka, dan itu biasanya lebih berkaitan dengan gesekan budaya, perilaku, dan memori politik lama daripada aturan etnis yang sederhana. Sebagian orang Jepang masih merasa terancam oleh Cina, dan perasaan itu mudah berubah menjadi prasangka.
Walaupun survei menunjukkan bahwa kedua pihak sering melihat satu sama lain secara negatif, itu tidak menghentikan komunitas Cina besar untuk tinggal di Jepang atau orang Jepang untuk bepergian ke Cina. Kebencian tidak perlu bertahan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sebagian besar orang hanya ingin ramah dan hidup damai. Sayangnya, politik, patriotisme, dan dendam lama bisa mengubah sejarah panjang menjadi konflik yang lebih besar daripada yang sebenarnya diperlukan.
Komunitas
Komentar
0 komentar
Belum ada komentar yang diterbitkan dalam bahasa ini.
Kirim komentar